Kurva Corona Terus Naik, Anggota DPR: Pemerintah Sepatutnya Evaluasi

Rabu, 02 Desember 2020 - 04:19 WIB
loading...
Kurva Corona Terus Naik,...
Sekitar sembilan bulan pandemi Covid-19 melanda Indonesia sejak awal Maret lalu. Namun, tren kasus positif tak kunjung melambat. Bahkan kian meningkat. Foto/SINDOnews/Yorri Farli
A A A
JAKARTA - Sekitar sembilan bulan pandemi virus Corona (Covid-19) melanda Indonesia sejak awal Maret lalu. Namun, tren kasus positif tak kunjung melambat. Bahkan, jumlahnya saat ini pada 1 Desember 2020 sudah tembus 543 ribu kasus.

(Baca juga: 10 Lembaga Dibubarkan, Siap-siap Kementerian Ini Bakal Dapat Limpahan Tugas)

Korban terus berjatuhan, termasuk para tenaga kesehatan (nakes). Sekitar 180 dokter yang tercatat telah meregang nyawa akibat paparan virus Corona. Angka itu belum termasuk ratusan perawat.

(Baca juga: Hadapi Potensi Sengketa Pilkada, KPU Minta Jajaran di Daerah Lakukan Ini)

Kondisi tersebut kian memprihatinkan. Bahkan, Presiden Joko Widodo merasa kecewa lantaran kinerja penanganan pandemi yang dinilainya memburuk. Meski masih optimis bisa diatasi, namun penanganan pandemi ini belum menemukan ujung pangkalnya.

Merespons hal itu, anggota Komisi IX DPR Netty Prasetiyani mengaitkan kembali dengan pandangan para pakar epidemiologi yang berpendapat bahwa penanganan pandemi Covid-19 sudah salah sejak awal. Kesalahan fatal itu yakni terlambat bersikap, terlambat menangani, dan terlambat mengantisipasi.

"Saya sudah sampaikan bahwa pandemi adalah bencana kesehatan, maka fokus penanganannya harus berbasis pada sistem kesehatan, baru ekonomi dan lainnya. Sayangnya, pemerintah bersikap mendua dan setengah hati antara kesehatan dan ekonomi. Bahkan, tampak lebih cenderung pada pemulihan ekonomi sehingga sistem kesehatan kita nyaris luluh lantak," celetuk Netty kepada SINDOnews, Selasa malam (1/12/2020).

Di tambah lagi, politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu melihat pemerintah tergesa-gesa menerapkan kampanye Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) atau new normal. Padahal, angka penularan masih tinggi dan masyarakat pun belum siap beradaptasi.

Di sisi yang lain, kemampuan pemerintah untuk melakukan testing, tracing, dan treatment (3T) juga masih rendah. Selain itu, kemampuan pemerintah dalam mengelola komunikasi publik pun kurang baik.

"Rakyat disuguhi kegaduhan komunikasi. Rakyat jadi bingung dan tidak optimal memberikan dukungan dalam penanganan pandemi," ujarnya.

Netty menyarankan, jika sekarang pemerintah kesal dengan kurva Covid-19 yang tidak kunjung melandai dan justru cenderung naik, sepatutnya lakukan introspeksi, evaluasi komprehensif dan segera ambil langkah penyelamatan.

"Hentikan berwacana, stop saling menyalahkan. Jangan jadikan pandemi sebagai cover politis," tegas lulusan program doktoral Ilmu Pemerintahan dari Universitas Padjajaran, Bandung tersebut.

Ia juga meminta pemerintah harus menerapkan pengawasan protokol kesehatan (prokes) semakin ketat. Menurutnya, masyarakat harus diajarkan untuk berdisiplin dengan prokes, di mana pun dan kapan pun.

Demikian juga bagi para pejabat dan tokoh publik. Netty menekankan harus bisa menjadi contoh atau role model yang baik bagi masyarakat.

"Jika terjadi pelanggaran, sanksi harus tegas ditegakkan tanpa diskriminasi. Kebijakan pengetatan prokes ini harus dilakukan sambil menunggu hadirnya vaksin di Tanah Air," tandasnya.
(maf)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Polemik Anggaran MBG...
Polemik Anggaran MBG Kental Nuansa Politik, Pengamat Kebijakan Publik: Secara Prosedural Sudah Disepakati DPR
Daftar Lengkap 580 Anggota...
Daftar Lengkap 580 Anggota DPR yang Dilantik Hari Ini
Sumpah/Janji Anggota...
Sumpah/Janji Anggota DPR yang Diucapkan Sebelum Memangku Jabatan
Waspadai Lagi Covid-19,...
Waspadai Lagi Covid-19, Kemenkes Imbau Tetap Prokes dan Hidup Sehat
Saran Epidemiolog Cegah...
Saran Epidemiolog Cegah Lonjakan Covid-19 saat Libur Nataru
Jelang Libur Nataru,...
Jelang Libur Nataru, Wapres Pastikan Pemerintah Monitor Kenaikan Kasus Covid-19
Eipstein Files : Covid-19,...
Eipstein Files : Covid-19, Konspirasi Tingkat Atas?
Epstein Files Singgung...
Epstein Files Singgung Bill Gates dan Simulasi Pandemi, Benarkah Covid-19 Sengaja Dibuat?
Rekor! Pria Ini Terinfeksi...
Rekor! Pria Ini Terinfeksi Covid-19 selama 2 Tahun Nonstop
Rekomendasi
Tokocrypto Resmi Bergabung...
Tokocrypto Resmi Bergabung ke Ekosistem ICEX Group, Proses Migrasi Lima PAKD Selesai
Messi Pecahkan Rekor...
Messi Pecahkan Rekor Gol Piala Dunia, Argentina Ungguli Austria di Babak Pertama
Rusia Tembak Jatuh 80...
Rusia Tembak Jatuh 80 Drone Ukraina, Kremlin Luncurkan Rudal Balistik Iskander
Berita Terkini
6 Poin Pernyataan Roy...
6 Poin Pernyataan Roy Suryo dan Dokter Tifa setelah Penahanan Ditangguhkan
Tim Hukum Merah Putih:...
Tim Hukum Merah Putih: Tawaran RJ untuk Roy Suryo dan Dokter Tifa Bukan Ajakan Jokowi
Bukan Sekadar Insinyur,...
Bukan Sekadar Insinyur, Alumni ITS Didorong Kuasai Kepemimpinan dan Finansial
Roy Suryo-Tifa Tak Ditahan,...
Roy Suryo-Tifa Tak Ditahan, Relawan Jokowi: Ini Bukan Akhir dari Segalanya
Hadapi Masa Depan yang...
Hadapi Masa Depan yang Tak Pasti, Mahasiswa Diajarkan Kepemimpinan, Inovasi, dan Talenta Digital
APHI Dorong Pemegang...
APHI Dorong Pemegang PBPH Manfaatkan Permenhut untuk Kembangkan Proyek Karbon
Infografis
6 Brigjen Naik Pangkat...
6 Brigjen Naik Pangkat Jadi Mayjen TNI usai Dapat Promosi Jabatan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved