Ditangkap, Upik Lawanga Disebut Aset Berharga Jamaah Islamiyah

loading...
Ditangkap, Upik Lawanga Disebut Aset Berharga Jamaah Islamiyah
Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Divisi Humas Polri Brigjen Pol Awi Setiyono. Foto/Istimewa
JAKARTA - Polri menangkap terduga terorisme kelompok Jamaah Islamiyah (JI) Taufik Bulaga alias Upik Lawanga di Lampung.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Divisi Humas Polri Brigjen Awi Setiyono mengungkapkan, Upik Lawanga merupakan aset milik JI yang paling berharga.

"Upik Lawanga merupakan aset paling berharga Jamaah Islamiyah atau JI," kata Awi dalam jumpa pers di Gedung Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, Senin (30/11/2020).

Awi menjelaskan, Upik Lawanga menjadi aset penting bahkan dicap sebagai penerus Dr Azhari sebagai 'profesor' perakit bom berdaya ledak tinggi atau High Explosive.



"Karena UL (Upik Lawanga-red) merupakan penerus dari Dr. Azhari sehingga yang bersangkutan disembunyikan oleh kelompok JI dan berpindah tempat," ujar Awi. (Baca juga: Aparat dan Tokoh Perlu Yakinkan Masyarakat Teror Sigi Tak Terkait Agama)

Oleh sebab itu, keberadaan Upik Lawangan sangat disembunyikan dan dirahasiakan oleh salah satu struktur organisasi JI terkait dengan aset berharga kelompok mereka.

"JI memiliki bidang Tholiah (pengamanan orang dan Asset) yang bersangkutan melarikan diri dari Poso pada tahun 2007 melalui jalur Makassar, Surabaya, Solo hingga menetap di Lampung," ucap Awi. (Baca juga:Pembantaian di Sigi, BPIP Sebut Terorisme Ingkari Nilai Ketuhanan)



Sebagaimana diketahui, Upik Lawanga yang merupakan warga Poso, Sulawesi Tengah, Upik disebut-sebut ahli dalam membuat bom yang ikut merakit bom bunuh diri di Hotel JW Marriott dan Ritz-Calton, Kuningan, Jakarta Selatan.
(dam)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top