Diam-Diam, PKPI dan Hanura Juga Ngarep Kursi Menteri Kelautan dan Perikanan
Senin, 30 November 2020 - 13:38 WIB
loading...
Wakil Ketua Dewan Penasihat Partai Hanura Inas Nasrullah Zubir (kiri) dan Juru Bicara PKPI, Sonny Tulung. FOTO/IST
A
A
A
JAKARTA - Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI) dan Partai Hanura siap menyodorkan nama kadernya untuk menduduki kursi Menteri Kelautan dan Perikanan jika diminta oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi). Kursi menteri itu kosong setelah Edhy Prabowo mengundurkan diri lantaran ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
"Pertama, tentu saja PKPI terus mendorong upaya pemberantasan korupsi yang dipimpin langsung oleh Pak Jokowi, dan dieksekusi oleh para penegak hukum di negeri ini, termasuk oleh KPK," kata Juru Bicara PKPI, Sonny Tulung kepada SINDOnews, Senin (30/11/2020).
Dia melanjutkan, pemilihan pembantu presiden di kabinet adalah hak prerogatif presiden. "Menjadi kewenangan penuh presiden, dan kita semua wajib mendukung penuh," ungkapnya. (Baca juga: Susi Pudjiastuti Berpeluang Gantikan Edhy Prabowo Jika Gerindra Menolak )
Sonny menuturkan, PKPI terus fokus bekerja dan tidak berandai-andai. "Namun bila Allah mengizinkan untuk mendapatkan kepercayaan dari presiden, tentu saja kader terbaik partai selalu siap. Diaz Hendropriyono (Ketua Umum) tentu saja menjadi opsi terbaik, karena telah berpengalaman 2 periode sebagai Staf Khusus Presiden Bidang Isu Strategis, dan di berbagai jabatan di beberapa kementerian dan lembaga," katanya.
Hal senada juga diungkapkan oleh Wakil Ketua Dewan Penasihat Partai Hanura Inas Nasrullah Zubir. "Dari dulu juga Partai Hanura siap membaktikan kadernya bagi nusa dan bangsa. Dan bukan sekadar kader, melainkan kader yang punya kapabilitas dan integritas yang sangat mumpuni," ujar Inas Nasrullah Zubir dihubungi terpisah.
"Pertama, tentu saja PKPI terus mendorong upaya pemberantasan korupsi yang dipimpin langsung oleh Pak Jokowi, dan dieksekusi oleh para penegak hukum di negeri ini, termasuk oleh KPK," kata Juru Bicara PKPI, Sonny Tulung kepada SINDOnews, Senin (30/11/2020).
Dia melanjutkan, pemilihan pembantu presiden di kabinet adalah hak prerogatif presiden. "Menjadi kewenangan penuh presiden, dan kita semua wajib mendukung penuh," ungkapnya. (Baca juga: Susi Pudjiastuti Berpeluang Gantikan Edhy Prabowo Jika Gerindra Menolak )
Sonny menuturkan, PKPI terus fokus bekerja dan tidak berandai-andai. "Namun bila Allah mengizinkan untuk mendapatkan kepercayaan dari presiden, tentu saja kader terbaik partai selalu siap. Diaz Hendropriyono (Ketua Umum) tentu saja menjadi opsi terbaik, karena telah berpengalaman 2 periode sebagai Staf Khusus Presiden Bidang Isu Strategis, dan di berbagai jabatan di beberapa kementerian dan lembaga," katanya.
Hal senada juga diungkapkan oleh Wakil Ketua Dewan Penasihat Partai Hanura Inas Nasrullah Zubir. "Dari dulu juga Partai Hanura siap membaktikan kadernya bagi nusa dan bangsa. Dan bukan sekadar kader, melainkan kader yang punya kapabilitas dan integritas yang sangat mumpuni," ujar Inas Nasrullah Zubir dihubungi terpisah.
Lihat Juga :