Koopssus TNI Bisa Sinergi dengan Densus 88 Tumpas Teroris di Sigi
Minggu, 29 November 2020 - 12:53 WIB
loading...
Satu keluarga di Desa Lemban Tongoa, Palolo, Sigi, Sulawesi Tengah, diduga dibunuh oleh Kelompok Mujahidin Indonesia Timur (MIT) pada Jumat pagi (27/11/2020). Foto/Satgas Tinombala/Dok SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Pengamat militer dan intelijen, Susaningtyas Kertopati menyatakan, dengan terbentuknya Komando Pasukan Khusus (Koopssus TNI) , maka upaya pemerintah dalam memberantas aksi terorisme di Indonesia akan semakin fokus dan tuntas.
Hal ini dikatakan Susaningtyas merespons aksi teror yang menyebabkan satu keluarga di Sigi, Sulawesi Tengah terbunuh. Aksi ini yang diduga dilakukan kelompok jaringan teroris Mujahidin Indonesia Timur (TIM). Menurutnya, Koopssus TNI bisw sinergi dengan pasukan elite Polri.
"Interoperabilitas Koopssus TNI dan Detasemen Khusus 88 Polri merupakan dambaan mayoritas masyarakat Indonesia," kata perempuan yang akrab disapa Nuning ini saat dihubungi SINDOnews, Minggu (29/11/2020). (Baca juga: Polri: Saksi Meyakini Pelaku Pembunuhan Satu Keluarga di Sigi Kelompok MIT )
Nuning menganggap, radikalisme dan ekstremisme di Indonesia memang harus dilawan oleh semua komponen bangsa. Saat ini terorisme adalah musuh bersama (public enemy) yang memang menjadi target bersama TNI-Polri.
Dia menuturkan, secara akademis, militer di seluruh dunia juga bertugas menghadapi terorisme. Implikasi pemberantasan atau penanggulangan terorisme oleh militer dan polisi berbeda perspektif hukumnya, karena terorisme bisa menjadi kejahatan terhadap negara atau kejahatan terhadap publik.
Di sisi lain, lanjut dia, penanganan terorisme di Indonesia selama ini cenderung masih dalam klasifikasi kejahatan terhadap publik, sehingga cenderung ditangani Polri semata.
"Jika terorisme mengancam keselamatan Presiden atau pejabat negara lainnya sebagai simbol negara, maka terorisme tersebut menjadi kejahatan terhadap negara dan harus ditanggulangi oleh TNI," ujar Nuning. (Baca juga: Kronologi Pembunuhan 1 Keluarga di Sigi Oleh Kelompok Mujahidin Indonesia Timur )
Hal ini dikatakan Susaningtyas merespons aksi teror yang menyebabkan satu keluarga di Sigi, Sulawesi Tengah terbunuh. Aksi ini yang diduga dilakukan kelompok jaringan teroris Mujahidin Indonesia Timur (TIM). Menurutnya, Koopssus TNI bisw sinergi dengan pasukan elite Polri.
"Interoperabilitas Koopssus TNI dan Detasemen Khusus 88 Polri merupakan dambaan mayoritas masyarakat Indonesia," kata perempuan yang akrab disapa Nuning ini saat dihubungi SINDOnews, Minggu (29/11/2020). (Baca juga: Polri: Saksi Meyakini Pelaku Pembunuhan Satu Keluarga di Sigi Kelompok MIT )
Nuning menganggap, radikalisme dan ekstremisme di Indonesia memang harus dilawan oleh semua komponen bangsa. Saat ini terorisme adalah musuh bersama (public enemy) yang memang menjadi target bersama TNI-Polri.
Dia menuturkan, secara akademis, militer di seluruh dunia juga bertugas menghadapi terorisme. Implikasi pemberantasan atau penanggulangan terorisme oleh militer dan polisi berbeda perspektif hukumnya, karena terorisme bisa menjadi kejahatan terhadap negara atau kejahatan terhadap publik.
Di sisi lain, lanjut dia, penanganan terorisme di Indonesia selama ini cenderung masih dalam klasifikasi kejahatan terhadap publik, sehingga cenderung ditangani Polri semata.
"Jika terorisme mengancam keselamatan Presiden atau pejabat negara lainnya sebagai simbol negara, maka terorisme tersebut menjadi kejahatan terhadap negara dan harus ditanggulangi oleh TNI," ujar Nuning. (Baca juga: Kronologi Pembunuhan 1 Keluarga di Sigi Oleh Kelompok Mujahidin Indonesia Timur )
Lihat Juga :