Rektor USN Kolaka Beberkan Cara Cegah Korupsi Kepala Daerah
Minggu, 29 November 2020 - 11:45 WIB
loading...
A
A
A
"Jadi standar seperti itu yang harus diperhatikan partai. Kita lihat di beberapa negara di luar negeri, calon wali kotanya itu sudah selesai dengan dirinya sendiri dan tinggal mengabdi saja," ujarnya. (Baca juga: Ditahan KPK, Wali Kota Cimahi: Ini karena Ketidaktahuan Saya )
Ketiga, Azhari melanjutkan, bagi kepala daerah yang sedang menjabat harus benar-benar mengingat sumpah atau janji jabatan yang diucapkan serta pakta integritas yang ditandatangani sebelumnya. Sumpah atau janji jabatan di atas kitab suci jelas bukan hal yang main-main.
Azhari menggariskan, pakta integritas tidak akan memiliki makna apapun kalau kepala daerah masih berpikir untuk mengeruk uang guna kepentingan pribadi, keluarga, atau kelompoknya. Berikutnya program dan tindakan pencegahan korupsi harus dilakukan secara utuh, maksimal, dan dibuktikan dengan tindakan bukan sekadar ucapan.
"Kepala daerah harus konsisten melakukan pencegahan korupsi. Tapi harus diingat, integritas juga tidak akan dijalankan kepala daerah sepanjang kesejahteraan mereka tidak terpenuhi," kata Azhari.
Ketiga, Azhari melanjutkan, bagi kepala daerah yang sedang menjabat harus benar-benar mengingat sumpah atau janji jabatan yang diucapkan serta pakta integritas yang ditandatangani sebelumnya. Sumpah atau janji jabatan di atas kitab suci jelas bukan hal yang main-main.
Azhari menggariskan, pakta integritas tidak akan memiliki makna apapun kalau kepala daerah masih berpikir untuk mengeruk uang guna kepentingan pribadi, keluarga, atau kelompoknya. Berikutnya program dan tindakan pencegahan korupsi harus dilakukan secara utuh, maksimal, dan dibuktikan dengan tindakan bukan sekadar ucapan.
"Kepala daerah harus konsisten melakukan pencegahan korupsi. Tapi harus diingat, integritas juga tidak akan dijalankan kepala daerah sepanjang kesejahteraan mereka tidak terpenuhi," kata Azhari.
(abd)
Lihat Juga :