Rektor USN Kolaka Beberkan Cara Cegah Korupsi Kepala Daerah

Minggu, 29 November 2020 - 11:45 WIB
loading...
Rektor USN Kolaka Beberkan...
Wali Kota Cimahi Ajay Muhammad Priatna memakai baju tahanan meninggalkan lobi Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) seusai menjalani pemeriksaan, Sabtu (28/11/2020). FOTO/DOK.SINDOnews/HERU HARYONO
A A A
JAKARTA - Rektor Universitas Sembilanbelas November (USN) Kolaka, Sulawesi Tenggara (Sultra) Azhari berpandangan ada tiga cara utama untuk mencegah dan memutus mata rantai korupsi yang diduga dilakukan para kepala daerah agar benar-benar tidak terulang dan terjadi lagi.

Menurut Azhari, pertama, pengambil kebijakan di pemerintah pusat harus berpikir dan bertindak supaya korupsi kepala daerah tidak terus-menerus ada. Caranya, pemerintah pusat mengubah dan meningkatkan standar gaji bagi kepala daerah. Pasalnya, sampai saat ini gaji kepala daerah hanya sekitar Rp7 juta per bulan. Padahal saat seseorang maju sebagai calon kepala daerah mengeluarkan biaya yang sangat besar.

"Pengeluaran kepala daerah (saat menjadi calon) sangat besar dan pekerjaan tugasnya sebagai kepala daerah (saat menjabat) tinggi sekali tapi gajinya masih Rp7 juta satu bulan. Harusnya pemerintah di pusat menambah gaji kepala daerah dan biaya-biaya lainnya. Karena jangan sampai karena itu lagi-lagi ada korupsi," kata Azhari saat dihubungi SINDOnews di Jakarta. (Baca juga: Wali Kota Cimahi Bukan Terakhir, Masih Akan Ada Kepala Daerah Terjerat? )

Pakar dan peneliti pemerintahan ini mengungkapkan, kedua, proses rekrutmen calon kepala daerah oleh partai politik harus diubah standarnya, bukan semata kemampuan finansial. Semestinya, Azhari menegaskan, partai politik melihat calon kepala daerah saat proses rekrutmen pada empat aspek.

Masing-masing, kata Azhari, kemampuan keilmuan, kapasitas dalam bidang pemerintahan, memiliki kemampuan finansial, dan sudah selesai dengan dirinya sendiri tanpa harus nanti memikirkan cara mengembalikan uang dengan jalan korupsi. Selain itu, sangat dibutuhkan calon kepala daerah yang benar-benar berintegritas dan mampu menjalankan pencegahan korupsi.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Eks Ketua Ombudsman...
Eks Ketua Ombudsman Hery Susanto Jalani Sidang Pembacaan Dakwaan Hari Ini
Pengacara Sony Sonjaya...
Pengacara Sony Sonjaya Sayangkan Permohonan JC Ditolak Kejagung
Perkuat Akuntabilitas...
Perkuat Akuntabilitas Keuangan Daerah, BSKDN Libatkan Akademisi dalam Validasi IPKD
Kisah Kasus Nadiem Dalam...
Kisah Kasus Nadiem Dalam Perkara Korupsi
Sony Sonjaya Diperiksa...
Sony Sonjaya Diperiksa 18 Juni, Kejagung Dalami 26 Tokoh Terkait Kasus Korupsi MBG
Pengamat: Pemberantasan...
Pengamat: Pemberantasan Korupsi Tak Maksimal jika Hanya Berfokus pada Pelaku
Kasus Muara Enim, KPK:...
Kasus Muara Enim, KPK: Korupsi Terjadi sebelum Tahap Perencanaan-Penganggaran Dilakukan
Kemendagri Percepat...
Kemendagri Percepat Penegasan Batas Desa di Tiga Kabupaten di Sultra
Mengukur Kunci Sukses...
Mengukur Kunci Sukses Daerah, RGSS Resmi Hadir
Rekomendasi
Jepang Gunakan Polisi...
Jepang Gunakan Polisi Wanita Berbasis AI untuk Memerangi Penipuan Identitas
Tidak Semua Yoghurt...
Tidak Semua Yoghurt Sehat, Salah Pilih Bisa Bikin Gula Darah Naik
Dari Sampang, Rihul...
Dari Sampang, Rihul CZ Bangun Peluang Lewat Konten Digital
Berita Terkini
5 Peserta Program SPPI...
5 Peserta Program SPPI Meninggal saat Latsarmil, Feri Amsari: Negara Salahi Prinsip Administrasi
Titi Anggraini Soroti...
Titi Anggraini Soroti Naskah Akademik RUU Pemilu Tak Kunjung Diterbitkan
Jokowi Mulai Safari...
Jokowi Mulai Safari Politik, Feri Amsari: Sah, Cuma Nggak Tahu Diri Saja
Lelang Hasil Rampasan...
Lelang Hasil Rampasan Korupsi Periode Juni 2026, KPK Bukukan Rp39,8 Miliar
354 Pencari Jodoh Padati...
354 Pencari Jodoh Padati Golek Garwo Kemenag
Indonesia Butuh Koalisi...
Indonesia Butuh Koalisi Advokasi untuk Percepat Adopsi Inovasi Kesehatan
Infografis
Rentetan Kasus Korupsi...
Rentetan Kasus Korupsi di Jateng: Tiga Bupati Terjaring KPK pada Awal 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved