Alasan Kursi Menteri Kelautan Pengganti Edhy Prabowo Diincar Banyak Partai

Jum'at, 27 November 2020 - 08:45 WIB
loading...
Alasan Kursi Menteri...
Direktur Eksekutif Indonesia Political Review (IPR) Ujang Komarudin membeberkan alasan mengapa kursi Menteri Kelautan dan Perikanan pengganti Edhy Prabowo diincar banyak partai politik (Parpol). Foto/SINDOnews
A A A
JAKARTA - Direktur Eksekutif Indonesia Political Review (IPR) Ujang Komarudin membeberkan alasan mengapa kursi Menteri Kelautan dan Perikanan pengganti Edhy Prabowo diincar banyak partai politik (Parpol). Adapun Edhy Prabowo kini telah ditahan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) atas kasus dugaan suap terkait izin ekspor benih lobster.

"Kursi menteri itu kursi empuk dan panas. Pasti akan banyak yang memperebutkan. Partai-partai lain sudah pasti juga sedang mengincar kursi KKP yang ditinggalkan Edhy Prabowo tersebut," ujar Ujang Komarudin kepada SINDOnews, Jumat (27/11/2020). (Baca juga: Kursi Menteri Kelautan dan Perikanan Jadi Incaran Partai-partai)

Apalagi, kata dia, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) adalah salah satu kementerian basah yang bisa menjadi lumbung rupiah bagi pendanaan partai dan pemilu. "Sudah pasti rebutan (Partai-partai-red). Dan sudah pasti banyak yang incar," pungkasnya. (Baca juga: Soal Pengganti Edhy Prabowo di KKP, Gerindra Serahkan ke Jokowi)

Sekadar diketahui, Menteri Kelautan dan Perikanan serta Menteri Pertahanan merupakan dua jatah kursi yang diberikan Presiden Joko Widodo (Jokowi) kepada Partai Gerindra setelah partai besutan Prabowo Subianto itu bergabung ke pemerintah. Sebelum Edhy Prabowo, kursi menteri kelautan dan perikanan diduduki oleh Susi Pudjiastuti dari kalangan profesional alias non parpol. (Baca juga: Saran untuk Jokowi, Menteri Kelautan dan Perikanan Jangan Dipegang Gerindra Lagi)

Alasan Kursi Menteri Kelautan Pengganti Edhy Prabowo Diincar Banyak Partai
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Rekomendasi
Fregat Rusia Tembaki...
Fregat Rusia Tembaki Kapal Pesiar Inggris, Starmer: Tindakan Sembrono
Gading Serpong Perkuat...
Gading Serpong Perkuat Posisi sebagai Koridor Komersial
Kelompok Studi Mahasiswa...
Kelompok Studi Mahasiswa Politeknik Negeri Jakarta Antusias Ikuti Edukasi Pasar Modal dari MNC Sekuritas
Berita Terkini
Belajar dari Inggris,...
Belajar dari Inggris, Tembakau Alternatif Bisa Hentikan Kebiasaan Merokok
Mahkamah Konstitusi...
Mahkamah Konstitusi Beri Waktu 2 Tahun untuk Revisi UU Advokat
Polisi Tahan 2 Tersangka...
Polisi Tahan 2 Tersangka Baru Kasus TPPU Tambang Emas Ilegal
PKB Instruksikan DPC...
PKB Instruksikan DPC dan DPW Berdialog dengan Mahasiswa
Ajukan Tambahan Anggaran...
Ajukan Tambahan Anggaran Rp762 Miliar, KPK: Kami Tidak Muluk-muluk
Prabowo Batal Hadiri...
Prabowo Batal Hadiri KTT ASEAN-Rusia, Istana Ungkap Alasannya
Infografis
7 Alasan Dunia Tak Menghukum...
7 Alasan Dunia Tak Menghukum Trump dan Netanyahu meski AS-Israel Bom Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved