Soal Calon Ketum dan Wantim MUI, Din Syamsuddin Sebut NU dan Muhammadiyah
Kamis, 26 November 2020 - 21:18 WIB
loading...
Lalu siapakah yang pantas untuk menjabat Ketua Umum (Ketum), Ketua Dewan Pertimbangan dan Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia untuk periode selanjutnya. Foto/SINDOnews
A
A
A
JAKA - Ketua Dewan Pertimbangan (Wantim) Majelis Ulama Indonesia (MUI), Din Syamsuddin mengaku tidak menghadiri Musyawarah Nasional (Munas) MUI dan berharap lembaga ini tetap menjadi organisasi terhormat dan bermarwah karena merupakan wadah musyawarah para ulama, zuama, cendekiawan Muslim.
(Baca juga: Tak Hadiri Munas MUI, Din Syamsuddin: Ulama Lurus Hanya Takut Allah SWT)
Lalu siapakah yang pantas untuk menjabat Ketua Umum (Ketum), Ketua Dewan Pertimbangan dan Dewan Pertimbangan MUI saat ini, Din Syamsuddin punya kriteria khusus bagi kandidat yang layak menjabat Ketum MUI.
(Baca juga: Kebebasan Sipil di Indonesia Alami Kemunduran)
"Kalau ada tokoh ulama mumpuni dan karismatik dari NU mungkin akan lebih baik, dan Sekjen dari Muhammadiyah. Karena Ketua Umum Wanpim sudah dari NU maka Ketua Wantim jangan NU lagi," kata Din, Kamis (26/11/2020).
(Baca juga: Tak Hadiri Munas MUI, Din Syamsuddin: Ulama Lurus Hanya Takut Allah SWT)
Lalu siapakah yang pantas untuk menjabat Ketua Umum (Ketum), Ketua Dewan Pertimbangan dan Dewan Pertimbangan MUI saat ini, Din Syamsuddin punya kriteria khusus bagi kandidat yang layak menjabat Ketum MUI.
(Baca juga: Kebebasan Sipil di Indonesia Alami Kemunduran)
"Kalau ada tokoh ulama mumpuni dan karismatik dari NU mungkin akan lebih baik, dan Sekjen dari Muhammadiyah. Karena Ketua Umum Wanpim sudah dari NU maka Ketua Wantim jangan NU lagi," kata Din, Kamis (26/11/2020).
Lihat Juga :