Anies Baswedan Baca Buku Ini, Pengguna Twitter Perang Komentar

loading...
Anies Baswedan Baca Buku Ini, Pengguna Twitter Perang Komentar
Anies Baswedan menghabiskan waktu libur di hari Minggu dengan membaca buku How Democracies Die. FOTO/INSTAGRAM/@Aniesbaswedan
A+ A-
JAKARTA - Postingan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan di media sosial Twitter menjadi perbincangan alias viral di media sosial.

Melalui akun Twitternya, Anies Baswedan membagikan fotonya yang sedang membaca sebuah buku bersampul hitam berjudul "How Democracies Die". Mengisi aktivitas akhir pekannya, Anies yang mengenakan kemeja putih dan sarung merah marun terlihat serius membaca buku itu.(Baca juga:Isi Weekend, Anies Baswedan Bersantai Baca Buku How Democracies Die)

Hingga pukul 14.10 WIB, postingan Anies sudah ditanggapi 1.700 komentar, diretweet 2.500 orang, dan disukai 2.100 netizen. Postingan Anies ditanggapi banyak komentar. Ada yang memuji, nyinyir, adapula yang mengkritik keras.

"Selamat pagi Bapak Presiden 2024. Judul bukunya sangat mengena sekali. Demokrasi harus dihidupkan kembali mskipun ibaratnya masih berat karena harus melawan Goliath & bapak adalah motornya," tulis pemilik akun Twitter @Tweet_Watchonly.(Baca juga: 'Nganggur' Usai Jabat Gubernur pada 2022, Anies Masih Berpeluang Nyapres?)



Lain lagi dengan komentar pemilik akun @debu2_digital yang meminta Anies untuk terus membaca buku. "Mohon teruslah membaca, untuk warga DKI Jakarta. Kami tak sempat membaca, karena beban hidup kami makin berat saat ini. Terima kasih telah membuat Jakarta menjadi lebih baik untuk kami," tulisnya.

Postingan Anies juga ditanggapi nyinyir netizen dengan menyinggung Pemilihan Gubernur DKI Jakarta tahun 2017 silam. "Selamat Pagi...Ngeri bacaan nya.... Matinya Demokrasi. Persis 2017 ..... Demokrasi mati....akibat jual ayat dan mayat," tulis pemilik akun @Maknyus_wae.

Begitu juga dengan komentar pemilik akun @yudinugroho99 yang menilai Anies lemah menghadapi ormas dan pedagang kaki lima liar.



"Mantab bacaannya Pak Anies, kode keras sepertinya, tapi jangan bacaannya saja yang keras Pak, namun ketika ketemu ormas dan PKL liar jadi melempem, bukunya enggak ketemu. Democracy or Demo Crazy," cuitnya.
halaman ke-1 dari 2
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top