Posisi Ilmu-Ilmu Sosial Humaniora di Sekolah

Kamis, 19 November 2020 - 05:10 WIB
loading...
A A A
Harari (2015) dalam Homo Deus: A Brief History of Tomorrow menyebutkan bahwa selama ribuan tahun sejarah penuh dengan pergolakan teknologi, ekonomi, sosial dan politik, namun satu hal tetap konstan, yaitu kemanusiaan itu sendiri. Alat dan institusi di tiap zaman sangat berbeda tetapi struktur mendalam dari pikiran manusia tetap sama. Pikiran manusia di setiap zaman dapat dipelajari oleh anak-anak di pelajaran sosial humaniora. Mereka akan menelusuri berbagai periode di mana manusia bisa menjadi sosok yang sangat kejam tetapi juga humanis pada sisi lainnya. Mereka akan belajar berbagai paradoks yang ada pada diri manusia. Semuanya merupakan pelajaran yang sangat berharga bagi anak didik.

Ruang Kontemplatif
Pendidikan pada dasarnya merujuk Biesta (2013) merupakan proses dialogis yang memungkinkan adanya saling interaksi dan partisipasi. Manusia belajar melalui berbagai interaksi dan dialog. Perjumpaan dengan beragam individu di ruang pendidikan menjadi arena terbaik anak-anak belajar tentang arti hidup. Nilai-nilai dibentuk melalui perjumpaan dengan ragam kalangan tersebut.

Pelajaran-pelajaran sosial humaniora dapat menjadi ruang kontemplatif bagi para peserta didik. Melalui pelajaran-pelajaran ini, anak-anak diajak untuk menyadari posisi mereka sebagai manusia Indonesia. Dalam konteks Indonesia yang bineka, pelajaran-pelajaran sosial humaniora menjadi salah satu arena perjumpaan gagasan dengan masa lalu yang selalu aktual, isu kebangsaan dan kenegaraan, lokus-lokus yang kaya budaya, serta manusia Indonesia yang beragam. Melalui pelajaran tersebut, anak-anak diajak agar terbuka cakrawala dan imajinasinya sehingga mereka tidak menjadi pribadi yang sesat pikir dan cupet. Semua persoalan hidup, tidak dilihat dalam kacamata hitam putih.

Belajar geografi berarti mencoba menelusuri beragam tempat di Indonesia dari Sabang sampai Merauke serta beragam potensinya yang harus dijaga dan dioptimalkan oleh anak bangsa. Mempelajari sejarah berarti mempelajari bagaimana jejak langkah masa lalu sangat berarti jika kita ingin melangkah ke masa depan. Belajar sosiologi berarti berupaya memahami beragam kultur dan perbedaan cara pandangnya untuk mencari formula terbaik untuk membangun bangsa. Belajar PPKn berarti berupaya mencintai bangsa ini dengan cara kritis.

Peran Guru
Dalam praktiknya memang tidak mudah mewujudkan pembelajaran sosial humaniora di sekolah. Kapasitas guru misalnya menjadi salah satu aspek penting dalam membuat pembelajaran menjadi menarik bagi siswa. Apalagi ada kecenderungan di masa lalu di mana pelajaran sejarah, PPKn, geografi, dan sosiologi yang masuk ke rumpun ilmu sosial humaniora dianggap tidak menyenangkan pelajar maupun guru yang mengampunya. Sangat banyak hafalan soal peristiwa, lokasi, nama-nama, dan cenderung penuh muatan indoktrinatif, itu kritiknya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Digitalisasi Data, Penerima...
Digitalisasi Data, Penerima Bansos Diverifikasi lewat Pengenalan Wajah
Teknologi Digital, AI,...
Teknologi Digital, AI, dan Konektivitas Global Lahirkan Ekosistem Gig Economy
Hari Buruh, Nurul Arifin...
Hari Buruh, Nurul Arifin Dorong Transformasi Pekerja Indonesia Hadapi Era AI dan Digitalisasi
ITB Dorong Percepatan...
ITB Dorong Percepatan Akses Digital Indonesia
Pilot Project Digitalisasi...
Pilot Project Digitalisasi Bansos Diperluas, 78 Persen Daerah di Luar Pulau Jawa
Cyber Warfare, Kunci...
Cyber Warfare, Kunci Keberhasilan Operasi Absolute Resolve
Digitalisasi Kunci Kecepatan...
Digitalisasi Kunci Kecepatan Jasa Raharja Cairkan Santunan Korban Kecelakaan
OttoDigital Optimalkan...
OttoDigital Optimalkan Sistem Pembayaran Digital di Jakarta Fair 2026
Bukan Sekadar Digitalisasi,...
Bukan Sekadar Digitalisasi, Kini Operasional Bisnis Harus Otonom
Rekomendasi
BPJT dan Roatex Matangkan...
BPJT dan Roatex Matangkan Pra Uji Coba Sistem Tol Tanpa Setop
Setelah 2 Dekade, Hamas...
Setelah 2 Dekade, Hamas Bubarkan Badan Pemerintahan Gaza
OPEC+ Sepakat Tambah...
OPEC+ Sepakat Tambah Produksi Mulai Agustus, Harga Minyak Drop Lebih 1%
Berita Terkini
Prabowo-Narendra Modi...
Prabowo-Narendra Modi Siap Teken 8 Kerja Sama, Pertahanan hingga Teknologi
Praperadilan Tersangka...
Praperadilan Tersangka Kasus Haji Asrul Azis Ditolak, KPK: Lanjutkan Penyidikan
3 Polisi Satresnarkoba...
3 Polisi Satresnarkoba Polres Katingan yang Gugur Terima Kenaikan Pangkat Luar Biasa
Soroti Survei Terbuka...
Soroti Survei Terbuka IndexMundi, Burhanuddin Muhtadi Beberkan Cacat Metodologi Riset Online
KY Bakal Tindak Lanjuti...
KY Bakal Tindak Lanjuti Laporan Kubu Nadiem Makarim
Dugaan Korupsi Pasokan...
Dugaan Korupsi Pasokan Batu Bara, Polri: Negara Rugi Rp5 Triliun Akibat Pemadaman Listrik
Infografis
20 Universitas Terbaik...
20 Universitas Terbaik di Indonesia Versi QS WUR 2027
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved