Cyber Warfare, Kunci Keberhasilan Operasi Absolute Resolve

Rabu, 14 Januari 2026 - 18:35 WIB
loading...
Cyber Warfare, Kunci...
Cyber Warfare, Kunci Keberhasilan Operasi Absolute Resolve. Foto: Dok Pribadi
A A A
Mubasyier Fatah
Bendahara Umum Pimpinan Pusat Sarjana Nahdlatul Ulama (PP ISNU), Entrepreneur Bidang Teknologi Informasi dan Praktisi Keamanan Siber

Perang modern tidak lagi selalu diawali oleh deru pesawat tempur atau dentuman artileri. Dalam banyak kasus, pertempuran justru dimulai dalam senyap—di balik layar komputer, pusat data, dan jaringan komunikasi yang tak kasatmata.

Operasi Absolute Resolve menjadi contoh bagaimana perang kontemporer bergerak dari dominasi fisik menuju penguasaan ruang siber. Keberhasilan operasi tersebut tidak semata ditentukan oleh keunggulan militer konvensional, melainkan oleh kemampuan mengendalikan informasi, sistem digital, dan persepsi publik.

Dalam konteks ini, cyber warfare atau perang siber tampil sebagai faktor kunci. Ia tidak hanya berfungsi sebagai pelengkap operasi militer, tetapi menjadi tulang punggung strategi. Tanpa penguasaan siber, operasi militer modern berisiko kehilangan arah, koordinasi, dan legitimasi.

Perubahan Watak Peperangan

Selama berabad-abad, perang dimaknai sebagai benturan kekuatan bersenjata di medan tempur yang jelas batasnya. Namun, globalisasi, digitalisasi, dan ketergantungan negara terhadap teknologi telah mengubah watak peperangan. Infrastruktur vital—listrik, komunikasi, transportasi, bahkan sistem keuangan—kini terhubung dalam satu ekosistem digital yang rapuh.

Operasi Absolute Resolve memperlihatkan realitas tersebut. Alih-alih mengandalkan kekuatan senjata semata, operasi ini memanfaatkan kerentanan sistem digital lawan untuk menciptakan keunggulan strategis. Serangan siber memungkinkan pelaksana operasi melemahkan lawan tanpa harus menimbulkan kehancuran fisik yang masif.

Di sinilah perang siber menemukan relevansinya: ia bekerja dalam diam, sulit dideteksi, dan sering kali sulit dibuktikan secara hukum internasional. Namun dampaknya nyata—bahkan menentukan.

Melumpuhkan Komando Tanpa Tembakan


Salah satu tujuan utama perang siber dalam Absolute Resolve adalah melumpuhkan sistem komando dan kendali lawan. Dalam perang modern, kecepatan informasi menjadi segalanya. Pasukan yang tidak mampu berkomunikasi secara efektif akan kehilangan kemampuan untuk merespons ancaman.

Gangguan terhadap jaringan komunikasi, sistem radar, dan pusat data membuat struktur komando lawan terfragmentasi. Perintah tidak tersampaikan, informasi menjadi tidak sinkron, dan keputusan strategis tertunda. Dalam kondisi demikian, pasukan di lapangan kehilangan arah meskipun secara fisik masih utuh.

Keunggulan ini memberi waktu dan ruang bagi pelaksana operasi untuk bergerak cepat, presisi, dan minim risiko. Tanpa satu pun peluru dilepaskan, keseimbangan kekuatan telah bergeser.

Infrastruktur sebagai Medan Tempur Baru


Operasi Absolute Resolve juga menegaskan bahwa infrastruktur sipil telah menjadi medan tempur baru. Sistem kelistrikan, jaringan internet, dan layanan publik digital bukan lagi sekadar fasilitas pendukung, melainkan elemen strategis.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Rupiah, IHSG, dan Krisis...
Rupiah, IHSG, dan Krisis Kepercayaan
PP 20/2026: Menambah...
PP 20/2026: Menambah Penerimaan Negara atau Menambah Beban UMKM?
Ujian Kapasitas Negara,...
Ujian Kapasitas Negara, Bukan Sekadar Kasus Korupsi
Menata Demokrasi Produktif...
Menata Demokrasi Produktif untuk Kesejahteraan Lintas Generasi
Melembagakan ‘Otot’...
Melembagakan ‘Otot’ Diplomasi Prabowo
Kasus Chromebook, Publik...
Kasus Chromebook, Publik Harus Fokus Fakta Sidang daripada Opini Digital
Bukan Sekadar Digitalisasi,...
Bukan Sekadar Digitalisasi, Kini Operasional Bisnis Harus Otonom
Rebranding Inhealth,...
Rebranding Inhealth, Strategi Perkuat Layanan dan Digitalisasi
Zentara Perusahaan Keamanan...
Zentara Perusahaan Keamanan Siber di Indonesia Raih Sertifikasi Sistem Manajemen AI
Rekomendasi
PNJ Telaah Sanksi Tindak...
PNJ Telaah Sanksi Tindak Asusila Sesama Jenis di Kampus
Kerugian Akibat Kejahatan...
Kerugian Akibat Kejahatan Siber Capai Rp9,1 Triliun, Indodax Ajak Verifikasi Kontak Resmi
Gegara Ledakan AI, Industri...
Gegara Ledakan AI, Industri Cip Rp27.000 Triliun Jadi Medan Perang AS-China
Berita Terkini
Prabowo: Makan Masalah...
Prabowo: Makan Masalah Sakral, Tidak Boleh Jadi Sarana Korupsi
Sidang Gugatan PLK,...
Sidang Gugatan PLK, Saksi Sebut Organisasi Penerus HCL Tak Punya Dasar Hukum
Kronologi Wamen Imipas...
Kronologi Wamen Imipas Silmy Karim Serahkan Diri ke KPK
Presiden Prabowo Bakal...
Presiden Prabowo Bakal Terima Surat Kepercayaan 17 Dubes Negara Sahabat Pekan Ini
Hari Ini Noel Divonis...
Hari Ini Noel Divonis terkait Kasus Dugaan Pemerasan Sertifikasi K3
Geledah Rumah Silmy...
Geledah Rumah Silmy Karim, KPK Segel Mobil Mewah
Infografis
Militer Israel Akui...
Militer Israel Akui Gagal Hadapi Operasi Badai al-Aqsa 7 Oktober
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved