Masyumi Reborn dan Jalan Terjal Islam Politik

Selasa, 17 November 2020 - 09:56 WIB
loading...
A A A
Karakter-kreatif melekat pada perilaku milenial yang lebih menyukai tantangan-tantangan baru, termasuk dalam preferensi pekerjaan. Karakter confidence menandai kepercayaan diri yang tinggi kelompok milenial dengan cara pandang optimisme dan interaksinya yang intens dalam berbagai dialektika dan perdebatan-perdebatan di ruang publik virtual.

Terhadap fenomena politik, pada titik tertentu, milenial tampak tidak risih lagi berdebat atau mengekspresikan kemerdekaan berpikir dan partisipasi politiknya meski hanya melalui media sosial.

Sementara itu, karakter connected dicirikan dengan perilaku milenial yang selalu terhubung dengan perangkat teknologi informasi (gadget) sebagai sumber literasi dalam semua dimensi kehidupan.

Di ranah politik, yang cukup menarik adalah karakter detailed kelompok milenial. Karakter ini merefleksikan kecenderungan milenial urban yang menaruh perhatian ekstra, bukan pada narasi-narasi besar yang substantif, tapi pada narasi-narasi kecil seperti gaya rambut politikus, merek sepatu, jam tangan dan pakaian politikus, atau bahkan sisi-sisi privat seperti kehidupan keluarga politisi. Karakter milenial urban yang menaruh perhatian lebih pada narasi-narasi kecil tentu membutuhkan kepiawaian politik untuk mengelolanya. Inilah yang harus diperhatikan Masyumi.

Jika Masyumi hanya berkutat di ceruk pasar pemilih muslim, maka Masyumi akan sulit berkembang karena harus bersaing ketat dengan partai-partai lainnya yang selama ini banyak mengandalkan basis dukungan pemilih Islam. Merebut dukungan dari kalangan pemilih muslim juga bukan perkara mudah karena kantong-kantong suara pada basis muslim tradisional sudah dikuasai oleh PKB dan PPP, sementara muslim urban sudah dikuasai oleh PKS dan PAN.

Selain tiga tantangan tersebut, Partai Masyumi juga akan dihadapkan pada persoalan krusial menyangkut institusionalisasi partai politik. Randall dan Svasand (2002) mendefinisikan institusionalisasi sebagai proses pelembagaan partai dalam bentuk pola perilaku dan nilai serta budaya politik yang terintegrasi.

Derajat kesisteman yang menjadi produk persilangan antara dimensi struktural-internal dalam proses institusionalisasi parpol tersebut selama ini oleh para ahli disepakati sebagai faktor paling krusial dalam menentukan sehat tidaknya sebuah parpol.

Derajat kesisteman diukur melalui sejaumana mekanisme transparansi dalam pengambilan keputusan, sejauhmana fungsi-fungsi partai berjalan dan bagaimana penyelesaian konflik internal sesuai konstitusi partai. Derajat kesisteman juga mengatur bagaimana disiplin organisasi dan tingkat kepatuhan terhadap keputusan yang sudah diambil secara kolektif sesuai AD/ART partai sebagai aturan mainnya.

Masalah utama yang akan dihadapi Masyumi terkait institusionalisasi partai adalah ketersediaan sumber daya, terutama pembiayaan partai, baik dari sisi party finance maupun campaign finance. Dalam konteks ini, partai-partai yang memiliki sumber daya kapital dan politik memadai berpotensi memenangkan pemilu, setidaknya lolos parliamentary threshold. Hal ini didasarkan pada tingginya cost politik dan fenomena money politics yang telah mengakar di setiap momentum pemilu.

Meski dihadapkan pada medan terjal kompetisi politik, kehadiran Masyumi perlu diberikan karpet merah dalam konteks menjaga keseimbangan politik terutama dalam kanal partai-partai Islam. Nalar kritisisme perlu terus dihidupkan dalam rangka mengontrol jalannya kekuasaan.

Dalam konteks ini, legacy paling berharga adalah bagaimana kepiawaian tokoh-tokoh Masyumi dalam berdebat, lobi politik dan membangun relasi pergaulan multikultural. Persahabatan Natsir dan Isa Ansari dengan Aidit, Kasimo, Leimena, A.M.Tambunan dan tokoh-tokoh lintas ideologi lainnya layak diteladani dalam bingkai pluralisme dan multikulturalisme.

Meskipun kerap berdebat sengit di forum sidang parlemen, tapi di luar forum mereka adalah sahabat yang baik. Bahkan, “kalau habis rapat tak ada tumpangan, Pak Natsir sering dibonceng sepeda oleh Aidit dari Pejambon”, tutur Yusril Ihza Mahendra dalam Natsir; Politik Santun di Antara Dua Rezim(2011; 91). Selamat berjuang Partai Masyumi!
(dam)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Nihayatul Wafiroh: Pakta...
Nihayatul Wafiroh: Pakta Integritas Bukti Keseriusan Perempuan Bangsa Besarkan PKB
Dirikan LBH, Jro Bima:...
Dirikan LBH, Jro Bima: Perindo Bali Harus Jadi Rumah Keadilan
Siapkan Relawan Tangguh...
Siapkan Relawan Tangguh Hadapi Bencana, Gus Muhaimin Resmikan Sigap Bangsa
Mantan Ketua KAMMI,...
Mantan Ketua KAMMI, BEM UI, hingga Korpus BEM SI Masuk Pengurus Gema Keadilan
Partai Perindo Hadiri...
Partai Perindo Hadiri Milad PBB, Dukung Konsolidasi Politik untuk Stabilitas Nasional
Wakili 11,7 Juta Suara...
Wakili 11,7 Juta Suara Rakyat, GKSR Minta Parpol Non-Parlemen Dilibatkan Bahas Revisi UU Pemilu
Jelang Musda Partai...
Jelang Musda Partai Demokrat Aceh, Nurdiansyah Alasta Dapat Dukungan dari Mualem
Emak-emak Kian Banyak...
Emak-emak Kian Banyak Bergabung, DPD Partai Perindo Kota Palu Perkuat Struktur hingga Akar Rumput
Perkuat Struktur di...
Perkuat Struktur di NTT, Partai Perindo Tunjuk Eks Kepala BKPPD Ade Manafe Pimpin Kota Kupang
Rekomendasi
GAPKI Tegaskan Industri...
GAPKI Tegaskan Industri Sawit RI Terapkan Standar Keselamatan Kerja Berkelanjutan
Eropa Mulai Terbelah,...
Eropa Mulai Terbelah, Enam Negara Tolak Sanksi Baru terhadap Rusia
PASTI INDONESIA Dampingi...
PASTI INDONESIA Dampingi Praperadilan dan Ajukan Penangguhan Penahanan Babe Aldo
Berita Terkini
Daftar Lengkap Mutasi...
Daftar Lengkap Mutasi Besar-besaran di Kejaksaan, Dirdik Jampidsus hingga Kajati
Mahfud MD Ungkap Alasan...
Mahfud MD Ungkap Alasan KPK Harus Ambil Alih Kasus Febrie Adriansyah, Singgung Asas Konflik Kepentingan
3 Tersangka Kasus Suap...
3 Tersangka Kasus Suap Dana Hibah Pokmas Jatim Beri Rp6,9 M agar Dapat Jatah
Penjelasan Menteri PU...
Penjelasan Menteri PU Dody Hanggodo tentang Isu Tak Mau Salaman dengan Bawahan dan Pakai Private Jet
Kuntadi Jadi Jampidsus,...
Kuntadi Jadi Jampidsus, Yusril: Tugas Pokoknya Selesaikan Kasus Febrie Adriansyah
Celoteh Hotman Paris,...
Celoteh Hotman Paris, Pakar: Penghinaan Wartawan Bisa Diproses Hukum
Infografis
Perburuan Sepatu Emas...
Perburuan Sepatu Emas Piala Dunia 2026: Messi Dihantui Haaland dan Mbappe!
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved