Harmonisasi Fungsi Intermediasi Perbankan
Senin, 16 November 2020 - 05:30 WIB
loading...
A
A
A
Membangun Confidence Pelaku Ekonomi
Survei lain yang dirilis oleh Bank Indonesia (BI) terkait permintaan dan penawaran bank menunjukkan bahwa permintaan pembiayaan korporasi telah mulai meningkat pada September 2020. Peningkatan permintaan terutama terjadi pada kredit korporasi. Para responden survei pun memperkirakan permintaan kredit masih akan tumbuh dalam tiga bulan ke depan, meskipun melambat. Peningkatan kebutuhan pembiayaan terutama dialami sektor pertambangan, pengadaan listrik, gas, dan air, konstruksi, jasa keuangan dan real estat. Sebaliknya, kenaikan permintaan kredit oleh industri pertanian, pengolahan, perdagangan, penyedia akomodasi, serta jasa perusahaan, pendidikan, kesehatan, dan lainnya akan melambat.
Sejatinya, pertumbuhan kredit akan mengikuti tren pemulihan ekonomi. Jika pemulihan ekonomi berjalan lambat, kredit juga akan sulit tumbuh. Artinya, intermediasi perbankan diperkirakan akan membaik sejalan dengan prospek perbaikan kinerja korporasi dan pemulihan ekonomi domestik, serta konsistensi sinergi kebijakan yang ditempuh. Adapun kinerja korporasi triwulan III 2020 terindikasi secara perlahan membaik. Hal ini tecermin dari peningkatan penjualan, kemampuan bayar, serta penerimaan perpajakan terutama pada sektor industri dan perdagangan.
Pada intinya, kunci dari pemulihan fungsi intermediasi sektor perbankan saat ini adalah dengan membangun confidence para pelaku ekonomi sehingga seluruh sendi perekonomian dapat kembali berjalan sebagaimana mestinya. Selain itu, koordinasi yang baik antarlembaga terkait di antaranya Bank Indonesia, OJK, Lembaga Penjamin Simpanan, hingga Kementrian Keuangan sangat diperlukan untuk memperkuat stabilitas sistem keuangan serta mendorong penyaluran kredit dan pembiayaan bagi pemulihan ekonomi nasional. Semoga.
Survei lain yang dirilis oleh Bank Indonesia (BI) terkait permintaan dan penawaran bank menunjukkan bahwa permintaan pembiayaan korporasi telah mulai meningkat pada September 2020. Peningkatan permintaan terutama terjadi pada kredit korporasi. Para responden survei pun memperkirakan permintaan kredit masih akan tumbuh dalam tiga bulan ke depan, meskipun melambat. Peningkatan kebutuhan pembiayaan terutama dialami sektor pertambangan, pengadaan listrik, gas, dan air, konstruksi, jasa keuangan dan real estat. Sebaliknya, kenaikan permintaan kredit oleh industri pertanian, pengolahan, perdagangan, penyedia akomodasi, serta jasa perusahaan, pendidikan, kesehatan, dan lainnya akan melambat.
Sejatinya, pertumbuhan kredit akan mengikuti tren pemulihan ekonomi. Jika pemulihan ekonomi berjalan lambat, kredit juga akan sulit tumbuh. Artinya, intermediasi perbankan diperkirakan akan membaik sejalan dengan prospek perbaikan kinerja korporasi dan pemulihan ekonomi domestik, serta konsistensi sinergi kebijakan yang ditempuh. Adapun kinerja korporasi triwulan III 2020 terindikasi secara perlahan membaik. Hal ini tecermin dari peningkatan penjualan, kemampuan bayar, serta penerimaan perpajakan terutama pada sektor industri dan perdagangan.
Pada intinya, kunci dari pemulihan fungsi intermediasi sektor perbankan saat ini adalah dengan membangun confidence para pelaku ekonomi sehingga seluruh sendi perekonomian dapat kembali berjalan sebagaimana mestinya. Selain itu, koordinasi yang baik antarlembaga terkait di antaranya Bank Indonesia, OJK, Lembaga Penjamin Simpanan, hingga Kementrian Keuangan sangat diperlukan untuk memperkuat stabilitas sistem keuangan serta mendorong penyaluran kredit dan pembiayaan bagi pemulihan ekonomi nasional. Semoga.
(bmm)
Lihat Juga :