Bahas Soal Klenteng, Gemaku Ajak Dirjen Bimas Buddha Diskusi

Sabtu, 14 November 2020 - 21:04 WIB
loading...
Bahas Soal Klenteng,...
Tentang persoalan kasus Klenteng Tuban. Foto/Istimewa
A A A
JAKARTA - Generasi Muda Khonghucu Indonesia (Gemaku) turut memberikan respons terkait beredarnya video Dirjen Bimas Buddha RI, Caliadi dalam acara Pembinaan dan Dialog dengan Tokoh Agama Buddha di Kalimantan Barat yang menyinggung kembali tentang persoalan kasus Klenteng Tuban.

(Baca juga: HKN, Momentum untuk Produktif dan Aman dari Covid-19)

"Maka kami atas nama Keluarga Besar Generasi Muda Khonghucu Indonesia mengharapkan sekali adanya diskusi dan debat terbuka mengenai masalah ini dengan beliau selaku Dirjen yang terlihat begitu merasa memahami persoalan ini," kata Ketua Gemaku bidang Advokasi, Irwan Lim, Sabtu (14/11/2020).

"Terlebih, Bapak Caliadi pun dengan sangat terang benderang menyebut nama Kristan sebagai Ketua Umum kami yang juga mengomentari persoalan Klenteng Tuban pada waktu yang lalu," tambahnya.

(Baca juga: Hindari Hoaks, Pastikan Informasi Terverifikasi)

Persoalan Kelenteng, Tridharma, Buddha, dan Khonghucu kata Irwan, sejatinya harus dibuka dan dibenahi secara transparan agar umat tidak keliru lebih jauh dan lebih dalam lagi.

"Kita semua memahami begitu peliknya persoalan ini terlebih di Indonesia diawali juga dengan adanya Inpres Nomor 14 Tahun 1967 tentang Agama, Kepercayaan, dan Adat Istiadat Cina pada masa Orde Baru yang begitu mengacaukan perjalanan sejarah yang berkaitan dengan Tionghoa pada umumnya, dan Agama Khonghucu pada khususnya," jelasnya.

Maka dari itu pihaknya menilai, ini momen yang sangat tepat untuk kembali merumuskan dan memperbaiki hal-hal yang keliru di masa lampau. Terutama persoalan Klenteng yang dinaungi kelompok tertentu, bahkan pada kenyataannya ada juga yang berganti nama dan fungsi klenteng itu sendiri.

"Pada kenyataannya, hal ini lebih banyak menimbulkan mudharat yang sejatinya harus segera dicari solusinya secara bijak demi kepentingan bersama. Posisi kelenteng yang berada dalam naungan 'organisasi' Tridharma yang bernaung 'dibawah naungan' Dirjen Bimas Buddha adalah sebuah kekeliruan yang cukup fatal," ujarnya.

"Karena Tridharma sendiri jelas dan terang benderang bukan sekte/ Agama Budha itu sendiri. Jika kita berbicara tentang Tridharma, jelas kita akan berbicara tentang Tao, Khonghucu, dan Budha. Tao dan Khonghucu juga jelas bukan Agama Budha.

"Maka dari itu, sangat penting diadakan diskusi ini demi tercapainya solusi yang bijak dan arif tanpa menghilangkan kenyataan dan fakta sejarah yang ada. Terlebih, kami berharap Kementerian Agama dapat memfasilitasi hal ini agar tercapai kesepakatan bersama guna terciptanya keputusan yang adil dan bijak untuk semua umat," ungkapnya.

Tentunya kata Irwan, dirjen bukan malaikat, jadi mungkin saja dicabut jabatannya seperti yang dialami Achmad Yurianto dari Dirjen P2P Kemenkes, juga Ronnie Sompie dari Dirjen Imigrasi.

"Rasanya mereka berdua tidak terlibat narkoba, persoalan seks, dan lain-lain, tapi kenyataannya bisa dicabut dari jabatannya. Jika dianggap membuat kacau dan memperkeruh suasana, tidak ada salahnya kinerja seseorang di evaluasi," pungkasnya.
(maf)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
354 Pencari Jodoh Padati...
354 Pencari Jodoh Padati Golek Garwo Kemenag
Kemenag-BI Dorong Rohis...
Kemenag-BI Dorong Rohis Jadi Penggerak Literasi Syariah di Ruang Digital
KPK Telusuri Dugaan...
KPK Telusuri Dugaan Aliran Uang Kasus Kuota Haji dari Kemenag ke Pansus DPR
Kemenag Susun Kosa Isyarat...
Kemenag Susun Kosa Isyarat Istilah Fikih dan Teologi Islam untuk Disabilitas
Indonesia Tunjukkan...
Indonesia Tunjukkan Kerukunan Antaragama ke Presiden Jerman di Istiqlal dan Katedral
Kasus Kuota Haji, KPK...
Kasus Kuota Haji, KPK Panggil Bos Maktour Hari Ini
Kemenag Cabut Izin Pesantren...
Kemenag Cabut Izin Pesantren Ibadurrahman Buntut Kasus Kekerasan Seksual
Stafsus Menag Bertemu...
Stafsus Menag Bertemu Pengurus Rumah Doa Methodis Injili Jemaat Filadelfia Bandung
Penting, Ini Jadwal...
Penting, Ini Jadwal Simulasi dan Tes AKAP Beasiswa Indonesia Bangkit Kemenag 2026
Rekomendasi
Kakanwil Imigrasi Bali...
Kakanwil Imigrasi Bali Felucia Sengky Ratna Raih Anugerah Figur Akselerator Kemajuan
BTS Jadi Tamu Kehormatan...
BTS Jadi Tamu Kehormatan Argentina Jelang Konser Oktober Mendatang
Perang Iran Picu Guncangan...
Perang Iran Picu Guncangan Pasokan Minyak Terbesar Sepanjang Sejarah, Lampaui Krisis 1979
Berita Terkini
TikTok PHK Massal Karyawan...
TikTok PHK Massal Karyawan Tokopedia, DPR Minta Satgas Mitigasi PHK Turun Tangan
Bukan Soal Gugatan Ditolak,...
Bukan Soal Gugatan Ditolak, Dharma Pongrekun: Perjuangan Saya Memastikan Kekuasaan Tetap Dibatasi Konstitusi
Soroti Dugaan Suap BEM...
Soroti Dugaan Suap BEM UBK, Didi Mahardhika Minta Gerakan Mahasiswa Jaga Integritas
Pakar Hukum Sebut Kasus...
Pakar Hukum Sebut Kasus Roy Suryo Tidak Memenuhi Syarat Deponering
Kapolri Lantik Kakorlantas...
Kapolri Lantik Kakorlantas Baru dan 6 Kapolda, Ini Daftarnya
Kemlu: Dubes RI untuk...
Kemlu: Dubes RI untuk Iran Hadiri Pemakaman Ali Khamenei
Infografis
Raja YordaniaTolak Gagasan...
Raja YordaniaTolak Gagasan Trump soal Pencaplokan Gaza
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved