BRG dan PP Muhammadiyah Gagas Kader Jihad Ekologi Gambut
Jum'at, 13 November 2020 - 19:15 WIB
loading...
A
A
A
Direktur Institut Agroekologi Indonesia (INAgri) Syahroni Yunus mengungkapkan, masalah gambut bukan semata soal kebakaran lahan. Lahan gambut yang umumnya berada di area terpencil, membuat akses warga terhadap informasi pengolahan lahan tanpa bakar menjadi penting.
Sebagai langkah awal, Syahroni menyarankan pentingnya memetakan area yang bisa dikelola dan tidak bisa dikelola. Setelah itu, petani perlu menyiapkan penggunaan produk ramah lingkungan. Salah satu pendekatan yang disarankan yaitu penggunaan bahan pembenah tanah yang berasal dari mikro organisme lokal (MOL).
Penggunaan pupuk alami juga menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem pertanian di lahan gambut. Syahroni mengatakan, penggunaan pupuk organik didasarkan pada jenis tanaman. “Pilih tanaman yang cocok baru kita lakukan intervensi pupuk organik cair yang dihasilkan dari tanaman kita,” ucap Syahroni.
(Baca: Lahan Gambut Butuh Manajemen Konservasi)
Dalam pandangannya, pertanian alami berarti mengendalikan hama, bukan membasminya. Cara mengendalikannya yaitu dengan memberikan apa yang tidak disukai hama seperti rasa pahit, yang beracun, yang menimbulkan gas, yang memabukkan, serta yang warnanya cerah.
Sebagai langkah awal, Syahroni menyarankan pentingnya memetakan area yang bisa dikelola dan tidak bisa dikelola. Setelah itu, petani perlu menyiapkan penggunaan produk ramah lingkungan. Salah satu pendekatan yang disarankan yaitu penggunaan bahan pembenah tanah yang berasal dari mikro organisme lokal (MOL).
Penggunaan pupuk alami juga menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem pertanian di lahan gambut. Syahroni mengatakan, penggunaan pupuk organik didasarkan pada jenis tanaman. “Pilih tanaman yang cocok baru kita lakukan intervensi pupuk organik cair yang dihasilkan dari tanaman kita,” ucap Syahroni.
(Baca: Lahan Gambut Butuh Manajemen Konservasi)
Dalam pandangannya, pertanian alami berarti mengendalikan hama, bukan membasminya. Cara mengendalikannya yaitu dengan memberikan apa yang tidak disukai hama seperti rasa pahit, yang beracun, yang menimbulkan gas, yang memabukkan, serta yang warnanya cerah.
Lihat Juga :