Refly Harun: Semoga Kepulangan Habib Rizieq Bisa Pelihara Gairah Politik Islam
Kamis, 12 November 2020 - 17:57 WIB
loading...
Refly Harun berharap kepulangan Habib Rizieq Shihab bisa memelihara gairah kebangkitan politik Islam. Foto/dok.SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Banyak orang terheran-heran ketika melihat ”lautan” manusia memenuhi area Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta untuk menjemput kepulangan Habib Rizieq Shihab . Di luar bandara, banyak juga yang penasaran mengenai sosok yang lekat dengan Aksi Bela Islam 212 pada 2016 itu. Apa yang mendorong orang-orang itu begitu antusias menyambut Habib Rizieq?
Menurut Refly Harun , Habib Rizieq memang sebuah fenomena yang tentu berdiri sendiri. Ada banyak faktor yang membuat kepulangannya begitu dielu-elukan banyak orang. Bukan saja faktor ketokohan, fenomena Habib Rizieq juga dipengaruhi situasi sosial politik.
Dia mengungkapkan, politik Islam justru meredup selama era reformasi. ”Bukan hanya pada masa pemerintahan Jokowi, tapi sejak awal reformasi sesungguhnya sangat meredup,” ujar Refly dalam tayangan video yang diunggah di saluran Youtube, Kamis (12/11/2020).
(Baca: Massa Penjemput Habib Rizieq Dipersoalkan, Ustaz Haikal: Cinta Itu Resonansi)
Dari pemilu ke pemilu, kata Refly, tidak ada partai Islam atau partai berbasis massa Islam yang menang. Begitu juga dalam pemilihan presiden, tidak ada tokoh Islam atau tokoh yang dianggap mewakili Islam bisa terpilih.
Menurut Refly Harun , Habib Rizieq memang sebuah fenomena yang tentu berdiri sendiri. Ada banyak faktor yang membuat kepulangannya begitu dielu-elukan banyak orang. Bukan saja faktor ketokohan, fenomena Habib Rizieq juga dipengaruhi situasi sosial politik.
Dia mengungkapkan, politik Islam justru meredup selama era reformasi. ”Bukan hanya pada masa pemerintahan Jokowi, tapi sejak awal reformasi sesungguhnya sangat meredup,” ujar Refly dalam tayangan video yang diunggah di saluran Youtube, Kamis (12/11/2020).
(Baca: Massa Penjemput Habib Rizieq Dipersoalkan, Ustaz Haikal: Cinta Itu Resonansi)
Dari pemilu ke pemilu, kata Refly, tidak ada partai Islam atau partai berbasis massa Islam yang menang. Begitu juga dalam pemilihan presiden, tidak ada tokoh Islam atau tokoh yang dianggap mewakili Islam bisa terpilih.
Lihat Juga :