Habib Rizieq Pulang Bukan Cuma untuk Menikahkan Syarifah Najwa Shihab
Rabu, 11 November 2020 - 07:35 WIB
loading...
Habib Rizieq Shihab menyapa pendukungnya. Foto/SINDOnews/Yorri Farli
A
A
A
JAKARTA - Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab (HRS) telah kembali ke Tanah Air setelah 3,5 tahun berada di Arab Saudi. Analis Politik asal UIN Jakarta Bakir Ihsan menilai, selain alasan menikahkan anaknya, Syarifah Najwa Shihab , program dakwah jadi pemicu kepulangan HRS.
Terlebih, para pendukungnya sudah merindukan model dakwah yang ditampilkan Habib Rizieq . "(Kepulangan HRS ibarat) bisa sekali mendayung tiga pulau terlampaui. Menikahkan putrinya, menjawab kerinduan anggota FPI dan sebaliknya, dan dalam suasana yang serba politik ini," ujar Bakir saat dihubungi SINDOnews, Rabu (11/11/2020).
Bakir menganggap, publik tak bisa menutup mata bahwa HRS juga memiliki agenda politik setelah berada di Tanah Air. Agenda itu dinilainya saat ini dikemas dalam tagline 'Revolusi Akhlak'. Apalagi, selain dianggap pendakwah, ceramah-ceramah dan sepak terjang HRS selama ini juga dikaitkan dengan politik dalam negeri.
(Baca juga: Pulang, Habib Rizieq Shihab Nikahkan Putrinya Syarifah Najwa Shihab ).
Soal apakah nantinya HRS bergabung dengan Partai Masyumi Reborn atau Partai Ummat yang baru dideklarasikan sejumlah tokoh Islam, Bakir mengaku masih ragu. Sebab, kiprah politik HRS di Tanah Air belum menjadi fakta bahwa dia mau bergabung ke salah satu partai politik.
Bakir memperkirakan, Habib Rizieq hanya mendukung partai yang sejalan dengan prinsip dan keyakinannya. Tapi, bukan berarti bergabung. "(Kepulangan HRS) Pasti ada efek politiknya, paling tidak menjawab teka-teki yang selama ini menggelayut dan tak terjawab terkait langkah politik HRS," kata dosen Ilmu Politik di FISIP UIN Jakarta ini.
Terlebih, para pendukungnya sudah merindukan model dakwah yang ditampilkan Habib Rizieq . "(Kepulangan HRS ibarat) bisa sekali mendayung tiga pulau terlampaui. Menikahkan putrinya, menjawab kerinduan anggota FPI dan sebaliknya, dan dalam suasana yang serba politik ini," ujar Bakir saat dihubungi SINDOnews, Rabu (11/11/2020).
Bakir menganggap, publik tak bisa menutup mata bahwa HRS juga memiliki agenda politik setelah berada di Tanah Air. Agenda itu dinilainya saat ini dikemas dalam tagline 'Revolusi Akhlak'. Apalagi, selain dianggap pendakwah, ceramah-ceramah dan sepak terjang HRS selama ini juga dikaitkan dengan politik dalam negeri.
(Baca juga: Pulang, Habib Rizieq Shihab Nikahkan Putrinya Syarifah Najwa Shihab ).
Soal apakah nantinya HRS bergabung dengan Partai Masyumi Reborn atau Partai Ummat yang baru dideklarasikan sejumlah tokoh Islam, Bakir mengaku masih ragu. Sebab, kiprah politik HRS di Tanah Air belum menjadi fakta bahwa dia mau bergabung ke salah satu partai politik.
Bakir memperkirakan, Habib Rizieq hanya mendukung partai yang sejalan dengan prinsip dan keyakinannya. Tapi, bukan berarti bergabung. "(Kepulangan HRS) Pasti ada efek politiknya, paling tidak menjawab teka-teki yang selama ini menggelayut dan tak terjawab terkait langkah politik HRS," kata dosen Ilmu Politik di FISIP UIN Jakarta ini.
Lihat Juga :