Pakar Imunisasi: EUA Vaksin COVID-19 Bisa Diberikan Setelah Uji Klinis Selesai

Rabu, 11 November 2020 - 05:37 WIB
loading...
Pakar Imunisasi: EUA...
Pakar Imunisasi dari Fakultas Kedokteran UI, Sri Rezeki S Hadinegoro mengatakan bahwa EUA atau penggunaan dalam kondisi darurat vaksin COVID-19 bisa diberikan setelah uji klinis selesai. Foto/SINDOnews
A A A
JAKARTA - Pakar Imunisasi dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (UI) sekaligus Ketua Indonesian Technical Advisory Group on Immunization (ITAGI), Sri Rezeki S Hadinegoro mengatakan bahwa emergency use authorization (EUA) atau penggunaan dalam kondisi darurat vaksin COVID-19 bisa diberikan setelah uji klinis selesai.

“Nah di dalam hal kedaruratan kita memakai suatu teknologi darurat juga, maka keluar juga yang namanya emergency use authorization karena memang betul-betul ini kedaruratan di tengah pandemi COVID-19,” ujar Sri dalam dialog khusus KCP PEN secara virtual, Selasa (10/11/2020). (Baca juga: Putin Klaim Semua Vaksin Covid-19 Rusia Manjur)

Namun, Sri menegaskan bahwa pemberian EUA harus menunggu dari hasil uji klinis selesai agar vaksin COVID-19 benar-benar aman untuk digunakan. “Maka dengan label darurat karena pandemi atau yang kita sebut analisis ad interim yaitu tujuh bulan dari uji vaksinasi yang terakhir. Dan di situ kita bisa menilai berapa tingginya antibodi yang dihasilkan oleh vaksin itu. Kemudian setelah enam bulan kita lihat lagi berapa dia mencegah penyakitnya,” jelasnya.

Sri juga mengungkapkan bahwa vaksin diperlukan segera untuk menurunkan kurva COVID-19. Apalagi, katanya saat ini gelombang pertama COVID-19 di Indonesia masih belum selesai. Padahal di negara-negara lain seperti Eropa sudah memasuki gelombang kedua. (Baca juga: Ada Atau Tanpa Vaksin, Olimpiade 2021 Tetap Berjalan)

“Tetapi karena kita butuh cepat, karena puncaknya itu, gelombang wave itu belum tercapai. Orang lain sudah menunggu gelombang kedua, kita gelombang pertama saja belum sampai puncak. Ini kita harus mencari teknologi apa supaya ini landai kembali. Nah inilah pengadaan vaksin harus segera,” papar Sri.
(kri)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Krisis Kepercayaan Vaksin...
Krisis Kepercayaan Vaksin Anak, DPR: Pemerintah Harus Bergerak Cepat
Covid-19 Meningkat di...
Covid-19 Meningkat di Singapura, Thailand, dan Hong Kong, Kemenkes: Indonesia Aman
Waspadai Lagi Covid-19,...
Waspadai Lagi Covid-19, Kemenkes Imbau Tetap Prokes dan Hidup Sehat
AstraZeneca Tuai Polemik...
AstraZeneca Tuai Polemik Usai Kasus Pembekuan Darah, BPOM: Sudah Tak Beredar di Indonesia
Cegah Pneumonia, Vaksin...
Cegah Pneumonia, Vaksin PCV 13 Siap Didistribusikan
Saran Epidemiolog Cegah...
Saran Epidemiolog Cegah Lonjakan Covid-19 saat Libur Nataru
Izin Vaksin Campak untuk...
Izin Vaksin Campak untuk Dewasa Keluar, Kemenkes Prioritaskan Vaksinasi Nakes
Bangun Indonesia Sehat,...
Bangun Indonesia Sehat, Kimia Farma Diagnostika dan Pfizer Perkuat Vaksinasi Nasional
Eipstein Files : Covid-19,...
Eipstein Files : Covid-19, Konspirasi Tingkat Atas?
Rekomendasi
Sucofindo Gelar ENSIA...
Sucofindo Gelar ENSIA 2026, Dorong Inovasi Berkelanjutan
Kajian 13 Proyek Hilirisasi...
Kajian 13 Proyek Hilirisasi Rampung Juli, Nilainya Ditaksir Capai Rp239 Triliun
BYD M6 DM Diklaim Irit...
BYD M6 DM Diklaim Irit 65 Km/Liter, Sudah Diuji 150 Km Nyaris Tanpa Minum Bensin
Berita Terkini
Pengamat Kebijakan Publik...
Pengamat Kebijakan Publik Apresiasi Arah Baru BGN, Transparansi dan Refocusing MBG
Waka BGN Sony Sonjaya...
Waka BGN Sony Sonjaya Ajukan Justice Collaborator, Kejagung Bakal Periksa Pekan Depan
Penampakan Andri Mulyono...
Penampakan Andri Mulyono Pakai Rompi Tahanan usai Jadi Tersangka Baru Pengadaan Motor Listrik BGN
Kejagung: Tersangka...
Kejagung: Tersangka Andri Mulyono Mark up Pengadaan Motor Listrik BGN
Tepis Isu Menguntungkan...
Tepis Isu Menguntungkan Kapolri, Pakar: UU Polri Baru Berpihak pada Kepentingan Publik
Refly Harun Pertanyakan...
Refly Harun Pertanyakan Nasib Kasus Roy Suryo Cs: Sudah 30 Kali Wajib Lapor, Kasus Belum Jelas
Infografis
Studi: Makan setelah...
Studi: Makan setelah Jam 9 Malam Bisa Tingkatkan Risiko Stroke
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved