Menristek Siapkan Rp300 Miliar untuk Uji Klinis Vaksin Merah Putih
Jum'at, 06 November 2020 - 14:15 WIB
loading...
Menristek Bambang Brojonegoro menyatakan telah menyiapkan anggaran Rp300 miliar untuk uji klinis vaksin merah putih. Foto/ist
A
A
A
JAKARTA - Kementerian Riset dan Teknologi ( Kemristek ) memastikan tidak main-main untuk mengembangkan vaksin Covid-19. Hal ini dibuktikan dengan gelontoran anggaran besar untuk penelitian dan pengembangan yang dilakukan sejumlah perguruan tinggi dan Lembaga Biologi Molekuler Eijkman.
Menteri Riset dan Teknologi (Menristek) Bambang Brodjonegoro menyatakan kementeriannya telah memberikan tambahan anggaran sebesar Rp10 miliar kepada Eijkman untuk pengembangan vaksin Covid-19. Eijkman merupakan salah satu lembaga yang memiliki peralatan laboratorium lengkap untuk meneliti virus Sars Cov-II.
“Nanti agak besar itu di uji klinis. Kita menganggarkan Rp300 miliar agar bisa dilakukan secara lancar. Berikutnya, kalau sudah sampai pabrik, itu tergantung pada Bio Farma berapa biaya produksi per dosisnya,” ujarnya dalam wawancara khusus dengan SINDOnews, Jumat (6/11/2020).
(Baca: Pastikan Vaksin COVID-19 Halal, Pemerintah Libatkan Organisasi Keagamaan)
Bambang menerangkan kemungkinan vaksin dari Eijkman ini bisa diproduksi massal pada kuartal IV tahun 2021. Saat ini, uji coba pada hewan telah memasuki tahap akhir.
Bambang menjelaskan dengan sokongan dana dari anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) diharapkan harga vaksin dalam negeri ini bisa lebih murah.
Sementara itu, vaksin dari luar negeri akan lebih mahal karena ada biaya-biaya lain yang harus dibayar, seperti riset dan paten.
Menteri Riset dan Teknologi (Menristek) Bambang Brodjonegoro menyatakan kementeriannya telah memberikan tambahan anggaran sebesar Rp10 miliar kepada Eijkman untuk pengembangan vaksin Covid-19. Eijkman merupakan salah satu lembaga yang memiliki peralatan laboratorium lengkap untuk meneliti virus Sars Cov-II.
“Nanti agak besar itu di uji klinis. Kita menganggarkan Rp300 miliar agar bisa dilakukan secara lancar. Berikutnya, kalau sudah sampai pabrik, itu tergantung pada Bio Farma berapa biaya produksi per dosisnya,” ujarnya dalam wawancara khusus dengan SINDOnews, Jumat (6/11/2020).
(Baca: Pastikan Vaksin COVID-19 Halal, Pemerintah Libatkan Organisasi Keagamaan)
Bambang menerangkan kemungkinan vaksin dari Eijkman ini bisa diproduksi massal pada kuartal IV tahun 2021. Saat ini, uji coba pada hewan telah memasuki tahap akhir.
Bambang menjelaskan dengan sokongan dana dari anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) diharapkan harga vaksin dalam negeri ini bisa lebih murah.
Sementara itu, vaksin dari luar negeri akan lebih mahal karena ada biaya-biaya lain yang harus dibayar, seperti riset dan paten.
Lihat Juga :