Pastikan Vaksin COVID-19 Halal, Pemerintah Libatkan Organisasi Keagamaan
Kamis, 05 November 2020 - 13:24 WIB
loading...
Pemerintah dalam pengembangan vaksin COVID-19 terus melibatkan berbagai organisasi keagamaan untuk memastikan informasi yang cukup tentang vaksin. FOTO/DOK.REUTERS
A
A
A
JAKARTA - Tenaga Ahli Utama Kedeputian V Kantor Staf Presiden (KSP) Rumadi Ahmad mengatakan pemerintah menghargai upaya berbagai pihak yang tengah mencari tahu kehalalan vaksin COVID-19 . Namun dia meminta agar masyarakat jangan mudah terprovokasi terhadap penolakan vaksin sebelum ada pernyataan resmi dari lembaga terkait.
Rumadi mengungkapkan bahwa pemerintah dalam pengembangan vaksincorona terus melibatkan berbagai organisasi keagamaan untuk memastikan informasi yang cukup tentang vaksin. "Pemerintah ingin ada keterbukaan informasi terkait produksi vaksin," kata Rumadi Ahmad melalui keterangan resminya, Kamis (5/11/2020).
Dia mengungkapkan bahwa vaksin merupakan ikhtiar untuk mencegah adanya penyakit. Sudah seharusnya berbagai riset untuk mencari vaksin harus didukung. "Kata rasul, likulli da'in dawaa' atau setiap penyakit pasti ada obatnya. Namun obat harus diupayakan dan dicari, tidak datang dengan sendirinya," ujarnya. (Baca juga: Perbedaan Vaksin, Vaksinasi dan Imunisasi, Ini Penjelasan UNICEF )
Rumadi yakin para ulama mempunyai perangkat keilmuan dan juga kearifan untuk tidak menghalangi penggunaan vaksin. Meskipun jika nantinya vaksin yang tersedia belum bisa dipastikan kehalalannya. Namun, Rumadi mengatakan bahwa pada prinsipnya segala sesuatu yang masuk dan dikonsumsi umat Islam sangat penting memastikan kehalalan.
"Tapi dalam keadaan darurat, jika belum ada obat yang lain, Islam tidak melarang mengkonsumsi obat tersebut," ujarnya.
Rumadi mengungkapkan bahwa pemerintah dalam pengembangan vaksincorona terus melibatkan berbagai organisasi keagamaan untuk memastikan informasi yang cukup tentang vaksin. "Pemerintah ingin ada keterbukaan informasi terkait produksi vaksin," kata Rumadi Ahmad melalui keterangan resminya, Kamis (5/11/2020).
Dia mengungkapkan bahwa vaksin merupakan ikhtiar untuk mencegah adanya penyakit. Sudah seharusnya berbagai riset untuk mencari vaksin harus didukung. "Kata rasul, likulli da'in dawaa' atau setiap penyakit pasti ada obatnya. Namun obat harus diupayakan dan dicari, tidak datang dengan sendirinya," ujarnya. (Baca juga: Perbedaan Vaksin, Vaksinasi dan Imunisasi, Ini Penjelasan UNICEF )
Rumadi yakin para ulama mempunyai perangkat keilmuan dan juga kearifan untuk tidak menghalangi penggunaan vaksin. Meskipun jika nantinya vaksin yang tersedia belum bisa dipastikan kehalalannya. Namun, Rumadi mengatakan bahwa pada prinsipnya segala sesuatu yang masuk dan dikonsumsi umat Islam sangat penting memastikan kehalalan.
"Tapi dalam keadaan darurat, jika belum ada obat yang lain, Islam tidak melarang mengkonsumsi obat tersebut," ujarnya.
Lihat Juga :