Eks Kepala Bappenas Sebut Saat Ini Momen Terbaik Memindahkan Ibu Kota
Jum'at, 08 Desember 2023 - 21:20 WIB
loading...
Mantan Menteri PPN/Kepala Bappenas 2016-2019, Bambang Brodjonegoro mengatakan bahwa saat ini adalah momen terbaik untuk memindahkan Ibu Kota dari Jakarta menuju IKN. Foto/Setneg
A
A
A
JAKARTA - Mantan Menteri PPN/Kepala Bappenas 2016-2019, Bambang Brodjonegoro mengatakan bahwa saat ini adalah momen terbaik untuk memindahkan Ibu Kota dari Jakarta menuju Ibu Kota Nusantara (IKN) . Peluang ini bisa dimanfaatkan bukan hanya untuk membangun kota impian tapi juga mengeluarkan Indonesia dari middle income trap.
Bahkan, dia menyebut peluang ini sebagai kesempatan sekali seumur hidup. Salah satu faktor yang memperkuat keyakinan Bambang adalah kehadiran bonus demografi di Indonesia, yaitu ketika jumlah populasi dengan usia produktif (15-64 tahun) lebih banyak dari populasi non-produktif (65 tahun ke atas).Baca juga: Anies Baswedan Sebut IKN Hanya Untungkan Aparatur Negara, Mahfud MD Bilang Begini
“Ini adalah once in a life time opportunity. Karena kalau kita melewatkan masa bonus demografi ini, khawatirnya kita belum naik kelas saat kita populasi kita sudah jadi aging (menua). Nanti susah untuk kembali muda,” ujar Bambang dalam diskusi bertajuk 'IKN, Jembatan Masa Kini dan Depan yang berlangsung' di Media Center Indonesia Maju, Jakarta, Kamis (7/12/2023).
Kehadiran usia produktif, menurut Bambang, terbukti mampu mengeluarkan banyak negara dari middle income trap kemudian naik kelas menjadi negara maju. Oleh sebab itu, dia mengingatkan seluruh elemen masyarakat supaya tidak terlena dengan peluang ini.
“Bonus itu kan sesuatu yang tidak kita harapkan tiba-tiba ada. Indonesia begitu, tahu-tahu punya penduduk usia muda yang produktif, itu bonus. Tapi kita nggak boleh kesenangan, tidak boleh relax. Justru ini adalah golden opportunity untuk keluar dari jebakan kelas menengah, seperi Jepang dan Korea Selatan,” jelas Bambang.
Bahkan, dia menyebut peluang ini sebagai kesempatan sekali seumur hidup. Salah satu faktor yang memperkuat keyakinan Bambang adalah kehadiran bonus demografi di Indonesia, yaitu ketika jumlah populasi dengan usia produktif (15-64 tahun) lebih banyak dari populasi non-produktif (65 tahun ke atas).Baca juga: Anies Baswedan Sebut IKN Hanya Untungkan Aparatur Negara, Mahfud MD Bilang Begini
“Ini adalah once in a life time opportunity. Karena kalau kita melewatkan masa bonus demografi ini, khawatirnya kita belum naik kelas saat kita populasi kita sudah jadi aging (menua). Nanti susah untuk kembali muda,” ujar Bambang dalam diskusi bertajuk 'IKN, Jembatan Masa Kini dan Depan yang berlangsung' di Media Center Indonesia Maju, Jakarta, Kamis (7/12/2023).
Kehadiran usia produktif, menurut Bambang, terbukti mampu mengeluarkan banyak negara dari middle income trap kemudian naik kelas menjadi negara maju. Oleh sebab itu, dia mengingatkan seluruh elemen masyarakat supaya tidak terlena dengan peluang ini.
“Bonus itu kan sesuatu yang tidak kita harapkan tiba-tiba ada. Indonesia begitu, tahu-tahu punya penduduk usia muda yang produktif, itu bonus. Tapi kita nggak boleh kesenangan, tidak boleh relax. Justru ini adalah golden opportunity untuk keluar dari jebakan kelas menengah, seperi Jepang dan Korea Selatan,” jelas Bambang.
Lihat Juga :