Pengamat Prediksi Ketegangan Militer Turun Jika Joe Biden Jadi Presiden

Kamis, 05 November 2020 - 15:27 WIB
loading...
Pengamat Prediksi Ketegangan...
Pengamat Militer dan Pertahanan Connie Rahakundini Bakrie menuturkan, bila Joe Biden memenangkan kontenstasi politik negeri Paman Sam, tensi dan persona militer akan sedikit berkurang. Foto/SINDOnews
A A A
JAKARTA - Donald Trump dan Joe Biden tengah bersaing sengit guna mendapatkan kursi Presiden Amerika Serikat. Pertarungan politik itu tak lepas menjadi sorotan karena akan memiliki dampak terhadap dunia, tak terkecuali bidang militer dan pertahanan.

Pengamat Militer dan Pertahanan Connie Rahakundini Bakrie menuturkan, bila Joe Biden memenangkan kontenstasi politik negeri Paman Sam, tensi dan persona militer akan sedikit berkurang. Hal itu dikarenakan fokus Biden yang lebih mengarah kepada masalah ekonomi. "Biden ini kalau kita lihat dari isu kawasan, dia akan cenderung lebih berorientasi pada peningkatan trade ekonomi kepada Tiongkok. Jadi secara militeristik, tensinya ya agak berkurang. Keliatannya mendorong hubungan itu lebih kepada soft power," ujarnya ketika dihubungi melalui sambungan telepon, Kamis (5/11/2020). (Baca juga: Joe Biden Lebih Dialogis, Tensi Ketegangan di LCS Diharapkan Menurun)

Lebih lanjut Connie menjelaskan, Biden merupakan sosok yang lebih mengedepankan inovasi dan moderenisasi ketimbang Donald Trump. Nantinya, militer Indonesia akan lebih sering berhadapan dengan hal-hal yang berbau teknologi Artificial Intelligence (AI). "Kalau dilihat dari masalah pertahanan, sepertinya dia orang yang lebih kepada inovasi, kepada artificial intelligence. Jadi kita akan cenderung ketemu lawan atau militer yang di Indo-Pasifik nanti lebih ke arah sana, seperti pesawat tidak berawak, atau kemampuan AI lainnya," tuturnya. (Baca juga: Momentum AS Kokohkan Pimpin Dunia)

Menurutnya, hal itulah yang sebenarnya lebih berbahaya. Connie menduga, Biden tidak akan mengikuti langkah Trump yang cenderung fokus membangun pangkalan militer di daerah sekutunya. "Ini berpotensi mengerikan, dalam arti kekuatan yang musti kita bangun adalah pengawasan antikecerdasan buatan. Dia juga akan mengurangi pembangunan pangkalan militer model Trump. Kalau kita berbicara Trump itu akan betul-betul menguatkan penyebaran pangkalan militer, seperti di Guam dan di Papua Nugini. Apakah ini akan makin diperkuat dengan Biden saya kurang yakin," katanya. (Baca juga: Tim Kampanye Biden Nyatakan Siap Bertarung dengan Trump di Mahkamah Agung)

Tak hanya itu, sambung Connie, bilamana Biden menang, Amerika tak segan-segan memutus kerja sama militernya dengan Arab Saudi atau Yaman. Menurutnya, hal itulah yang harus dipertimbangkan, Biden akan melanjutkannya ke arah mana. "Dia mungkin juga mengakhiri dukungan militer kepada perang-perang yang dipimpin Arab Saudi atau Yaman. Penjualan senjata ke Riyadh yang secara historis menjadi mitranya Amerika, akan diakhiri. Kita harus berpikir kalau Biden ini akan melarikannya kemana?" ungkapnya.

(cip)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Bos FBI Temui Prabowo,...
Bos FBI Temui Prabowo, Artefak Papua yang Diselundupkan ke AS Kembali ke Indonesia
Perang Iran Menjadi...
Perang Iran Menjadi Warisan Buruk Kebijakan Luar Negeri Amerika Serikat
AS Rayakan 250 Tahun...
AS Rayakan 250 Tahun Kemerdekaan, Soroti Masa Depan Kemitraan Strategis dengan Indonesia
Indonesia di Antara...
Indonesia di Antara Quantum Warfare dan Multipolaritas
Komisi I Ingatkan Pemerintah...
Komisi I Ingatkan Pemerintah Hati-hati Jadikan Bandara Kertajati sebagai Bengkel Pesawat Hercules
Isu Bandara Kertajati...
Isu Bandara Kertajati Jadi Pangkalan Militer Amerika, Kemhan: Belum Ada Putusan Final
IRGC pada Warga Kuwait:...
IRGC pada Warga Kuwait: Amerika Serikat, Bukan Iran, yang Langgar Kedaulatan Anda
AS Terus Serang Iran...
AS Terus Serang Iran tapi Malah Ketakutan, Peringatkan Warganya di Seluruh Dunia
Menlu Rubio Klaim Iran...
Menlu Rubio Klaim Iran Memohon Kesepakatan dengan AS, Ancam 1 Kepala untuk 1 Mata
Rekomendasi
Gonjang-ganjing Sektor...
Gonjang-ganjing Sektor Energi, Singapura Rombak Kabinet Besar-besaran
Tak Hanya di Bali, PFII...
Tak Hanya di Bali, PFII Juga Akan Dibangun di Jakarta
Hari Anak Nasional,...
Hari Anak Nasional, Jasa Raharja Ajak Generasi Muda Jadi Pelopor Keselamatan
Berita Terkini
Yane Bima Arya Harap...
Yane Bima Arya Harap Setiap Anak Peroleh Kasih Sayang dan Rasa Aman
90 AKBP Dapat Promosi...
90 AKBP Dapat Promosi Jabatan Jadi Kombes Pol pada Mutasi Juni 2026, Ini Namanya
Samin Tan Cs Segera...
Samin Tan Cs Segera Disidang Kasus Korupsi Tambang
Abdullah Alkatiri Yakin...
Abdullah Alkatiri Yakin JPU Tidak Bakal Mendakwa Ulang Dokter Tifa
Momen Keakraban Cak...
Momen Keakraban Cak Imin, Dasco, dan Angela Tanoesoedibjo di Harlah ke-28 PKB
Hadiri Harlah ke-28...
Hadiri Harlah ke-28 PKB, Partai Perindo Ajak Kolaborasi Bangun Ekonomi Kerakyatan
Infografis
5 Negara Terancam setelah...
5 Negara Terancam setelah Donald Trump Kembali Jadi Presiden AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved