Kekecewaan Milenial terhadap Demokrasi adalah Senjakala Parpol

Senin, 26 Oktober 2020 - 14:19 WIB
loading...
Kekecewaan Milenial...
Kaum milenial sangat mungkin kekecewaan terhadap demokrasi dengan tidak lagi melirik partai politik sebagai sarana menyalurkan aspirasi politik mereka. Foto/dok.SINDOnews
A A A
JAKARTA - Kekecewaan kelompok usia muda atau biasa disebut kaum milenial terhadap sistem demokrasi merupakan tamparan keras terhadap praktik bernegara di Indonesia. Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme (KKN), serta sejumlah praktik buruk membuat mereka tidak percaya lagi dengan demokrasi .

Wakil Direktur Eksekutif Pusat Kajian Politik FISIP Universitas Indonesia (UI) Hurriyah mengatakan sebenarnya kelompok anak muda ini mempunyai idealisme. Mereka mempunyai keinginan kuat untuk mendobrak sistem.

Meskipun kerap distigma apatis terhadap politik, mereka kerap muncul pada momentum-momentum penting. Misalnya, anak-anak muda turun berdemonstrasi di sejumlah daerah untuk memprotes pengesahan Undang-Undang (UU) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Cipta Kerja.

Harus diakui gaya milenial memang ada yang berbeda. Suara mereka tidak hanya di jalanan, tetapi sangat nyaring di berbagai platform media sosial (medsos). “Walaupun mereka tidak tertarik dengan dunia politik. Ini kan kontras,” ucap Hurriyah dihubungi Minggu (25/10/2020).

(Baca: Dua Alasan Utama Milenial Kecewa Terhadap Demokrasi)

Dia mewanti-wanti dampak negatif dari ketidaktarikan mereka terhadap politik. Dalam benak mereka, tumbuh persepsi politik itu kotor. Para milenial itu, menurutnya, sangat antipati terhadap partai politik (parpol).

Pada tahun 2014, gerakan relawan itu begitu masif mendukung calon presiden. Namun, dukungan itu tidak sebanding dengan yang diberikan ke parpol. “Bagaimana tren Jokowi pada 2014 suaranya tinggi. PDIP tidak tinggi banget. ya segitu-gitu saja,” katanya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Usai Putusan MK, Irman...
Usai Putusan MK, Irman Gusman: Saatnya Akhiri Debat Prosedural, Fokus pada Kualitas Demokrasi Daerah
Boni Hargens Sebut Polri...
Boni Hargens Sebut Polri Presisi Tulang Punggung Demokrasi
Prabowo: Kita Butuh...
Prabowo: Kita Butuh Kritik untuk Perbaiki Diri
Pengamat: Penegakan...
Pengamat: Penegakan Hukum Jadi Cermin Kualitas Demokrasi
Demokrasi Belum Utuh...
Demokrasi Belum Utuh Jika Perempuan Masih Minim Keterwakilan
Menata Demokrasi Produktif...
Menata Demokrasi Produktif untuk Kesejahteraan Lintas Generasi
Siapa Jimmy Lai? Taipan...
Siapa Jimmy Lai? Taipan Pro-demokrasi Hong Kong yang Divonis 20 Tahun Penjara
Separuh Penduduk Barat...
Separuh Penduduk Barat Yakin Demokasi Sudah Lumpuh, Apa Pemicunya?
7 Juta Warga AS Turun...
7 Juta Warga AS Turun ke Jalanan Lawan Trump dengan Gerakan No Kings, Ini 6 Alasannya
Rekomendasi
Peluang Cristiano Ronaldo...
Peluang Cristiano Ronaldo Tampil di Piala Dunia 2030 Masih Terbuka
Jetex dan Republik Manor...
Jetex dan Republik Manor Sinergi Kembangkan Layanan Aviasi Privat di Indonesia
Belgia Patahkan Rekor...
Belgia Patahkan Rekor Clean Sheet Spanyol di Babak Pertama
Berita Terkini
TNI di Kejaksaan: Antara...
TNI di Kejaksaan: Antara Persepsi Backing, Kepastian Hukum, dan Konsolidasi Negara
Febrie Adriansyah Mundur...
Febrie Adriansyah Mundur dari Jampidsus, Pengamat: Proses Hukum Harus Tetap Berjalan
Dekopin Tegaskan Komitmen...
Dekopin Tegaskan Komitmen Modernisasi Koperasi melalui Estafet Generasi Muda
Sugiono Bertemu Menlu...
Sugiono Bertemu Menlu Iran saat Hadiri Pemakaman Ali Khamenei
Adara Ajak Masyarakat...
Adara Ajak Masyarakat Berkarya untuk Al-Aqsa dan Palestina melalui Art & Craft for Palestine
Pesan Prabowo untuk...
Pesan Prabowo untuk Aparat Negara: Benahi Diri, Rakyat Tidak Ingin Ada Korupsi
Infografis
AS Luncurkan Serangan...
AS Luncurkan Serangan Militer Dahsyat terhadap Houthi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved