Ditetapkan Tersangka, Dirut PT PAL Kecipratan Uang Korupsi Rp686 Juta
Kamis, 22 Oktober 2020 - 17:57 WIB
loading...
KPK menyebut Dirut PT PAL Budiman Saleh menerima aliran dana korupsi PT DI sebesar Rp686 juta. Foto/dok.SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi ( KPK ) menetapkan satu tersangka baru terkait pengembangan kasus dugaan korupsi dalam kegiatan penjualan dan pemasaran Di PT Dirgantara Indonesia (Persero) Tahun 2007-2017. Tersangka baru itu yakni, Direktur Utama (Dirut) PT PAL Indonesia (Persero), Budiman Saleh (BUS).
Budiman Saleh diduga turut kecipratan uang panas sejumlah Rp686.185.000 dalam kasus ini. Uang itu disinyalir berasal dari kegiatan penjualan dan pemasaran fiktif PT Dirgantara Indonesia (Persero) Tahun 2007-2017.
"Dari hasil penyidikan sejauh ini, tersangka BUS diduga menerima aliran dana hasil pencairan pembayaran pekerjaan mitra penjualan fiktif tersebut sebesar Rp686.185.000," ujar Deputi Penindakan KPK, Karyoto saat menggelar konpers di kantornya, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Kamis (22/10/2020).
(Baca: KPK Tetapkan Dirut PT PAL Tersangka Kasus Korupsi PT Dirgantara Indonesia)
Budiman Saleh diduga terlibat korupsi ketika menjabat Direktur Aerostructure (2007- 2010); Direktur Aircraft Integration (2010-2012); dan Direktur Niaga dan Restrukturisasi (2012-2017).
Budiman Saleh diduga turut kecipratan uang panas sejumlah Rp686.185.000 dalam kasus ini. Uang itu disinyalir berasal dari kegiatan penjualan dan pemasaran fiktif PT Dirgantara Indonesia (Persero) Tahun 2007-2017.
"Dari hasil penyidikan sejauh ini, tersangka BUS diduga menerima aliran dana hasil pencairan pembayaran pekerjaan mitra penjualan fiktif tersebut sebesar Rp686.185.000," ujar Deputi Penindakan KPK, Karyoto saat menggelar konpers di kantornya, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Kamis (22/10/2020).
(Baca: KPK Tetapkan Dirut PT PAL Tersangka Kasus Korupsi PT Dirgantara Indonesia)
Budiman Saleh diduga terlibat korupsi ketika menjabat Direktur Aerostructure (2007- 2010); Direktur Aircraft Integration (2010-2012); dan Direktur Niaga dan Restrukturisasi (2012-2017).
Lihat Juga :