Kemenparekraf Siapkan Daerah Hadapi Tren Baru Wisata

loading...
Kemenparekraf Siapkan Daerah Hadapi Tren Baru Wisata
Pemerintah melakukan pembicaraan dengan berbagai negara untuk melakukan travel bubble. Usaha untuk menggerakkan pariwisata nasional dari kedatangan pelancong. Foto/SINDOnews
A+ A-
JAKARTA - Pemerintah masih melakukan pembicaraan dengan berbagai negara untuk melakukan travel bubble. Usaha untuk menggerakkan roda perekonomian dan pariwisata nasional dari kedatangan para pelancong asing.

(Baca juga: Spirit Jogo Tonggo, Menjaga Kesehatan Warga Desa Klari Boyolali di Masa Pandemi Covid-19)

Staf Ahli Bidang Reformasi Birokrasi dan Regulasi Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Ari Juliano Gema menerangkan travel bubble itu bagian dari Travel Corridor Arrangement (TCA) yang melibat berbagai negara. Namun, upaya untuk membuka jalur udara antara satu wilayah di Indonesia dengan negara lain masih dalam tahap pembicaraan.

(Baca juga: TKI Meninggal di Malaysia, Keluarga Diminta Siapkan Uang)



Ari yang merangkap Jubir Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) mengungkapkan, Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Marsudi telah menyampaikan saat ini sudah ada kesepakatan dengan Singapura. Namun, pembukaan pintu gerbang udara antara kedua negara hanya sebatas untuk keperluan bisnis dan dinas. Belum dibuka untuk liburan dan wisata.

Sementara Kementerian Luar Negeri dan Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia melakukan lobi dan pembicaraan dengan berbagai negara, Kemenparekraf menyiapkan daerah-daerah wisata. Hal ini agar ketika ada negara yang setuju melakukan travel bubble, Indonesia sudah siap. Ari menjelaskan pihaknya telah meluncurkan program We Love Bali.

"Bali tetap jadi potensi utama karena dalam berbagai survei top of mine dari wisatawan luar negeri tetap bali. Kemudian daerah lain, seperti Danau Toba, Lombok, dan Raja Ampat. Namun, top of mine masih bali. Itu kenapa Bali coba kita persiapkan bagaimana bisa segera siap apabila memang dalam waktu dekat (dibuka)," ujarnya saat dihubungi SINDOnews, Rabu malam (21/10/2020).



Kemenparekraf mendorong para pelaku pariwisata menerapkan cleanliness, health, safety, dan environment sustainability (CHSE) atau kebersihan, kesehatan, keselamatan, dan kelestarian lingkungan hidup. Kemenparekraf akan memberikan sertifikat bagi pelaku usaha yang telah menjalankan CHSE.
halaman ke-1 dari 2
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top