UU Ciptaker Diprotes, Moeldoko Sebut Pendemo Ikut Menikmati Jika Investasi Masuk

Rabu, 21 Oktober 2020 - 20:45 WIB
loading...
UU Ciptaker Diprotes,...
Kepala Staf Kepresidenan (KSP), Moeldoko mengatakan salah satu latar belakang lahirnya UU Ciptaker adalah berkaitan dengan penyediaan lapangan kerja. Foto/SINDOnews
A A A
JAKARTA - Kepala Staf Kepresidenan (KSP), Moeldoko mengatakan salah satu latar belakang lahirnya Undang-undang Cipta Kerja ( UU Ciptaker ) adalah berkaitan dengan penyediaan lapangan kerja. Dia menuturkan bahwa angkatan kerja baru selalu muncul tiap tahunnya sebesar Rp2,9 juta orang. Selain itu masih ada angka pengangguran sebelumnya 6,5 juta jiwa.

“Faktor pandemi ini memunculkan kondisi masyarakat baru yang hilang dari pekerjaannya kurang lebih 3,5 juta. Baik oleh PHK atau pekerjaan informal yang tadinya dijalankan menjadi tidak lagi dijalankan,” ujarnya di kantornya, Jakarta, Selasa (21/10/2020). (Baca juga: Mahasiswa Diminta Waspadai Penumpang Gelap dalam Aksi Demo UU Ciptaker)

Kebutuhan akan lapangan kerja juga nampak dari antusiasme pendaftaran Kartu Prakerja. “Kartu Prakerja yang kemarin saya baru dengar 3,3 juta, tiga hari berikutnya sudah 4,2 juta. Ini kondisi riil,” ungkapnya.

Menurutnya kondisi ini harus diselesaikan oleh pemerintah. Di sisi lain dia mengatakan bahwa sebagaimana amanat konstitusi pemerintah harus menciptakan kesejahteraan umum. “Salah satu kesejahteraan umum yang dibangun oleh presiden adalah bagaimana menyiapkan calon-calon pencari kerja ini untuk mendapatkan pekerjaan,” jelasnya.

Selain itu, Indonesia mengalami hyper regulation atau regulasi yang berlebihan dan juga berbelit-belit. Kemudian dia juga mengatakan perlunya harmonisasi regulasi yang ada untuk memberikan kepastian.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
DPR Tunggu Hasil Pembahasan...
DPR Tunggu Hasil Pembahasan Tim Perumus Buruh dan Apindo untuk RUU Ciptaker
Tindak Lanjuti Putusan...
Tindak Lanjuti Putusan MK, Dasco: DPR dan Pemerintah Bakal Bikin UU Ketenagakerjaan Baru
Pemerintah Tak Siap...
Pemerintah Tak Siap dan DPR Mangkir, Sidang Gugatan PSN di MK Diundur
Masyarakat Adat Gelar...
Masyarakat Adat Gelar Ritual Doa di MK sebelum Sidang Gugatan PSN
Terpilih Jadi Ketum...
Terpilih Jadi Ketum DPN HKTI secara Aklamasi, Sudaryono: Dualisme Kita Sudahi Per Hari Ini
Kubu Tom Lembong Minta...
Kubu Tom Lembong Minta Dihadirkan Moeldoko dan Gita Wirjawan di Ruang Sidang
Buruh Wanti-wanti RUU...
Buruh Wanti-wanti RUU Ketenagakerjaan: Jangan Sampai Terulang Omnibus Law Cipta Kerja
Rugi Miliaran, Bareskrim...
Rugi Miliaran, Bareskrim Bongkar Penyelewengan Gas Subsidi
Moeldoko: Tanpa TKDN,...
Moeldoko: Tanpa TKDN, Indonesia Hanya Jadi Pusat Impor Kendaraan Listrik
Rekomendasi
Preview Piala Dunia...
Preview Piala Dunia 2026 Kanada vs Bosnia dan Herzegovina: Batu Sandungan Tuan Rumah
Perkuat Penetrasi Pasar,...
Perkuat Penetrasi Pasar, EVO Group Perbarui Kemasan Life Cat dan Ori Cat
Stafsus Menag Tinjau...
Stafsus Menag Tinjau GKJ Nusukan Solo, Jamin Kebebasan Beribadah
Berita Terkini
Pengamat Kebijakan Publik...
Pengamat Kebijakan Publik Apresiasi Arah Baru BGN, Transparansi dan Refocusing MBG
Waka BGN Sony Sonjaya...
Waka BGN Sony Sonjaya Ajukan Justice Collaborator, Kejagung Bakal Periksa Pekan Depan
Penampakan Andri Mulyono...
Penampakan Andri Mulyono Pakai Rompi Tahanan usai Jadi Tersangka Baru Pengadaan Motor Listrik BGN
Kejagung: Tersangka...
Kejagung: Tersangka Andri Mulyono Mark up Pengadaan Motor Listrik BGN
Tepis Isu Menguntungkan...
Tepis Isu Menguntungkan Kapolri, Pakar: UU Polri Baru Berpihak pada Kepentingan Publik
Refly Harun Pertanyakan...
Refly Harun Pertanyakan Nasib Kasus Roy Suryo Cs: Sudah 30 Kali Wajib Lapor, Kasus Belum Jelas
Infografis
Dzikry Lazuardi, Analis...
Dzikry Lazuardi, Analis Persija yang Dipercaya John Herdman Masuk Tim Pelatih Timnas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved