Demokrat Catat 3 Kegagalan Jokowi-Maruf, Mulai Penanganan COVID-19 hingga Tindakan Represif
Rabu, 21 Oktober 2020 - 18:32 WIB
loading...
Wasekjen DPP Partai Demokrat, Irwan mencatat 3 kegagalan di usia 1 tahun Pemerintahan Joko Widodo (Jokowi)-Maruf Amin atau periode kedua kepemimpinan Jokowi. Foto/dpr.go.id
A
A
A
JAKARTA - Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) DPP Partai Demokrat , Irwan mencatat 3 kegagalan di usia 1 tahun Pemerintahan Joko Widodo (Jokowi)-Maruf Amin atau periode kedua kepemimpinan Jokowi. Kegagalan itu masih nampak hingga hari ini.
"Saya mencatat tiga kegagalan pemerintahan Jokowi setelah satu tahun berkuasa pada priode kedua pemerintahannya. Di mana ditandai dengan merebaknya pandemi COVID-19 di awal pelantikannya," ujar Irwan kepada wartawan, Rabu (21/10/2020). (Baca juga: Kritik dan Pujian Fraksi PKS untuk Satu Tahun Jokowi-Ma'ruf Amin)
Pertama, Irwan melihat, Jokowi gagal dalam menangani pandemi COVID-19 di Tanah Air. Pemerintah terbukti lamban dalam mengambil kebijakan yang tepat. Terlepas dari tidak memilih lockdown dan memilih Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), pemerintah faktanya lamban dalam menutup kegiatan-kegiatan di berbagai sektor seperti bisnis, sekolah, dan membatasi perjalanan antarkota dan antarprovinsi.
"Bahkan sudah lambat pembatasan itu, tetapi justru pemerintah dengan sangat cepat mencabut pembatasan sosial berskala besar dan menerapkan new normal bahkan ketika kasus justru terus meningkat," bebernya.
Kedua, sambung legislator asal Kalimantan Timur itu, Pemerintah Jokowi gagal dalam program memulihkan ekonomi nasional. Jokowi bersama para pembantunya gagal menyelamatkan Indonesia dari jurang resesi pada kuartal III tahun 2020. Faktanya, realisasi pertumbuhan ekonomi atau produk domestik bruto (PDB) pada kuartal II tahun ini minus 5,32%. Sementara kuartal III dipastikan minus dengan proyeksi antara -2,9% sampai -1%.
"Saya mencatat tiga kegagalan pemerintahan Jokowi setelah satu tahun berkuasa pada priode kedua pemerintahannya. Di mana ditandai dengan merebaknya pandemi COVID-19 di awal pelantikannya," ujar Irwan kepada wartawan, Rabu (21/10/2020). (Baca juga: Kritik dan Pujian Fraksi PKS untuk Satu Tahun Jokowi-Ma'ruf Amin)
Pertama, Irwan melihat, Jokowi gagal dalam menangani pandemi COVID-19 di Tanah Air. Pemerintah terbukti lamban dalam mengambil kebijakan yang tepat. Terlepas dari tidak memilih lockdown dan memilih Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), pemerintah faktanya lamban dalam menutup kegiatan-kegiatan di berbagai sektor seperti bisnis, sekolah, dan membatasi perjalanan antarkota dan antarprovinsi.
"Bahkan sudah lambat pembatasan itu, tetapi justru pemerintah dengan sangat cepat mencabut pembatasan sosial berskala besar dan menerapkan new normal bahkan ketika kasus justru terus meningkat," bebernya.
Kedua, sambung legislator asal Kalimantan Timur itu, Pemerintah Jokowi gagal dalam program memulihkan ekonomi nasional. Jokowi bersama para pembantunya gagal menyelamatkan Indonesia dari jurang resesi pada kuartal III tahun 2020. Faktanya, realisasi pertumbuhan ekonomi atau produk domestik bruto (PDB) pada kuartal II tahun ini minus 5,32%. Sementara kuartal III dipastikan minus dengan proyeksi antara -2,9% sampai -1%.
Lihat Juga :