Televisi Jadi Media Pilihan Masyarakat di Era Pandemi Covid-19

Rabu, 21 Oktober 2020 - 18:12 WIB
loading...
Televisi Jadi Media...
Saat ini televisi menjadi pilihan masyarakat, terutama di era pandemi Covid-19 yang menuntut masyarakat untuk melakukan aktivitas di rumah. Foto/Ilustrasi/SINDOnews
A A A
JAKARTA - Ketua Komisi I DPR, Meutya Hafid mengatakan saat ini televisi menjadi pilihan masyarakat, terutama di era pandemi Covid-19 yang menuntut masyarakat untuk melakukan aktivitas dari rumah.

Televisi, kata Meutya, juga masih menjadi pilihan utama masyarakat meskipun ada kemajuan digitalisasi media. “Televisi masih menjadi pilihan masyarakat, kita tahu bahwa ada peralihan kebiasaan dari cetak kemudian ke media televisi, dan kemudian sekarang media cetak mulai ditinggalkan dengan kemajuan digitalisasi,” katanya dalam acara Gerakan Literasi Sejuta Pemirsa dengan tema Berkreasi Melalui Media Penyiaran di Era Digital secara virtual, Rabu (21/10/2020).(Baca juga: Program Ajang Pencarian Bakat di Televisi Beri Efek Positif )

Meutya pun mengatakan dari data Nielsen Indonesia bahwa penonton televisi saat ini masih di atas 85%. “Juga televisi tentu saat ini masih nomor satu, tapi di saat bersamaan televisi juga memiliki tantangan baru karena harus berhadapan dengan tayangan-tayangan yang ada di sosial media. Tapi yang nonton televisi saat ini di saat pandemi masih di atas 85 persen. Sangat banyak,” katanya.

Bahkan, kata Meutya sejak implementasi work from home dan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) jumlah pemirsa televisi meningkat diatas rata-rata 12% lebih tinggi dari periode normal. “Jumlah penonton di segmen kelas atas meningkat sebesar 14% dengan durasi menonton televisi juga meningkat lima jam 46 menit. karena memang orang saat ini lebih banyak di rumah,” tuturnya.

Meutya pun mengatakan berdasarkan hasil pantauan Nielsen tahun 2020, Television Audience Measurement (TAM) di 11 kota pada masa pandemi Covid-19 menunjukkan rata-rata kepemirsaan televisi mulai meningkat. Dari rata-rata rating 12% di tanggal 11 Maret menjadi 13,8% di 18 Maret atau setara dengan penambahan sekitar 1 juta pemirsa.

“Jadi ini yang ingin disampaikan bahwa televisi masih menjadi sarana yang cukup powerfull dalam bentuk atau media yang powerfull dibandingkan dengan media-media yang lain yang ada,” papar Meutya.
(dam)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Tepis Media Nasional...
Tepis Media Nasional Tak Liput Demo Mahasiswa, KPI Sebut 9 Televisi Telah Memberitakan
Anugerah KPI 2025, Sebanyak...
Anugerah KPI 2025, Sebanyak 381 Program TV dan Radio Diperlombakan
Covid-19 di Asia Naik,...
Covid-19 di Asia Naik, Mantan Komandan Satgas RS Wisma Atlet Imbau Masyarakat Waspada
Alumni Relawan RSDC...
Alumni Relawan RSDC Wisma Atlet Hadiri Reuni dan Halalbihalal di Markas Marinir
Mitigasi Inklusif Kolaboratif...
Mitigasi Inklusif Kolaboratif Organisasi Jadi Model Ideal Hadapi Bencana Non Alam Pandemi
PN Ternate Vonis PT...
PN Ternate Vonis PT Kieraha Media Televisi Akibat Siarkan Konten MNC Group Secara Ilegal
RCTI Beda Resmi Dimulai:...
RCTI Beda Resmi Dimulai: Transformasi Besar untuk Era Hiburan
PKB Kecam Program Acara...
PKB Kecam Program Acara yang Lecehkan Pimpinan Ponpes Lirboyo
Road to Amazing 23,...
Road to Amazing 23, Deretan Tayangan Spesial Sambut Perayaan Ulang Tahun GTV ke-23!
Rekomendasi
Tak Hanya di Bali, PFII...
Tak Hanya di Bali, PFII Juga Akan Dibangun di Jakarta
SPKS Dorong Riset BPDP...
SPKS Dorong Riset BPDP Hasilkan Teknologi Murah untuk Petani Sawit
Kemitraan untuk Meningkatkan...
Kemitraan untuk Meningkatkan Kualitas Layanan buat Nasabah
Berita Terkini
Dokter Tifa Sudah Siapkan...
Dokter Tifa Sudah Siapkan 2.000 Pertanyaan untuk Jokowi jika Sidang Berlanjut
Perjalanan Rapat Istana...
Perjalanan Rapat Istana Sempat Tertunda, Mentan Amran Turun Tangan Selamatkan Korban Kecelakaan
Eksepsi Dokter Tifa...
Eksepsi Dokter Tifa Dikabulkan Hakim, Pengacara Jokowi Tawarkan Restorative Justice
Puluhan Organisasi Tolak...
Puluhan Organisasi Tolak Penerapan PP No 28/2024 Tentang Kesehatan
Sebut Ada 3 Kancil Politik...
Sebut Ada 3 Kancil Politik Indonesia, Prabowo: Kalau Berkumpul, Bahaya
Dokter Tifa Sudah Pelajari...
Dokter Tifa Sudah Pelajari 10 Ribu Halaman Dokumen BAP sebelum Eksepsi Dikabulkan
Infografis
19 Kampus Indonesia...
19 Kampus Indonesia yang Peringkat Dunianya Melonjak di QS WUR 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved