KPI Ungkap Alasan Kenapa Masih Ada Program Televisi yang Buruk

Rabu, 21 Oktober 2020 - 13:30 WIB
loading...
A A A
"Karena apa? Kalau penontonnya banyak bisa mendapatkan pemasang iklan. Karena pemasang iklan itu yang membiayai produksi, begitu kan. Nah kalau penontonnya sedikit pemasang iklannya sedikit, sehingga tidak ada yang membiayai proses produksi ini," kata Hardly.

Lalu, kenapa menjadi penting? "Ini bagian dari yang kami di KPI ingin mendorong teman-teman semua para pemirsa semua, seluruh masyarakat Indonesia untuk kemudian menjadi bagian dari gerakan literasi (Gerakan Literasi Sejuta Pemirsa) untuk menjadi bagian dari pemirsa yang telah memiliki kapasitas literasi yang baik dengan pemirsa yang kemudian mampu menyeleksi atau memilih program siaran," kata Hardly. (Baca juga: OTT Perlu Diatur UU Penyiaran Demi Kelangsungan Ekonomi Digital Indonesia )

Ia meminta masyarakat untuk pertama, pilihlah program-program siaran yang berkualitas. "Kedua, kritis ketika ada program siaran yang dianggap berdampak atau berpotensi membuat dampak negatif dapat dilaporkan kepada KPI," katanya.

"Lalu ketiga, harapan kita melalui gerakan literasi ini yang paling penting tetapi seringkali dilupakan oleh pemirsa, oleh netizen yaitu adalah mengapresiasi program siaran yang baik dan berkualitas," kata Hardly.
(abd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Tepis Media Nasional...
Tepis Media Nasional Tak Liput Demo Mahasiswa, KPI Sebut 9 Televisi Telah Memberitakan
Pansel Minta Masukan...
Pansel Minta Masukan Publik terhadap Calon Anggota KPI untuk Telusuri Rekam Jejak
Anugerah KPI 2025, Sebanyak...
Anugerah KPI 2025, Sebanyak 381 Program TV dan Radio Diperlombakan
KPI Minta Revisi Undang-Undang...
KPI Minta Revisi Undang-Undang Penyiaran Dipercepat: Media Digital Tidak Ada Pengawasan
DPR Dorong Penguatan...
DPR Dorong Penguatan Regulasi dan Fungsi Sosial Penyiaran
Komisioner KPI Pusat...
Komisioner KPI Pusat Tulus Santoso Ajak Generasi Muda Kembangkan Siaran Positif
Komisioner KPI Tegaskan...
Komisioner KPI Tegaskan Media Penyiaran Wujudkan Keadilan Bagi Perempuan
RCTI Beda Resmi Dimulai:...
RCTI Beda Resmi Dimulai: Transformasi Besar untuk Era Hiburan
KPID DKI Jakarta: Perubahan...
KPID DKI Jakarta: Perubahan Lembaga Penyiaran ke Digital Jadi Tantangan yang Harus Dihadapi
Rekomendasi
Nasabah Mekaar Naik...
Nasabah Mekaar Naik Kelas Capai 2,5 Juta Sepanjang 2025
Trump Ungkap Turki Siap...
Trump Ungkap Turki Siap Gabung Perang Bersama Iran tapi Dicegah AS
Kantongi Pendanaan USD11,3...
Kantongi Pendanaan USD11,3 Juta, FLOQ Pacu Integrasi Teknologi Blockchain
Berita Terkini
Minta Dasco hingga Prabowo...
Minta Dasco hingga Prabowo Beri Atensi Kasus Ijazah Palsu, Ade Darmawan: Jokowi Telah Didiskriminasi
Jumhur Bertemu Co-Chair...
Jumhur Bertemu Co-Chair IAPB, Dukung Indonesia Kembangkan Biodiversity Credit
Pengacara: Penangkapan...
Pengacara: Penangkapan Roy Suryo-Tifa seperti Penculikan para Jenderal di Film
Kapal Induk Garibaldi...
Kapal Induk Garibaldi dan Masa Depan Strategi Maritim Indonesia
Pengacara Roy Suryo:...
Pengacara Roy Suryo: Kami Sudah Siapkan Bukti-bukti Kuat di Sidang Kasus Ijazah Jokowi
Jokowi Bakal Hadir di...
Jokowi Bakal Hadir di Sidang Roy Suryo-Dokter Tifa, Kuasa Hukum: Kalau 100% Terlalu Dini
Infografis
10 Bendera Negara Paling...
10 Bendera Negara Paling Unik di Dunia, Ada yang Bergambar Naga
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved