Uji Fase Tiga Vaksin Covid-19

Rabu, 21 Oktober 2020 - 05:59 WIB
loading...
A A A
Selain itu, Sinovac–dengan mekanisme virus yang di-inaktifkan, diberikan dalam 2 dosis pada hari ke-0 dan ke-14, lalu Wuhan Institute of Biological Products/Sinopharm--dengan mekanisme virus yang di-inaktifkan, diberikan dalam 2 dosis pada hari ke-0 dan ke-21, dan Beijing Institute of Biological Products/Sinopharm--dengan mekanisme virus yang di-inaktifkan, diberikan dalam 2 dosis pada hari ke-0 dan ke-21.

Berikutnya, Moderna/NIAID–dengan mekanisme vaksin RNA, diberikan dalam 2 dosis pada hari ke-0 dan ke-28, lalu BioNTech/Fosun Pharma/Pfizer–dengan mekanisme virus RNA, diberikan dalam 2 dosis pada hari ke-0 dan ke-28, dan Novavax – dengan mekanisme subunit protein, diberikan dalam 2 dosis pada hari ke-0 dan ke-28.

Dari berita di media massa kita membaca bahwa pemerintah sedang dan sudah melakukan komunikasi dengan setidaknya sebagian dari 10 kandidat vaksin tersebut untuk kemungkinan digunakan di Indonesia.

Pada uji klinik fase tiga ini para peneliti akan menyuntikkan kandidat vaksin pada ribuan orang relawan dan dapat juga dilakukan di beberapa negara sekaligus. Sebagian relawan akan mendapat suntikan plasebo, jadi bukan vaksin. Lalu para peneliti akan membandingkan berapa orang yang dapat proteksi dari mereka yang disuntik vaksin dan dibandingkan dengan berapa yang juga dapat proteksi pada mereka yang dapat plasebo saja. Kalau hasilnya menunjukkan proteksi 100%, maka artinya semua yang disuntik kandidat vaksin akan terlindungi dari kemungkinan sakit Covid-19, tapi tentu dapat juga proteksinya tidak 100%, tapi hanya 70% misalnya atau bahkan mungkin 50%.

Kalau sudah ada data proteksi ini, maka baru ditentukan apakah kandidat vaksin ini layak untuk terus diproduksi. Badan yang berwenang akan memutuskan nilai ambang berapa persen yang akan dipakai untuk menentukan apakah sesuatu vaksin layak digunakan atau tidak. Juga akan perlu dinilai berapa lama proteksi itu bertahan, apakah dalam hitungan tahun atau bulan saja sehingga memerlukan suntikan ulang.

Selain menilai efektivitas, maka uji klinik fase tiga ini yang jumlah sampelnya ribuan, akan dapat mendeteksi ada tidaknya efek samping yang jarang frekuensinya. Jenis efek samping ini mungkin saja terlewat pada uji klinik fase satu atau fase dua yang jumlah sampelnya lebih sedikit. Makin besar sampel uji klinik fase tiga, maka tentu akan lebih mungkin menyatakan keamanan pemberiannya kepada orang sehat. Kita juga perlu tahu bahwa mungkin saja dalam pelaksanaan uji klinik fase tiga, maka penelitian dihentikan sementara karena ada laporan satu atau beberapa orang yang kemudian ada keluhan/gangguan kesehatan yang perlu dicermati. Hal ini akan diteliti --biasanya oleh tim independen- untuk menilai apakah keluhan/gangguan kesehatan ini berhubungan dengan pemberian kandidat vaksin atau tidak. Kalau memang tidak ada masalah berarti, maka uji klinik dapat diteruskan, seperti sudah pernah terjadi pada 2 di antara 10 kandidat vaksin tersebut.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Saksikan One on One...
Saksikan One on One di Balik Isu Miris Dunia Medis Bersama Mantan Menkes Siti Fadilah Supari
Bill Gates Bakal Uji...
Bill Gates Bakal Uji Coba Vaksin TBC di Indonesia
Pakar Pastikan Uji Klinis...
Pakar Pastikan Uji Klinis Tahap 1 Vaksin Covid-19 Indonesia Aman
Vaksin Cansino China...
Vaksin Cansino China Pakai Ginjal Embrio Bayi, MUI Fatwakan Haram
Bantu Pasien Covid-19,...
Bantu Pasien Covid-19, Panglima TNI Bangga dengan Nakes dan Non Kesehatan
Penyuntikan Vaksin Nusantara...
Penyuntikan Vaksin Nusantara Semestinya Dalam Koridor Penelitian
Dharma Pongrekun Temui...
Dharma Pongrekun Temui Pramono Sampaikan Hak Tolak, Terkait Uji Coba Vaksin TBC?
Bill Gates Sumbang Rp2,6...
Bill Gates Sumbang Rp2,6 Triliun tapi Minta Uji Vaksin di Indonesia
Ilmuwan Temukan Vaksin...
Ilmuwan Temukan Vaksin untuk Hentikan Kecanduan Narkoba
Rekomendasi
93 Proyek Hidrogen Siap...
93 Proyek Hidrogen Siap Dikembangkan di Indonesia, Nilainya Tembus Rp32 Triliun
PWI Laporkan Hotman...
PWI Laporkan Hotman Paris ke Polisi, Sahroni Yakin Diusut secara Transparan
Bea Cukai Tak Jadi Dibubarkan...
Bea Cukai Tak Jadi Dibubarkan Prabowo, Ini Alasannya
Berita Terkini
Anggaran Rehab-Rekon...
Anggaran Rehab-Rekon Mulai Didistribusikan, Tito Minta K/L Informasikan Rencana Program pada Kepala Daerah
Roy Suryo: Rismon Tak...
Roy Suryo: Rismon Tak Layak Jadi Saksi di Kasus Ijazah Jokowi
Menteri Dody Ungkap...
Menteri Dody Ungkap Masalah Internal Kementerian PU Sangat Serius, Bongkar Berbagai Kasus termasuk Korupsi
OTT di Lombok Barat,...
OTT di Lombok Barat, KPK Sita Barang Bukti Rp9,06 Miliar
Kemendagri Kawal Penanganan...
Kemendagri Kawal Penanganan Tuberkulosis dalam RPJMD, RKPD, hingga APBD
Sangkal Isu Reshuffle,...
Sangkal Isu Reshuffle, Mensesneg: Evaluasi Tak Selalu Berujung Pergantian Menteri
Infografis
Atasi Banjir Jakarta,...
Atasi Banjir Jakarta, Pramono Instruksikan Normalisasi Tiga Sungai
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved