Kebutuhan Vaksin Covid-19 di Indonesia Ditaksir Capai 360-540 Juta

Selasa, 20 Oktober 2020 - 16:08 WIB
loading...
Kebutuhan Vaksin Covid-19...
FOTO/SINDOnews/Ilustrasi
A A A
JAKARTA - Kementerian Riset dan Teknologi atau Badan Riset dan Inovasi Nasional ( BRIN ) menyatakan, pemerintah terus memacu pengembangan vaksin Merah Putih yang dikembangkan di dalam negeri. Demi memperkuat akurasi vaksin tersebut, pemerintah terus melakukan whole genom sequencing untuk mempelajari karakter virus yang bertransmisi di Indonesia.

Menristek sekaligus Kepala BRIN Bambang PS Brodjonegoro mengatakan, hingga saat ini pemerintah telah mengirim atau menyampaikan 114 whole genom sequencing kepada bank data virus influenza dunia atau Global Initiative on Sharing All Influenza Data (GISAID). (Baca juga:Vaksinasi Massal Covid-19 Sulit Dilakukan Serentak)

Untuk mempercepat proses pengembangan vaksin Merah Putih ini, pemerintah telah menggandeng enam lembaga yaitu Eijkman, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Universitas Indonesia, Institut Teknologi Bandung, Universitas Airlangga, dan Universitas Gadjah Mada.

“Kita berharap keenamnya berhasil dan bisa memenuhi syarat utama vaksin, yaitu safety dan efficacy atau aman dan manjur. Karena itu yang paling penting dari vaksin, di samping tentunya kita berharap vaksin ini bisa segera dikembangkan dalam waktu yang relatif cepat,” ujar Bambang dalam konferensi pers secara virtual terkait pengembangan vaksin, terapi, dan inovasi Covid-19, Selasa (20/10/2020). (Baca juga:Pemerintah Tak Ingin Bebankan Masyarakat soal Harga Vaksin)

Bila dilihat dari pengembangan enam vaksin tersebut, diperkirakan paling cepat akan selesai pada awal 2021. Adapun vaksin tersebut yang diserahkan ke Bio Farma adalah berasal dari pengembangan Eijkman dan UI karena tahapannya sudah mendekati atau telah masuk ke tahap uji hewan.

Mantan Kepala Bappenas itu mengungkapkan bahwa kebutuhan vaksin di Indonesia sangat besar. Jika hitungan menggunakan rumus herd immunity atau kekebalan imunitas, maka ada sekitar dua pertiga penduduk harus divaksin alias 180 juta orang. (Baca juga:Bio Farma Mampu Produksi 17 juta Vaksin Sinovac)

“Karena satu orang butuh dua kali vaksin, maka dibutuhkan minimal 360 juta. Kalau semua orang divaksin, maka butuh 270 juta (penduduk) dikali dua, alias 540 juta vaksin. Jadi memang harus ada kapasitas (vaksin) antara 360-540 juta yang barangkali tidak bisa dipenuhi oleh Bio Farma sendirian, yang kapasitasnya tahun depan diperkirakan 250 juta dosis per tahun,” paparnya.

Terkait itu, Bambang mengatakan, pemerintah sudah menggandeng beberapa perusahaan swasta yang bersedia untuk investasi pengembangan atau manufaktur vaksin Covid-19. Mereka di antaranya Kalbe Farma, Sanbe Farma, PT Daewoong Infion, Biotis, dan Tempo Scan.

“Beberapa dari mereka sudah invest dan sudah mengurus izin ke BPOM. Sebagian lagi sedang mempersiapkan rencana investasi dan izin tersebut,” tandasnya.
(nbs)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Covid-19 Meningkat di...
Covid-19 Meningkat di Singapura, Thailand, dan Hong Kong, Kemenkes: Indonesia Aman
AstraZeneca Tuai Polemik...
AstraZeneca Tuai Polemik Usai Kasus Pembekuan Darah, BPOM: Sudah Tak Beredar di Indonesia
Mulai 2024 Vaksin Covid-19...
Mulai 2024 Vaksin Covid-19 Tak Gratis, Yerry Tawalujan Berharap Harganya Terjangkau Peserta BPJS
Subvarian Arcturus Muncul,...
Subvarian Arcturus Muncul, Masyarakat Diminta Segera Vaksin Booster
Wacana Vaksin Covid-19...
Wacana Vaksin Covid-19 Berbayar, Ini Penjelasan Wapres
Komisi IX DPR Minta...
Komisi IX DPR Minta Pemerintah Jamin Ketersediaan Vaksin Covid-19 untuk Anak
Negara Bagian AS Gugat...
Negara Bagian AS Gugat Pfizer atas Klaim Vaksin Covid-19 yang Dianggap Menyesatkan
Pria Ini Disuntik Vaksin...
Pria Ini Disuntik Vaksin Covid-19 Sebanyak 217 Kali, Ini yang Terjadi Padanya
Sekolah Cendekia Harapan...
Sekolah Cendekia Harapan Kenalkan Siswanya dengan Ilmuwan Indonesia yang Mendunia
Rekomendasi
Prancis Favorit, Mbappe...
Prancis Favorit, Mbappe Bidik Rekor Baru saat Hadapi Irak
7 Tahun Warga Mengungsi,...
7 Tahun Warga Mengungsi, Leri Gwijangge Desak Pemerintah Akhiri Krisis Kemanusiaan di Nduga
Sepak Bola Gelorakan...
Sepak Bola Gelorakan Kampanye Dont Stop The Celebration, Ajak Masyarakat Rayakan Kebersamaan
Berita Terkini
APHI Dorong Pemegang...
APHI Dorong Pemegang PBPH Manfaatkan Permenhut untuk Kembangkan Proyek Karbon
Ade Darmawan Minta Jaksa...
Ade Darmawan Minta Jaksa Tolak Segala Intervensi di Kasus Ijazah Jokowi
Nostalgia dengan Fotografi...
Nostalgia dengan Fotografi Analog, Lomography Kini Hadir di Indonesia
Abdul Rahman Golkar...
Abdul Rahman Golkar ke Deddy Sitorus: Krisis Batu Bara Bukan Persoalan Baru
Sidang Kasus Tudingan...
Sidang Kasus Tudingan Ijazah Palsu Jokowi Digelar di PN Jakarta Timur
BKKBN Tekankan Peran...
BKKBN Tekankan Peran Ayah Kunci Pembentukan Karakter Anak
Infografis
10 Universitas Terbaik...
10 Universitas Terbaik di Indonesia Versi THE Asia University Rankings 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved