1 Tahun Jokowi-Ma'ruf, Bidang Hukum dan Pemberantasan Korupsi Alami Kemunduran

Selasa, 20 Oktober 2020 - 07:38 WIB
loading...
1 Tahun Jokowi-Maruf,...
Ahli hukum pidana Universitas Trisakti, Abdul Fickar Hadjar menilai penegakkan hukum dan pemberantasan korupsi alami kemunduran di tahun pertama pemerintahan Jokowi-Maruf Amin. FOTO/DOk.SINDOnews
A A A
JAKARTA - Hari ini pemerintahan Jokowi-Ma'ruf Amin genap berusia 1 tahun. Berbagai pihak pun memberikan catatan terhadap kinerja kabinet Indonesia Maju dan pelbagai kebijakan yang dikeluarkan oleh pemerintah.

Evaluasi antara lain disampaikan ahli hukum pidana Universitas Trisakti, Abdul Fickar Hadjar. Sebagai ahli di bidang hukum, Fickar mengaku sektor penegakan hukum masih perlu dibenahi. "Bidang hukum dan penegakan hukum korupsi mengalami kemunduran," katanya saat dihubungi SINDOnews, Selasa (20/10/2020).

Fickar menuturkan, berbagai undang-undang (UU) terkesan dipaksakan oleh pemerintah, padahal sudah mendapatkan penolakan kuat di masyarakat. Bahkan ia menilai, UU tentang revisi UU KPK hanya 'dikebut' dalam waktu dua minggu selesai. (Baca juga: Setahun Jokowi, Momentum Evaluasi )

Demikian juga, kata Fickar, soal UU minerba, dan terakhir yang menjadi polemik dan menuai protes keras dari masyarakat adalah disahkannya Omnibus law UU Cipta Kerja. Ia pun melihat yang disahkan padahal belum jelas dan pasti UU yang mana.

"Karena perubahan substansi dan jumlah halaman. Bahkan omnibus law ini melahirkan unjuk rasa yang berkepanjangan," ujar Fickar menandaskan. (Baca juga: Satu Tahun Jokowi-Ma'ruf, Kinerja Menteri dan Cara Komunikasi Disorot )
(abd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Penegak Hukum Terkoneksi...
Penegak Hukum Terkoneksi Politik, Ubedilah Badrun: Mestinya Independen
Teken Kerja Sama Hukum,...
Teken Kerja Sama Hukum, Indonesia dan Rusia Perkuat Mutual Legal Assistance
Komnas HAM Diminta Awasi...
Komnas HAM Diminta Awasi Dugaan Kriminalisasi dan Penahanan Sulaiman
Dua Kali Berturut PINTU...
Dua Kali Berturut PINTU Raih Penghargaan Kepatuhan Hukum
Pengamat: Pemberantasan...
Pengamat: Pemberantasan Korupsi Tak Maksimal jika Hanya Berfokus pada Pelaku
Refleksikan Cita-cita...
Refleksikan Cita-cita Bung Karno, PDIP Minta Pemerintah Wujudkan Keadilan Hukum dan Ekonomi
Pengadilan Inggris Butuh...
Pengadilan Inggris Butuh 300 Tahun untuk Selesaikan Tumpukan Kasus
Didukung Rieke Diah...
Didukung Rieke Diah Pitaloka, Nikita Mirzani Makin Optimistis Menang di Sidang PK
Pimpin KAUP FHUP, Sayuti...
Pimpin KAUP FHUP, Sayuti Fokus Koneksi Alumni dan Edukasi Profesi Hukum
Rekomendasi
Kasus Hanania Group,...
Kasus Hanania Group, Awkarin Tegaskan Kerja Sama Hanya Barter Fasilitas Umrah
Kejutan, Jerman Kebobolan...
Kejutan, Jerman Kebobolan Lawan Paraguay di Babak Pertama
3 Alasan Malaysia Lanjutkan...
3 Alasan Malaysia Lanjutkan Pencarian MH370, Operasi Termahal di Dunia
Berita Terkini
Sampaikan Amanah Prabowo,...
Sampaikan Amanah Prabowo, Wamenhaj Salurkan Bantuan untuk Jemaah Haji asal Aceh yang Terlilit Utang
PKS Targetkan 2 Kali...
PKS Targetkan 2 Kali Lipat Legislator Muda di Senayan pada 2029
Histeria Ojol dan Kerentanan...
Histeria Ojol dan Kerentanan Ekstrem Pekerja 'Gig Economy'
Nadiem Makarim Hadapi...
Nadiem Makarim Hadapi Sidang Putusan Kasus Chromebook Hari Ini
MK Putuskan Pembayaran...
MK Putuskan Pembayaran Dana Pensiun Sukarela Bisa Dilakukan Sekaligus atau Berkala
Program Magang Nasional...
Program Magang Nasional 2026 Dibuka, 150 Ribu Lulusan Ikut Magang Bareng Seskab Teddy
Infografis
Lebih dari 1 Juta Tentara...
Lebih dari 1 Juta Tentara Ukraina Tewas dan Terluka
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved