Hadapi Pendemo Besok, Mahfud MD Ingatkan Aparat untuk Tetap Humanis
Senin, 19 Oktober 2020 - 19:24 WIB
loading...
FOTO/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Beberapa massa dari kalangan buruh dan mahasiswa berencana kembali menggelar aksi unjuk rasa terkait omnibus law Undang-Undang (UU) Cipta Kerja di Istana Negara, Jakarta Pusat pada Selasa (20/10/2020). Rencana itu pun bertepatan dengan satu tahun kepemimpinan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Wakil Presiden KH Ma'ruf Amin.
Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD pun mengingatkan kepada aparat penegak hukum yang bertugas di lapangan agar bertindak humanis serta tidak membawa peluru tajam saat menjalankan tugas. (Baca juga:Polda Metro Jaya Tak Keluarkan Izin Demo Aksi Buruh dan Mahasiswa Besok)
"Kepada aparat kepolisian dan semua perangkat keamanan dan ketertiban, diharapkan untuk memperlakukan semua pengunjuk rasa itu dengan humanis. Jangan membawa peluru tajam," tandas Mahfud dalam keterangan video, Senin (19/10/2020).
Dia pun turut mengimbau kepada aparat untuk tidak terprovokasi oleh cara-cara yang dilalukan penyusup ketika hendak membuat rusuh keadaan. Menurut dia, penyusup tersebut akan berupaya mencari kerusuhan dan kemudian mengambinghitamkan pendemo dan aparat. (Baca juga:Glodok Dijaga Ketat Aparat TNI-Polri, Antisipasi Demo BEM SI Besok)
"Saya ingatkan, bukan tidak mungkin di antara pengunjuk rasa ada penyusup yang ingin mencari martir, mencari korban yang kemudian ditudingkan ke aparat. Ini juga sudah masuk di dalam tengarai kami, para penegak hukum dan penjaga Kamtibmas dalam hal ini Kepolisian," tandasnya. (Baca juga:Cegah Demo Anarkis di Ibu Kota, Kapolres dan Dandim Jakbar Gandeng RT/RW)
Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD pun mengingatkan kepada aparat penegak hukum yang bertugas di lapangan agar bertindak humanis serta tidak membawa peluru tajam saat menjalankan tugas. (Baca juga:Polda Metro Jaya Tak Keluarkan Izin Demo Aksi Buruh dan Mahasiswa Besok)
"Kepada aparat kepolisian dan semua perangkat keamanan dan ketertiban, diharapkan untuk memperlakukan semua pengunjuk rasa itu dengan humanis. Jangan membawa peluru tajam," tandas Mahfud dalam keterangan video, Senin (19/10/2020).
Dia pun turut mengimbau kepada aparat untuk tidak terprovokasi oleh cara-cara yang dilalukan penyusup ketika hendak membuat rusuh keadaan. Menurut dia, penyusup tersebut akan berupaya mencari kerusuhan dan kemudian mengambinghitamkan pendemo dan aparat. (Baca juga:Glodok Dijaga Ketat Aparat TNI-Polri, Antisipasi Demo BEM SI Besok)
"Saya ingatkan, bukan tidak mungkin di antara pengunjuk rasa ada penyusup yang ingin mencari martir, mencari korban yang kemudian ditudingkan ke aparat. Ini juga sudah masuk di dalam tengarai kami, para penegak hukum dan penjaga Kamtibmas dalam hal ini Kepolisian," tandasnya. (Baca juga:Cegah Demo Anarkis di Ibu Kota, Kapolres dan Dandim Jakbar Gandeng RT/RW)
Lihat Juga :