Ini Kata 6 Tokoh atas Polemik Ijazah Jokowi

Jum'at, 18 April 2025 - 08:59 WIB
loading...
Ini Kata 6 Tokoh atas...
Mantan Presiden Jokowi memberikan pernyataan setelah Tim Pembela Ulama dan Aktivis (TPUA) menggeruduk rumahnya guna meminta klarifikasi terkait ijazah UGM. Foto/Ary Wahyu Wibowo
A A A
JAKARTA - Isu dugaan ijazah palsu Jokowi kembali mengemuka dalam beberapa waktu terakhir. Sejumlah tokoh yang tergabung dalam Tim Pembela Ulama dan Aktivis (TPUA) menggeruduk kampus Universitas Gadjah Mada (UGM) di Yogyakarta dan kediamaan Joko Widodo (Jokowi) di Solo untuk meminta kejelasan soal ijazah Presiden ke-7 RI tersebut.

Polemik ijazah Jokowi bukan muncul baru saja, tapi telah lama mencuat sejak 2019. Waktu itu, sejumlah pihak mempertanyakan keaslian ijazah Jokowi dari UGM. Kampus ternama milik negara itu telah menyatakan bahwa Jokowi, yang waktu itu menjabat periode kedua Presiden RI, adalah betul alumnus Fakultas Kehutanan yang lulus pada 1985.

Pernyataan resmi UGM itu nyatanya tak menyurutkan tudingan ijazah palsu Jokowi. Pada Oktober 2022, penulis buku Jokowi Undercover, Bambang Tri Mulyono mengajukan gugatan ke Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat terkait dugaan penggunaan ijazah palsu oleh Jokowi saat pencalonan Presiden 2019 tapi gugatan itu dicabut. Bambang Tri sebelumnya, pada 2017, divonis 3 tahun penjara karena buku Jokowi Undercover dinilai melanggar Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE), Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2008 tentang Penghapusan Diskriminasi Ras dan Etnis, serta Pasal 207 KUHP tentang Penghinaan terhadap Penguasa. Setelah mendekam di penjara, ia mendapat pembebasan bersyarat pada Juli 2019.



Bambang Tri kembali masuk bui bersama Sugi Nur Rahardja (Gus Nur) karena dianggap menyebarkan berita bohong melalui podcast di YouTube yang menuduh ijazah Jokowi palsu. Pada 18 April 2023, Pengadilan Negeri Solo menjatuhkan vonis 6 tahun penjara kepada keduanya karena terbukti bersalah menyebarkan ujaran kebencian dan berita bohong yang menimbulkan keonaran.

Setelah lama reda, isu dugaan ijazah palsu Jokowi kembali mencuat dalam beberapa waktu terakhir. Pada Maret 2025, Rismon Sianipar, akademisi yang menyandang gelar dari S1 dan S2 UGM serta Master dan Doktor dari Universitas Yamaguchi, Jepang, mengunggah video di YouTube yang mempertanyakan keaslian ijazah Jokowi dengan alasan penggunaan jenis huruf Times New Roman yang diklaim belum ada pada 1985. Hal ini memicu kembali perdebatan di media sosial.

Keriuhan ijazah palsu Jokowi diramaikan juga oleh KRMT Roy Suryo Notodiprojo atau Roy Suryo, ahli telematika lulusan UGM dan sejumlah tokoh lain. Puncaknya, massa yang tergabung dalam TPUA menggelar demo di UGM dan kediaman Jokowi pada 15-16 April 2025. Mereka menuntut klarifikasi mengenai keaslian ijazah Jokowi. Atas desakan tersebut, Jokowi kemudian menunjukkan ijazahnya kepada wartawan di kediamannya, tapi melarang media untuk memfotonya.

Jokowi mempertimbangkan untuk menempuh jalur hukum karena sudah menjadi fitnah, dan pencemaran nama baik. "Saya mempertimbangkan untuk melaporkan dan membawa ini ke ranah hukum," ucap Jokowi.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Jokowi Bakal Masuk PSI,...
Jokowi Bakal Masuk PSI, Deddy Sitorus PDIP: Terus Terang Kami Tidak Takut
Pakar Hukum: Pernyataan...
Pakar Hukum: Pernyataan Mahfud MD Soal UU Polri Abaikan KPRP Membingungkan
Demonstrasi Ketidakpastian...
Demonstrasi Ketidakpastian Hukum dalam Penanganan Perkara dr Tifa dan Roy Suryo pada Polemik Ijazah Joko Widodo
Harga Pertamax Naik,...
Harga Pertamax Naik, Pengamat UGM: Tak Bisa Ditahan Lagi Pemerintah
Ketum Rampai Nusantara:...
Ketum Rampai Nusantara: Kami Yakin Roy Suryo Akan Segera Ditahan
Roy Suryo Pertanyakan...
Roy Suryo Pertanyakan Legal Standing Ade Darmawan di Kasus Ijazah Jokowi
Kronologi Mahasiswa...
Kronologi Mahasiswa Geruduk Budiman Sudjatmiko, Sudaryono dan Nusron Wahid saat Diskusi di UGM
4.480 Calon Mahasiswa...
4.480 Calon Mahasiswa Diterima di UM UGM CBT 2026, Kedokteran Paling Ketat
Roy Suryo Titip Pesan...
Roy Suryo Titip Pesan ke Massa Aksi Demo: Jangan Disusupi, Aparat Harus Humanis
Rekomendasi
Sambut 1 Muharram, Ulama...
Sambut 1 Muharram, Ulama Ajak Masyarakat Tolak Provokasi dan Jaga Persatuan Umat
Bek Arab Saudi Abdulelah...
Bek Arab Saudi Abdulelah al-Amri Koyak Gawang Uruguay di Babak Pertama
4 Keuntungan Besar Iran...
4 Keuntungan Besar Iran dalam Perjanjian Damai dengan AS, dari Kompensasi hingga Program Nuklir
Berita Terkini
Gelombang I Berakhir,...
Gelombang I Berakhir, 245 Kloter Jemaah Haji Telah Diberangkatkan ke Tanah Air
Kolonel Inf Achmad Fikri...
Kolonel Inf Achmad Fikri Dalimunthe, Prajurit TNI Pertama yang Lulus National Defence College Yordania
Jamu Presiden Steinmeier,...
Jamu Presiden Steinmeier, Prabowo Sebut Jerman Jadi Inspirasi Inovasi Teknologi
Telusuri Aset Tersangka...
Telusuri Aset Tersangka Kasus Kuota Haji, KPK Periksa Pengelola Apartemen
Tahun Baru Islam, Menag:...
Tahun Baru Islam, Menag: Momentum Pentingnya Dialog dan Merangkul Perbedaan
KPU Kaji Penerapan E-Voting...
KPU Kaji Penerapan E-Voting untuk Pemilu di Luar Negeri, Ini Alasannya
Infografis
6 Jenderal Bintang 4...
6 Jenderal Bintang 4 AS Ini Pernah Peringatkan Trump soal Risiko Perang Melawan Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved