Pembunuh Bocah yang Bela Ibunya Ternyata Napi Asimilasi, Ini Kata Pengamat

loading...
Pembunuh Bocah yang Bela Ibunya Ternyata Napi Asimilasi, Ini Kata Pengamat
Pelaku SA berhasil diringkus pihak Polsek Birem Bayeun dibantu Polres Langsa pada Minggu 11 Oktober 2020. Foto/iNews TV/M Maulidin
A+ A-
JAKARTA - Bocah sembilan tahun berinisial RG di Biren Bayeum, Aceh Timur harus menjadi korban kebrutalan pelaku pembunuhan bernama Samsul Bahri. RG yang hendak menyelamatkan ibunya dari aksi bejat pemerkosaan yang dilakukan Samsul harus meregang nyawa setelah dibacok sang pelaku.

Miris, dari hasil penyidikan Polres Langsa, pelaku pembunuhan ternyata baru beberapa bulan bebas dari Lapas Tanjung Gusta, Medan setelah mendapatkan asimilasi COVID-19. Kasus pembunuhan terhadap bocah RG pun menuai perhatian publik. RG disebut pahlawan yang melindungi kehormatan orang tuanya.

Menanggapi hal ini, pakar hukum pidana Universitas Trisakti, Abdul Fickar Hadjar menilai, kasus ini jadi indikator kegagalan konsep pembinaan di lembaga pemasyarakatan. "Over kapasitas LP akibat tidak ada koordinasi yang baik antar aparat di sistem peradilan pidana," kata Fickar saat dihubungi SINDOnews, Sabtu (17/10/2020). (Baca juga: Miris! Begini Kondisi Kehidupan Keluarga Rangga korban Pembunuhan karena Bela Ibunya dari Pemerkosaan)

Dia menuturkan, perkara kecil sekali pun jika dibawa ke pengadilan, seharusnya bisa selesai di luar pengadilan dengan pendekatan restoratif justice. Namun karena umumnya pelaku "tidak punya bekal" perkaranya dilanjutkan dari penyidikan sampai dengan ke pengadilan, dan ironisnya pengadilan pun menghukum penjara, akibatnya LP over kapasitas.



Di sisi lain, kelebihan narapidana pun punya akibat lain yaitu kamar LP diduga kerap menjadi komoditi yang diperjualbelikan, akibat yang paling mengerikan tidak ada pembinaan yang serius di dalam LP.

"Dampak yang terjadi maka orang-orang yang masuk penjara bukannya sadar dan insyaf, justru menjadi lebih jahat sebagaimana terjadi pada pelaku di Aceh ini. Dia harus dihukum berat dan maksimal seumur hidup," katanya. (Baca juga: Bela Ibu yang Hendak Diperkosa Bocah 9 Tahun Tewas Dibacok Pemerkosa)
(abd)
TULIS KOMENTAR ANDA!
preload video
Top