Nasabah Tajir Lebih Suka Menabung

Jum'at, 16 Oktober 2020 - 06:18 WIB
loading...
A A A
Peningkatan DPK di perbankan tidak hanya terjadi di Indonesia, tetapi juga melanda perbankan yang ada di Amerika Serikat (AS). Simak saja publikasi dari Federal Deposit Insurance Corporation (FDIC) atau lembaga asuransi penyimpanan AS yang mengungkapkan bahwa perbankan Negeri Paman Sam telah mencatat rekor kenaikan simpanan sebesar USD2 triliun atau setara Rp28.440 triliun pada kurs Rp14.000 per dolar AS di tengah pandemi Covid-19. Dana yang masuk ke perbankan sebagian besar berasal dari dana bantuan dan tunjangan menghadapi dampak Covid-19, sebagai bagian dari stimulus perekonomian negara dengan penduduk terbesar ketiga di dunia. Warga AS memilih menabung ketimbang membelanjakan dananya sebagai antisipasi dalam menghadapi ketidakpastian masa depan.

Selain itu, tak kurang dari 25 institusi raksasa yang menikmati stimulus ekonomi dari pemerintah di antaranya JP Morgan Chase, Bank of America, dan Citigroup. Imbasnya, sebagaimana dilansir FDIC, perbankan di Negeri Paman Sam itu tiba-tiba kebanjiran dana tunai. Namun, pihak perbankan meski memiliki DPK melimpah sangat diliputi kehati-hatian untuk menyalurkan kredit di tengah suasana resesi ekonomi. Saat ini perekonomian negara raksasa itu juga terombang-ambing karena dampak pandemi Covid-19, yang menyebabkan angka pengangguran terus meningkat.

Mengajak nasabah tajir untuk tidak mengendapkan dananya di perbankan adalah sebuah pekerjaan rumah (PR) baru bagi pemerintah. Pasalnya, tidak ada aturan yang bisa memaksa para orang kaya itu untuk membelanjakan dana yang dimiliki. (*)
(bmm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Mitigasi Krisis
Mitigasi Krisis
Diduga Jual Data Nasabah...
Diduga Jual Data Nasabah Leasing, 8 Aplikasi Mata Elang Dihapus dari Google
Dana Stimulus Rp200...
Dana Stimulus Rp200 Triliun dari Pemerintah ke Bank, KPK Wanti-wanti Potensi Korupsi
Komis XI DPR Minta Penarikan...
Komis XI DPR Minta Penarikan Dana Mengendap di BI Harus Produktif dan Tepat Sasaran
Covid-19 di Asia Naik,...
Covid-19 di Asia Naik, Mantan Komandan Satgas RS Wisma Atlet Imbau Masyarakat Waspada
Alumni Relawan RSDC...
Alumni Relawan RSDC Wisma Atlet Hadiri Reuni dan Halalbihalal di Markas Marinir
Dirut BRI Hery Gunardi:...
Dirut BRI Hery Gunardi: Adopsi AI Jadi Kunci Perbankan Pertahankan Nasabah
Mahasiswa MNC University...
Mahasiswa MNC University Pelajari Praktik Layanan Pelanggan Industri Perbankan melalui Company Visit ke Halo BCA
Bank Mantap Fasilitasi...
Bank Mantap Fasilitasi Legalitas Usaha dan Layanan Kesehatan Nasabah Lansia
Rekomendasi
Resmi Dibuka, DAIKIN...
Resmi Dibuka, DAIKIN Proshop Alvamega Hadirkan Solusi Tata Udara Premium di Serpong
Stop Polemik, Prof Dede:...
Stop Polemik, Prof Dede: Pengelolaan Yayasan Diserahkan ke Pemerintah melalui UIN Jakarta
Drone Terjang Galilea...
Drone Terjang Galilea Barat Beberapa Menit setelah Netanyahu Pergi
Berita Terkini
KontraS Kritik Tuntutan...
KontraS Kritik Tuntutan 2,5 Tahun Penjara untuk Terdakwa Penyiraman Andrie Yunus
Revisi UU Polri, Menteri...
Revisi UU Polri, Menteri Pigai Usulkan Sejumlah Jabatan Utama Bisa Diisi Sipil
Film Pesta Babi Bergeser...
Film Pesta Babi Bergeser dari Kritik Sosial Jadi Instrumen Kampanye Disintegrasi Papua
KPK Angkut Moge, Mobil...
KPK Angkut Moge, Mobil Mewah, dan Sepeda usai Geledah Rumah Silmy Karim
Ancam 6 Juta Tenaga...
Ancam 6 Juta Tenaga Kerja, Wacana Kemasan Polos Harus Dibatalkan
DPR Minta KAI Bereskan...
DPR Minta KAI Bereskan Dulu Konektivitas Sebelum Bangun Jalur Kereta Aceh-Lampung
Infografis
Perbandingan Kekuatan...
Perbandingan Kekuatan Militer Iran vs Israel, Siapa Lebih Unggul?
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved