65% Kabupaten/Kota di Zona Oranye, Satgas: Pemda Lengah
Selasa, 13 Oktober 2020 - 22:10 WIB
loading...
A
A
A
"Hal ini menandakan bahwa daerah lengah atau sudah merasa nyaman dalam penanganan kasus covid 19. Meskipun kabupaten kota dengan zona merah atau zona risiko tinggi cenderung menurun jumlahnya setiap pekan, namun bukan berarti kabupaten/kota harus merasa aman berada di zona oranye," ungkapnya.
Wiku mengingatkan bahwa zonasi penularan covid-19 dihitung dengan berdasarkan tiga indikator yang mempengaruhi tingkat penularan. Diantaranyaepidemiologi, surveilans kesehatan masyarakat dan pelayanan kesehatan.
"Dari masing-masing indikator tersebut ditentukan skor dan pembobotan yang menggambarkan risiko di wilayah tersebut. Untuk itu zona orannye atau zona risiko sedang skornya dimulai dari 1,81 sampai 2,4," jelasnya.
"Semakin mendekati 1,81 itu artinya kabupaten/kota tersebut semakin dekat dengan berubah dengan zona merah pada pekan berikutnya. Sebaliknya semakin mendekai 2,4 maka kabupaten kota tersebut makin dekat beruba pada zona kuning pada pekan berikutnya," tutupnya.
Wiku mengingatkan bahwa zonasi penularan covid-19 dihitung dengan berdasarkan tiga indikator yang mempengaruhi tingkat penularan. Diantaranyaepidemiologi, surveilans kesehatan masyarakat dan pelayanan kesehatan.
"Dari masing-masing indikator tersebut ditentukan skor dan pembobotan yang menggambarkan risiko di wilayah tersebut. Untuk itu zona orannye atau zona risiko sedang skornya dimulai dari 1,81 sampai 2,4," jelasnya.
"Semakin mendekati 1,81 itu artinya kabupaten/kota tersebut semakin dekat dengan berubah dengan zona merah pada pekan berikutnya. Sebaliknya semakin mendekai 2,4 maka kabupaten kota tersebut makin dekat beruba pada zona kuning pada pekan berikutnya," tutupnya.
(maf)
Lihat Juga :