Sejumlah Pekerjaan Rumah bagi Dirjen Pas Baru

Rabu, 06 Mei 2020 - 17:22 WIB
loading...
Sejumlah Pekerjaan Rumah...
Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kementerian Hukum dan HAM (Ditjen PAS Kemenkumham) kini mempunyai bos baru dari Polri, Irjen Reynhard Silitonga. Foto/Ilustrasi
A A A
JAKARTA - Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kementerian Hukum dan HAM (Ditjen PAS Kemenkumham) mempunyai bos baru dari Polri, Irjen Reynhard Silitonga. Sederet permasalahan di lembaga pemasyarakatan (lapas) menunggu pembenahan.

Institute for Criminal Justice Reform (ICJR) menyatakan lembaga pemasyarakatan itu memang peranan penting dalam sistem peradilan pidana (SPP). Meskipun, dalam prakteknya, lapas seringkali dianaktirikan.

"Pemasyarakatan menjadi pihak yang selalu terdampak dari masalah besar SPP Indonesia yang terlah berlangsung bertahun-tahun: overcrowding rutan dan lapas. Dengan dilantiknya Dirjen Pas baru, kami berharap perubahan dan perbaikan akan dilakukan untuk menyelesaikan pekerjaan rumah,” ujarnya Direktur Eksekutif ICJR, Erasmus Napitupulu, Rabu (6/5/2020).

Erasmus mengatakan, sesaknya rutan dan lapas mengakibatkan besarnya kemungkinan transaksi untuk memenuhi kebutuhan dasar. Itu dijadikan komoditas di dalam fasilitas. Penanganan yang salah terhadap pengguna narkotika membuat lapas penuh. Warga binaan pemasyarakatan (WBP) kasus narkotika itu mencapai 55 persen di seluruh Indonesia.

"Pengguna narkotika harus dkirim ke penjara tanpa intervensi dan jaminan kesehatan yang memadai. Ini berdampak pada terjadi peredaran narkotika di rutan dan lapas Indonesia. Itu tidak pernah teratasi secara komprehensif," terang Erasmus.

(Baca juga: Jika Perppu 1/2020 Jadi UU, Uji Materi di MK Bakal Gugur)

ICJR meminta Reynhard, untuk melakukan beberapa hal, antara lain, memperketat pengawasan terhadap praktik korupsi, pengguna narkotika sebaiknya tidak dipenjara, pelepasan WBP lagi untuk mengurangi kemungkinan penyebaran Sars Cov-II di lapas, dan penguatan balai pemasyarakatan (bapas) dan pembimbingnya.

Menkumham Yasonna Laoly dalam pelantikan Reynhard meminta pejabatnya itu mampu memberantas praktik korupsi di lingkungan lapas dan rutan. Transaksi ilegal diduga kerap terjadi untuk mendapatkan fasilitas tertentu. Hal ini karena kapasitas lapas yang tidak sebanding dengan jumlah WBP.

"Lapas dan rutan seharusnya dihuni oleh warga binaan yang memerlukan intervensi penahanan dan pidana penjara. Lapas dan Rutin bisa memastiskan sumber dayanya tercukupi untuk memenuhi kebutuhan dasar penghuni dan menjalankan fungsi pembinaannya," tuturnya.

ICJR mendorong untuk dilakukan pembebasan lagi terhadap WBP kelompk rentan dan tingkat risiko tinggi terpapar Covid-19. Mereka adalah WBP lansia, ibu hamil dan ibu dengan anak, yang mengalami ganggung jiwa, dan pengguna narkotika. Membludaknya penghuni lapas itu tidak sebanding dengan tenaga kesehatan atau fasilitas kesehatan.

Hal itu ditakutkan akan memudahkan atau berpotensi terjadi penularan di tengah pandemi Covid-19. Peran bapas sangat penting dalam melakukan pengawasan dan penilaian keberhasilan program pembinaan. "Maka, masa depan reformasi sistem peradilan pidana bertumpu pada penguatan peran bapas dan tenaga pembimbungan kemasyarakatan," ucap Erasmus.

Dia mendorong pengembalian fungsi rutan dan lapas. Prang yang dipenjara itu harus yang sangat perlu diasingkan dari masyarakat. Sedangkan, pengguna narkotika dan terpidana kasus ringan itu sebaiknya hukumannya diganti dengan pidana percobaan, kerja sosial, dan membayar ganti rugi.

"Ataupun jenis intervensi lain di luar pemenjaraan yang berdampak bukan hanya kepada pelaku, tapi juga korban dan masyarakat," pungkasnya.
(maf)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Terima SK Kemenkum,...
Terima SK Kemenkum, IKA PMII Langsung Tancap Gas
Daftar 13 Imigrasi yang...
Daftar 13 Imigrasi yang Terbitkan Paspor Elektronik 100% Mulai Hari Ini
Plt Kepala BKN Apresiasi...
Plt Kepala BKN Apresiasi Pelaksanaan Ujian CPNS Kemenkumham DIY
Soal Kabinet Merah Putih,...
Soal Kabinet Merah Putih, Praktisi Hukum: Perampingan Agar Menteri Fokus
Kemenkumham Gandeng...
Kemenkumham Gandeng Kemendagri Perkuat Peran Satpol PP sebagai Pelindung HAM
BNN Gerebek Laboratorium...
BNN Gerebek Laboratorium Narkoba dengan Barang Bukti Senilai Rp145,65 Miliar
Stafsus Kemenkumham:...
Stafsus Kemenkumham: Ada Antrean Panjang WNA Pingin Jadi WNI
DJKI Kemenkumham Musnahkan...
DJKI Kemenkumham Musnahkan Barang Bukti Pelanggaran Kekayaan Intelektual Senilai Rp3,07 Miliar
Menkumham Tegaskan Dukungan...
Menkumham Tegaskan Dukungan Penuh untuk Percepatan RUU BPIP
Rekomendasi
WhatsApp Menguji Fungsi...
WhatsApp Menguji Fungsi Fitur Lihat Sekali untuk Pesan
Wujudkan Desa Mandiri,...
Wujudkan Desa Mandiri, BRI Peduli Dorong Wisata dan Edukasi Berbasis Masyarakat di Ketapanrame
Kanda Dukung Afi Trending...
'Kanda Dukung Afi' Trending Global Jelang Pemilihan Ketum Hipmi
Berita Terkini
Ditetapkan Tersangka...
Ditetapkan Tersangka oleh KPK, Bupati Cilacap Syamsul Ajukan Praperadilan
Langkah Berani Kejagung...
Langkah Berani Kejagung Sentuh Korupsi MBG Jadi Sinyal Kuat Penegakan Hukum Tanpa Impunitas
Cegah Kasus Korupsi...
Cegah Kasus Korupsi di BGN Terulang, Saut Situmorang Beri Saran Ini ke Nanik Deyang
Geger, WNI Bunuh WNI...
Geger, WNI Bunuh WNI di Hokkaido Jepang, Satu Anggota Polisi Ikut Terluka
Prihatin Kasus Korupsi...
Prihatin Kasus Korupsi di BGN, Hasto PDIP: Suara Kritis Masyarakat Sudah Mengungkapkan Hal Itu
Kelakar Jenderal Sigit:...
Kelakar Jenderal Sigit: Selesai Jadi Kapolri, Saya Gantian Jadi Aktivis
Infografis
Ahmad Vahidi, Panglima...
Ahmad Vahidi, Panglima Baru IRGC di Tengah Perang Lawan AS-Israel
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved