Cipta Kerja: Pasal Lingkungan vs Angsa Hijau

Senin, 12 Oktober 2020 - 06:44 WIB
loading...
A A A
Bukti lainnya, hasil analisis pada perusahaan S&P 500 yang dilaporkan oleh The Guardian (23 September 2014) yang menemukan perusahaan dengan praktik sustainability yang ditanamkan dalam strategi inti, mempunyai kinerja keuangan yang lebih unggul dibanding perusahaan yang gagal menunjukkan performa sustainability yang baik. Strategi sustainability yang dilakukan perusahaan unggulan tersebut di antaranya target pengurangan emisi yang ambisius, menerapkan tata kelola (governance) yang kuat dan manajemen risiko yang kuat atas perubahan iklim.

Pergeseran paradigma bisnis tersebut bukan hanya karena pengaruh kinerja finansial yang meningkat serta kepercayaan investor dan konsumen yang semakin tinggi yang ditimbulkan dari praktik sustainability perusahaan, melainkan juga karena adanya sebuah kesadaran kolektif mengenai sakitnya bumi saat ini. Mungkin klise, tapi tidak ada salahnya saya sajikan informasi dari Kendal dan Rich (2019). Bahwa dunia kehilangan hutan setara dengan satu lapangan sepak bola setiap detik pada 2017 (globalforestwatch.org). Teknik pertanian intensif bahan kimia, penggundulan hutan, dan pemanasan global telah menghancurkan tanah kita selama beberapa dekade, yang berarti bahwa pada semua tanah teratas dunia berpotensi untuk hilang dalam waktu 60 tahun (fao.org).

Itu berarti tidak ada lagi panen, karena 95% makanan kita berasal dari tanah. Penyakit yang disebabkan oleh polusi menjadi penyebab atas sekitar 9 juta kematian dini pada 2015, mewakili 16% dari semua kematian di seluruh dunia, dan tiga kali lebih banyak daripada gabungan AIDS, TB, dan malaria (thelancet.com). Dan, setiap tahun sekitar 8 juta ton plastik berakhir di lautan kita (sciencemag.org), mengingat sampah plastik tidak terurai tetapi hanya pecah menjadi potongan-potongan yang semakin kecil, maka akan kembali ke sistem makanan dan air kita.

Lebih lanjut, fakta berdasar hasil penelitian menunjukkan bahwa konsumen lebih memilih untuk membeli produk yang ramah lingkungan dan perusahaan yang sustainable . Dan, perusahaan yang secara inovatif berhasil mengeluarkan produk-produk yang ramah lingkungan lebih diminati. Tengok saja Elon Musk, Bios Urns, AMAM, Patagonia, dan masih banyak lagi. Mereka tidak hanya melestarikan bumi, namun juga meraup pundi-pundi.

Konsep Green Swan-Future-fit
Sustainability perusahaan sering kali didasarkan pada konsep triple bottom line (TBL), yaitu setiap perusahaan harus memberikan perhatian yang sama kepada ekonomi (keuntungan), lingkungan hidup dan sosial (masyarakat) (Elkington, 1998), atau yang dikenal dengan 3P yaitu profit , people , dan planet . TBL bukan hanya kerangka akuntansi untuk mengukur, mencatat dan melaporkan kinerja sustainability. Namun pada 2018, Elkington menarik kembali ide TBL tersebut didasarkan pada kekecewaannya pada implementasi TBL. Selama ini pandangan perusahaan sebagian besar menempatkan TBL sebagai kerangka akuntansi saja, sehingga perusahaan terus terdorong untuk mencapai profit dengan mengabaikan sosial dan lingkungan.

Belakangan, Elkington memperkenalkan konsep future-fit dengan istilah Green Swan (Angsa Hijau) untuk perusahaan dapat beroperasi sesuai dengan kebutuhan masa depan (future-fit). Kebutuhan masa depan itu didasarkan pada tiga pemikiran. Pertama, akibat pertumbuhan populasi global, keadaan darurat iklim akan semakin menekan ekonomi dan masyarakat kita. Kedua, kebutuhan dasar miliaran orang di seluruh dunia masih jauh dari terpenuhi. Ketiga, seperti diakui oleh PBB, hanya sektor bisnis yang dapat menyelesaikan permasalahan tersebut, meskipun sektor publik dan pemerintah telah pula menetapkan target-target sustainability.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
BPDLH Gandeng 8 Lembaga...
BPDLH Gandeng 8 Lembaga Perantara Perkuat Transformasi Pembiayaan Perhutanan Sosial
Mengenal Konsep Green...
Mengenal Konsep Green Building dan Manfaat Penerapannya
Habib Ja’far: Kekayaan...
Habib Ja’far: Kekayaan Alam Harus Dikelola dengan Amanah demi Kemaslahatan Bangsa
Kerusakan Lingkungan...
Kerusakan Lingkungan Hidup Merupakan Kejahatan Kemanusiaan
Waspadai Krisis Ekologi...
Waspadai Krisis Ekologi Dunia dan Turbulensi Global
Jarnas Pemuda Hijau...
Jarnas Pemuda Hijau Tekankan Pentingnya Pelestarian Lingkungan
Dukung Polisi Denda...
Dukung Polisi Denda Perusahaan Pencemar Lingkungan, Sahroni: Normalisasi Perusakan Ekologis sebagai Kejahatan Berat!
Legislator Apresiasi...
Legislator Apresiasi Polda Riau Tindak Tegas Korporasi Perusak Lingkungan
Menuju Penghentian Total...
Menuju Penghentian Total Open Dumping, Wamen LH Dorong Pemilahan Sampah dari Hulu
Rekomendasi
Tarif Sejumlah Rute...
Tarif Sejumlah Rute Transjabodetabek Bakal Dinaikkan, Termasuk Blok M-Bandara Soetta
Diganjar Rating Negatif...
Diganjar Rating Negatif dari Moody's, Danantara Bilang Begini
Pantai Pasir Putih,...
Pantai Pasir Putih, Junior Chef, dan Petualangan Alam Warnai Liburan Keluarga di HOMM Laguna Bintan
Berita Terkini
Sony Sonjaya Siap Jadi...
Sony Sonjaya Siap Jadi Justice Collaborator, Bakal Ungkap Orang Besar yang Jadi Dalang
Pengadilan Tinggi Singapura...
Pengadilan Tinggi Singapura Tolak Gugatan Paulus Tanos, Menkum Koordinasi KPK dan Polri
Eks Wakil Kepala BGN...
Eks Wakil Kepala BGN Sony Sonjaya Masih Syok setelah Jadi Tersangka Korupsi
Bahas RUU Polri, Habiburokhman...
Bahas RUU Polri, Habiburokhman Soroti Polisi Aktif di Ormas
Alasan Prabowo Pilih...
Alasan Prabowo Pilih Nanik S Deyang jadi Kepala BGN Gantikan Dadan Hindayana
Silmy Karim Tersangka...
Silmy Karim Tersangka Korupsi, Komisi III DPR: Usut Tuntas Tanpa Pandang Bulu
Infografis
Wasit Jerman Daniel...
Wasit Jerman Daniel Siebert Pimpin Final Liga Champions PSG vs Arsenal
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved