Survei SMRC: Hanya 14% Warga Percaya Ada Kebangkitan PKI di Indonesia
Rabu, 30 September 2020 - 17:01 WIB
loading...
A
A
A
Ia mengingatkan bahwa di kalangan mereka yang percaya bahwa memang ada isu kebangkitan PKI, 79% menilai kebangkitan PKI itu merupakan ancaman. Yang percaya kebangkitan PKI itu belum menjadi ancaman hanya 13% dan yang tidak percaya menjadi ancaman 6%. (Baca juga: Legislator PPP Usul Kantor CC PKI Dibikin Museum Kekejaman G30S )
Lebih jauh lagi, mayoritas (69%) warga yang menilai sudah PKI menjadi ancaman, menganggap pemerintah kurang/tidak tegas sama sekali atas ancaman kebangkitan PKI tersebut. Sedangkan 30% merasa pemerintah sangat/cukup tegas.
Kesadaran tentang isu kebangkitan PKI ini juga berbeda antara kelompok demografis. Salah satu temuan terpenting adalah perbedaan antartingkat pendidikan. Terdapat 62% warga yang berpendidikan tinggi mengetahui isu kebangkitan PKI, sementara 18% warga berpendidikan SD yang mengetahuinya.
Begitu juga 32% warga berpenghasilan di bawah Rp1 juta/bulan yang mengetahui adanya isu kebangkitan PKI, sementara 40% warga berpenghasilan di atas Rp4 juta mengetahuinya. "Ini mengesankan bahwa pembicaraan tentang isu PKI lebih banyak beredar di kalangan elit," ujar Abbas.
Ia juga melihat penyebaran informasi tentang kebangkitan PKI ini berhubungan pula dengan pembelahan masyarakat terkait Pemilihan Presiden 2019. Isu kebangkitan PKI lebih banyak diketahui kalangan pendukung Prabowo dibandingkan di kalangan pendukung Jokowi.
Survei SMRC menunjukkan, 48% pemilih Prabowo pada Pilpres 2019 mengetahui isu kebangkitan PKI sementara hanya 29% pemilih Jokowi yang mengetahuinya.
Lebih jauh lagi, mayoritas (69%) warga yang menilai sudah PKI menjadi ancaman, menganggap pemerintah kurang/tidak tegas sama sekali atas ancaman kebangkitan PKI tersebut. Sedangkan 30% merasa pemerintah sangat/cukup tegas.
Kesadaran tentang isu kebangkitan PKI ini juga berbeda antara kelompok demografis. Salah satu temuan terpenting adalah perbedaan antartingkat pendidikan. Terdapat 62% warga yang berpendidikan tinggi mengetahui isu kebangkitan PKI, sementara 18% warga berpendidikan SD yang mengetahuinya.
Begitu juga 32% warga berpenghasilan di bawah Rp1 juta/bulan yang mengetahui adanya isu kebangkitan PKI, sementara 40% warga berpenghasilan di atas Rp4 juta mengetahuinya. "Ini mengesankan bahwa pembicaraan tentang isu PKI lebih banyak beredar di kalangan elit," ujar Abbas.
Ia juga melihat penyebaran informasi tentang kebangkitan PKI ini berhubungan pula dengan pembelahan masyarakat terkait Pemilihan Presiden 2019. Isu kebangkitan PKI lebih banyak diketahui kalangan pendukung Prabowo dibandingkan di kalangan pendukung Jokowi.
Survei SMRC menunjukkan, 48% pemilih Prabowo pada Pilpres 2019 mengetahui isu kebangkitan PKI sementara hanya 29% pemilih Jokowi yang mengetahuinya.
Lihat Juga :