Peneliti UI Tegaskan BIN Justru Wajib Atasi Virus Covid-19
Senin, 28 September 2020 - 06:40 WIB
loading...
A
A
A
Ridlwan menjelaskan, setiap kegiatan BIN wajib dilaporkan pada Komisi I DPR sebagai perwakilan rakyat. "Sejauh yang saya dengar, DPR justru memgapresiasi kerja BIN yang memperbanyak tes dan tracing di berbagai wilayah di Indonesia," katanya. (Baca juga: Ribuan Pegawai Walkot Jakbar Ikuti Rapid Test Massal yang Digelar BIN)
Soal perbedaan hasil tes swab, menurut Ridlwan, sangat mungkin terjadi karena perbedaan alat maupun standar pengukuran load virus. "Jika seseorang diperiksa di hari Senin masih positif, lalu tes di hari Selasa sudah negatif, ada waktu 24 jam yang menentukan kadar sisa virus atau load virus, dalam istilah medis disebut Ct, " katanya.
Tindakan BIN yang memperbanyak swab tes dan tracing menurut Ridlwan sejalan dengan ide kalangan LSM dan aktivis kesehatan yang selama ini mendesak pemerintah memperbanyak tes. "BIN tampaknya mendengar saran para Social Justice Warrior (SJW) yang selama ini besuara di media sosial, ini terobosan yang baik dalam organisasi intelijen," katanya.
Bahkan, lanjut Ridlwan, Sekolah Tinggi Intelijen Negara (STIN) akan segera membuka S-2 khusus Intelijen Medis agar agen-agen BIN lebih terlatih menghadapi pandemi. "Prinsip intelijen harus bisa mengatasi ancaman apapun di masa depan yang membahayakan keselamatan masyarakat luas, upaya ini semestinya didukung bukan justru disalahkan," tegasnya
Soal perbedaan hasil tes swab, menurut Ridlwan, sangat mungkin terjadi karena perbedaan alat maupun standar pengukuran load virus. "Jika seseorang diperiksa di hari Senin masih positif, lalu tes di hari Selasa sudah negatif, ada waktu 24 jam yang menentukan kadar sisa virus atau load virus, dalam istilah medis disebut Ct, " katanya.
Tindakan BIN yang memperbanyak swab tes dan tracing menurut Ridlwan sejalan dengan ide kalangan LSM dan aktivis kesehatan yang selama ini mendesak pemerintah memperbanyak tes. "BIN tampaknya mendengar saran para Social Justice Warrior (SJW) yang selama ini besuara di media sosial, ini terobosan yang baik dalam organisasi intelijen," katanya.
Bahkan, lanjut Ridlwan, Sekolah Tinggi Intelijen Negara (STIN) akan segera membuka S-2 khusus Intelijen Medis agar agen-agen BIN lebih terlatih menghadapi pandemi. "Prinsip intelijen harus bisa mengatasi ancaman apapun di masa depan yang membahayakan keselamatan masyarakat luas, upaya ini semestinya didukung bukan justru disalahkan," tegasnya
(cip)
Lihat Juga :