Peneliti UI Tegaskan BIN Justru Wajib Atasi Virus Covid-19

Senin, 28 September 2020 - 06:40 WIB
loading...
Peneliti UI Tegaskan...
Peneliti Kajian Stratejik Intelijen UI Ridlwan Habib menilai BIN justru punya kewajiban ikut mengatasi Corona. Foto/SINDOnews
A A A
JAKARTA - Polemik soal peran Badan Intelijen Negara (BIN) yang ikut menangani virus Corona (Covid-19) kembali mencuat. Editorial sebuah majalah nasional menulis bahwa intelijen tidak boleh ikut mengatasi pandemi.

Peneliti Kajian Stratejik Intelijen UI Ridlwan Habib menilai BIN justru punya kewajiban ikut mengatasi Corona. "BIN wajib menyelamatkan masyarakat dari ancaman keamanan berupa pandemi, itu justru amanat UU 17 tahun 2011 tentang Intelijen, " ujarnya di Jakarta. (Baca juga: DPR Dukung Penuh Temuan Obat Pasien Covid-19 Milik BIN dan TNI)

Menurut Ridlwan, sesuai tugas pokok BIN sebagai lini depan pertahanan nasional, BIN boleh membuat Satgas Penanganan Corona. "Aturan di UU Intelijen ada di pasal 30, satgas tentu berkualifikasi medis dan sesuai dengan bentuk ancaman,"ujarnya.

Di Amerika Serikat, kata dia, ada National Centre for Medical Intelligence (NCMI). "NCMI di Amerika bekerja di bawah Defense Intelligence Agence atau Intelijen Kementerian Pertahanan dan juga sedang mati-matian melawan Corona di Amerika," kata alumni S-2 Intelijen UI tersebut. (Baca juga: BIN Dinilai Sudah Maksimal Bantu Tangani Pandemi Covid-19)

Pandemi Corona sudah merupakan ancaman nasional yang tidak saja melumpuhkan nyawa manusia namun juga berdampak luas di sisi ekonomi, politik dan hubungan internasional. "Jangan memahami definisi ancaman secara sempit, seolah olah intelijen hanya boleh mengurusi penjahat dan teroris, itu pandangan yang sempit, kuno dan ketinggalan jaman, ujar Direktur The Indonesia Intelligence Institute itu.

Ridlwan menjelaskan, setiap kegiatan BIN wajib dilaporkan pada Komisi I DPR sebagai perwakilan rakyat. "Sejauh yang saya dengar, DPR justru memgapresiasi kerja BIN yang memperbanyak tes dan tracing di berbagai wilayah di Indonesia," katanya. (Baca juga: Ribuan Pegawai Walkot Jakbar Ikuti Rapid Test Massal yang Digelar BIN)

Soal perbedaan hasil tes swab, menurut Ridlwan, sangat mungkin terjadi karena perbedaan alat maupun standar pengukuran load virus. "Jika seseorang diperiksa di hari Senin masih positif, lalu tes di hari Selasa sudah negatif, ada waktu 24 jam yang menentukan kadar sisa virus atau load virus, dalam istilah medis disebut Ct, " katanya.

Tindakan BIN yang memperbanyak swab tes dan tracing menurut Ridlwan sejalan dengan ide kalangan LSM dan aktivis kesehatan yang selama ini mendesak pemerintah memperbanyak tes. "BIN tampaknya mendengar saran para Social Justice Warrior (SJW) yang selama ini besuara di media sosial, ini terobosan yang baik dalam organisasi intelijen," katanya.

Bahkan, lanjut Ridlwan, Sekolah Tinggi Intelijen Negara (STIN) akan segera membuka S-2 khusus Intelijen Medis agar agen-agen BIN lebih terlatih menghadapi pandemi. "Prinsip intelijen harus bisa mengatasi ancaman apapun di masa depan yang membahayakan keselamatan masyarakat luas, upaya ini semestinya didukung bukan justru disalahkan," tegasnya
(cip)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Profil Letjen TNI Agus...
Profil Letjen TNI Agus Widodo, Jenderal Kopassus yang Kini Jabat Wakil Kepala BIN
5 Jenderal TNI Jabat...
5 Jenderal TNI Jabat Kepala BIN, 3 di Antaranya dari Satuan Kopassus
Perkuat Intelijen, Panglima...
Perkuat Intelijen, Panglima TNI Tunjuk 2 Brigjen Duduki Jabatan Strategis di BIN pada Mutasi Maret 2026
3 Brigjen dari BIN Digeser...
3 Brigjen dari BIN Digeser Panglima TNI pada Mutasi Maret 2026, Ada Kabinda Papua
Prabowo Bertemu Menteri...
Prabowo Bertemu Menteri Keamanan China, Tingkatkan Kemitraan Strategis lewat BIN
Hadapi Bonus Demografi,...
Hadapi Bonus Demografi, BIN Dorong Generasi Muda Berani Berinovasi
5 Perwira TNI Dapat...
5 Perwira TNI Dapat Penugasan Baru di Badan Intelijen Negara, Ini Daftar Namanya
4 Sekolah Kedinasan...
4 Sekolah Kedinasan Terbaik di Bogor, Nomor 1 dan 2 Kuliahnya Gratis dan Jadi PNS
5 Sekolah Kedinasan...
5 Sekolah Kedinasan yang Boleh Mata Minus, Lengkap dengan Persyaratannya
Rekomendasi
Jerman Bantai Curacao...
Jerman Bantai Curacao 7-1, Der Panzer Meledak di Laga Perdana Piala Dunia 2026
Drone Hizbullah Hantam...
Drone Hizbullah Hantam Israel, IDF Bombardir Lebanon
Berlatih di Tijuana,...
Berlatih di Tijuana, Timnas Iran Dikawal 300 Pasukan Elite Meksiko
Berita Terkini
Presiden Jerman Kunjungi...
Presiden Jerman Kunjungi Indonesia, Dijadwalkan ke Istiqlal dan Katedral
Walhi Minta Pembahasan...
Walhi Minta Pembahasan Revisi UU HAM Ditunda
WNI Dianiaya di Malaysia,...
WNI Dianiaya di Malaysia, Kemlu Sebut 4 Pelaku Sudah Diamankan
Prabowo Panggil Purbaya...
Prabowo Panggil Purbaya hingga Bahlil ke Kertanegara, Ini yang Dibahas
PBNU Gelar Munas dan...
PBNU Gelar Munas dan Konbes di Ploso Kediri pada 20-23 Juni 2026, Presiden Prabowo Diundang
PKB Jabar Fest, Gus...
PKB Jabar Fest, Gus Muhaimin: Kita Tak Butuh Pemimpin Pencitraan
Infografis
Covid-19 Varian EG.5...
Covid-19 Varian EG.5 di Singapura Sudah Menyebar ke Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved