Kurang Cakap Digital, Maka Rentan Termakan Berita Hoaks
Jum'at, 25 September 2020 - 21:10 WIB
loading...
A
A
A
Berpikir kritis merupakan bagian dari literasi digital. Sayang belum bisa digunakan secara maksimal. Sedari pendidikan dasar, anak-anak lebih sering diajari kemampuan menghafal. Padahal kemampuan menghafal hanyalah sedikit dari kemampuan otak yang bisa dioptimalkan.
Literasi digital mengajarkan manusia sadar dengan data (data awareness), kemampuan menganalisa data sehingga mampu mencerna informasi yang masuk, dan kemampuan untuk fokus. Literasi digital bukan sekedar cakap teknologi. Piawai bikin content tik-tok dan sebagainya.
Sementara itu, Pustakawan Utama Perpusnas Sri Sumekar mengatakan, saat ini perpustakaan sedang giat melakukan Gerakan Literasi Digital, mengajak peran serta aktif para perguruan tinggi.
“Gerakan Literasi Digital sifatnya responsif. Dan sasaran utamanya adalah para milenial,” ujarnya.
Konteks literasi digital sudah menjadi bahasan internasional. International Federation Library Association (IFLA) menyarankan bahwa perpustakaan harus menjadi bagian dari pembangunan nasional berkelanjutan (sustainable development goals/SDG’s) dimana salah satu targetnya pada 2020 adalah peningkatan literasi, inovasi, dan kreativitas.
Di masa pandemi seluruh fungsi perpustakaan dilakukan melalui digital, seperti penguatan koleksi digital, bantuan buku digital, dan pendirian pondok baca digital (Pocadi).
“Pondok baca digital sudah dimulai sejak 2019. Dan ditargetkan pada 2021 telah mencapai 160 titik,” kata Sri Sumekar.
Literasi digital mengajarkan manusia sadar dengan data (data awareness), kemampuan menganalisa data sehingga mampu mencerna informasi yang masuk, dan kemampuan untuk fokus. Literasi digital bukan sekedar cakap teknologi. Piawai bikin content tik-tok dan sebagainya.
Sementara itu, Pustakawan Utama Perpusnas Sri Sumekar mengatakan, saat ini perpustakaan sedang giat melakukan Gerakan Literasi Digital, mengajak peran serta aktif para perguruan tinggi.
“Gerakan Literasi Digital sifatnya responsif. Dan sasaran utamanya adalah para milenial,” ujarnya.
Konteks literasi digital sudah menjadi bahasan internasional. International Federation Library Association (IFLA) menyarankan bahwa perpustakaan harus menjadi bagian dari pembangunan nasional berkelanjutan (sustainable development goals/SDG’s) dimana salah satu targetnya pada 2020 adalah peningkatan literasi, inovasi, dan kreativitas.
Di masa pandemi seluruh fungsi perpustakaan dilakukan melalui digital, seperti penguatan koleksi digital, bantuan buku digital, dan pendirian pondok baca digital (Pocadi).
“Pondok baca digital sudah dimulai sejak 2019. Dan ditargetkan pada 2021 telah mencapai 160 titik,” kata Sri Sumekar.
(zil)
Lihat Juga :