Kurang Cakap Digital, Maka Rentan Termakan Berita Hoaks
Jum'at, 25 September 2020 - 21:10 WIB
loading...
A
A
A
“Perpustakaan Nasional mempunyai layanan Indonesia OneSearch (IOS), iPusnas, dan Khastara yang bisa dieksplorasi dan dimanfaatkan seluas-luasnya untuk menambah pemahaman dan kemampuan intelektual seseorang,” kata Kepala Perpustakaan Nasional Muhammad Syarif Bando saat membuka Webinar ‘Literasi Digital di Masa Pandemi’ bersama Duta Baca Indonesia, Jumat (25/9/2020).
IOS ditambahkan Kepala Perpusnas adalah sebuah pintu pencarian tunggal untuk semua jenis koleksi publik dari perpustakaan, museum, dan arsip di seluruh Indonesia. Portal IOS menyediakan akses ke sumber elektronik internasional (e-resources) yang dilanggan oleh Perpusnas bagi semua anggota IOS.
Selain mengenalkan IOS, Syarif Bando mengenalkan layanan digital lain, Khastara dan iPusnas. iPusnas lebih dari sekedar aplikasi pembaca buku digital biasa. iPusnas sudah memuat tidak kurang satu juta buku baru. “iPusnas adalah surga bagi para pecinta buku digital,” katanya.
Duta Baca Indonesia Najwa Shihab mengingatkan, bahwa bermain digital tanpa dibarengi kecakapan digital (literasi digital) akan menjadikan seseorang menjadi pribadi yang rentan termakan hoaks.
Najwa mengingatkan untuk berhati-hati, dan bijak dalam memanfaatkan digital untuk mencari informasi. Karena jika tidak dikontrol dengan ketat selain bisa berdampak pada kelelahan pada mata, juga mengakibatkan konsentrasi tidak utuh karena teralu banyak muncul notifikasi (iklan) ketika membaca.
“Informasi yang terserap menjadi tidak utuh,” kata Najwa Shihab.
Parahnya lagi, sekarang masyarakat Indonesia salah satu negara yang paling aktif di media sosial. Apalagi dalam urusan berkomentar di media sosial. Padahal, media sosial memiliki kerentanan cukup parah dalam penyajian informasi. Banyak kedustaan. Jika ini tidak disadari, menyebabkan manusia akan sulit berpikir kritis.
“Inilah yang dialami bangsa Indonesia. Rendah dalam kemampuan berpikir kritis akibat lebih percaya pada internet,” kata Nana.
IOS ditambahkan Kepala Perpusnas adalah sebuah pintu pencarian tunggal untuk semua jenis koleksi publik dari perpustakaan, museum, dan arsip di seluruh Indonesia. Portal IOS menyediakan akses ke sumber elektronik internasional (e-resources) yang dilanggan oleh Perpusnas bagi semua anggota IOS.
Selain mengenalkan IOS, Syarif Bando mengenalkan layanan digital lain, Khastara dan iPusnas. iPusnas lebih dari sekedar aplikasi pembaca buku digital biasa. iPusnas sudah memuat tidak kurang satu juta buku baru. “iPusnas adalah surga bagi para pecinta buku digital,” katanya.
Duta Baca Indonesia Najwa Shihab mengingatkan, bahwa bermain digital tanpa dibarengi kecakapan digital (literasi digital) akan menjadikan seseorang menjadi pribadi yang rentan termakan hoaks.
Najwa mengingatkan untuk berhati-hati, dan bijak dalam memanfaatkan digital untuk mencari informasi. Karena jika tidak dikontrol dengan ketat selain bisa berdampak pada kelelahan pada mata, juga mengakibatkan konsentrasi tidak utuh karena teralu banyak muncul notifikasi (iklan) ketika membaca.
“Informasi yang terserap menjadi tidak utuh,” kata Najwa Shihab.
Parahnya lagi, sekarang masyarakat Indonesia salah satu negara yang paling aktif di media sosial. Apalagi dalam urusan berkomentar di media sosial. Padahal, media sosial memiliki kerentanan cukup parah dalam penyajian informasi. Banyak kedustaan. Jika ini tidak disadari, menyebabkan manusia akan sulit berpikir kritis.
“Inilah yang dialami bangsa Indonesia. Rendah dalam kemampuan berpikir kritis akibat lebih percaya pada internet,” kata Nana.
Lihat Juga :