Program Magang Nasional, Strategi Pemerintah Tekan Angka Pengangguran
Jum'at, 24 Juli 2026 - 18:18 WIB
loading...
A
A
A
Afriansyah mengatakan, perluasan kuota tersebut juga diikuti dengan pemerataan akses mengingat program ini tidak difokuskan di Pulau Jawa saja, melainkan dari seluruh Indonesia. Kebijakan tersebut juga dinilai penting mengingat tantangan ketenagakerjaan Indonesia masih cukup besar.
Melalui Program Magang Nasional, pemerintah berharap dapat mengurangi angka pengangguran sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang siap memasuki dunia kerja.
“Bapak Presiden berharap dengan Magang Nasional ini anak-anak yang baru lulus punya pengalaman, punya kompetensi, dan memiliki memori bekerja. Ketika masuk ke dunia kerja, mereka sudah siap karena pernah merasakan langsung bagaimana budaya kerja di perusahaan,” ungkapnya.
Selain memperoleh pengalaman kerja secara langsung di perusahaan, peserta juga mendapatkan uang saku setara UMP atau UMK, perlindungan BPJS Ketenagakerjaan, serta sertifikasi kompetensi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).
Dengan demikian, lulusan tidak hanya memiliki pengalaman kerja, tetapi juga bekal kompetensi yang diakui secara nasional.
Afriansyah mengakui jumlah peserta Program Magang Nasional saat ini belum mampu mengatasi seluruh persoalan pengangguran nasional yang mencapai lebih dari 7 juta orang. Namun, program ini merupakan bagian dari strategi pemerintah yang lebih luas untuk meningkatkan penyerapan tenaga kerja sekaligus mengurangi kesenjangan kompetensi antara lulusan dengan kebutuhan industri.
Melalui Program Magang Nasional, pemerintah berharap dapat mengurangi angka pengangguran sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang siap memasuki dunia kerja.
“Bapak Presiden berharap dengan Magang Nasional ini anak-anak yang baru lulus punya pengalaman, punya kompetensi, dan memiliki memori bekerja. Ketika masuk ke dunia kerja, mereka sudah siap karena pernah merasakan langsung bagaimana budaya kerja di perusahaan,” ungkapnya.
Selain memperoleh pengalaman kerja secara langsung di perusahaan, peserta juga mendapatkan uang saku setara UMP atau UMK, perlindungan BPJS Ketenagakerjaan, serta sertifikasi kompetensi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).
Dengan demikian, lulusan tidak hanya memiliki pengalaman kerja, tetapi juga bekal kompetensi yang diakui secara nasional.
Afriansyah mengakui jumlah peserta Program Magang Nasional saat ini belum mampu mengatasi seluruh persoalan pengangguran nasional yang mencapai lebih dari 7 juta orang. Namun, program ini merupakan bagian dari strategi pemerintah yang lebih luas untuk meningkatkan penyerapan tenaga kerja sekaligus mengurangi kesenjangan kompetensi antara lulusan dengan kebutuhan industri.
Lihat Juga :