Seskab Teddy Ungkap Program Magang Nasional Rangkul Difabel, Pengamat: Terobosan Paling Progresif
Rabu, 01 Juli 2026 - 20:38 WIB
loading...
Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya. Foto: Binti Mufarida
A
A
A
JAKARTA - Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya mengungkapkan Program Magang Nasional (PMN) 2026 telah diluncurkan dengan melibatkan 150 ribu peserta. Program ini juga membuka ruang bagi difabel.
Menurut pengamat politik Igor Dirgantara, terbukanya ruang bagi difabel untuk mengikuti program magang nasional merupakan sebuah terobosan. Ini menandakan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto memberikan kesempatan kerja bagi semua kalangan, termasuk difabel.
"Program ini bisa dibilang sebagai salah satu terobosan paling progresif di era pemerintahan Prabowo dalam hal inklusivitas. Dalam hal krusial memberikan kesempatan kerja tidak saja bagi lulusan PT (perguruan tinggi) tapi juga berlaku bagi kelompok difabel," katanya, Rabu (1/7/2026).
Program ini diinisiasi Presiden Prabowo sebagai upaya konkret untuk menurunkan angka pengangguran terbuka yang masih menjadi tantangan nasional. Igor pun memberikan gambaran positif bahwa PMN 2025, dari 100 ribu peserta sebanyak 30 persen atau sekitar 30 ribu berhasil diserap langsung menjadi karyawan tetap oleh perusahaan tempat mereka magang.
"Ini artinya bahwa program ini mampu menjawab kebutuhan pasar kerja akan tenaga kerja yang siap pakai," ujarnya.
Igor menambahkan, hal lain yang membuat PMN 2026 menjadi penting adalah perluasan cakupan pesertanya. Sekarang juga mencakup kaum disabilitas, apalagi jika program ini juga menjangkau sampai luar pulau Jawa.
Menurut pengamat politik Igor Dirgantara, terbukanya ruang bagi difabel untuk mengikuti program magang nasional merupakan sebuah terobosan. Ini menandakan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto memberikan kesempatan kerja bagi semua kalangan, termasuk difabel.
"Program ini bisa dibilang sebagai salah satu terobosan paling progresif di era pemerintahan Prabowo dalam hal inklusivitas. Dalam hal krusial memberikan kesempatan kerja tidak saja bagi lulusan PT (perguruan tinggi) tapi juga berlaku bagi kelompok difabel," katanya, Rabu (1/7/2026).
Program ini diinisiasi Presiden Prabowo sebagai upaya konkret untuk menurunkan angka pengangguran terbuka yang masih menjadi tantangan nasional. Igor pun memberikan gambaran positif bahwa PMN 2025, dari 100 ribu peserta sebanyak 30 persen atau sekitar 30 ribu berhasil diserap langsung menjadi karyawan tetap oleh perusahaan tempat mereka magang.
"Ini artinya bahwa program ini mampu menjawab kebutuhan pasar kerja akan tenaga kerja yang siap pakai," ujarnya.
Igor menambahkan, hal lain yang membuat PMN 2026 menjadi penting adalah perluasan cakupan pesertanya. Sekarang juga mencakup kaum disabilitas, apalagi jika program ini juga menjangkau sampai luar pulau Jawa.
Lihat Juga :