Program Magang Nasional, Strategi Pemerintah Tekan Angka Pengangguran
Jum'at, 24 Juli 2026 - 18:18 WIB
loading...
A
A
A
Selain memperkuat penyerapan tenaga kerja di dalam negeri, pemerintah juga menyiapkan jalur magang dan penempatan kerja ke luar negeri. Afriansyah menyebut kebutuhan tenaga kerja global terus meningkat, terutama di Jepang yang mengalami penurunan jumlah penduduk hingga sekitar 3 juta jiwa.
Karena itu, pemerintah mendorong penguasaan bahasa asing seperti Jepang, Korea, dan Mandarin agar lulusan Indonesia memiliki daya saing lebih tinggi.
Program Magang Nasional juga mendapat apresiasi dari kalangan dunia usaha. Wakil Ketua Bidang Ketenagakerjaan Apindo Darwoto menilai program tersebut berhasil menjawab kebutuhan industri yang selama ini kesulitan memperoleh tenaga kerja siap pakai.
Menurut dia, perusahaan memperoleh kesempatan mengenali kualitas peserta selama masa magang sehingga proses rekrutmen menjadi lebih efektif. "Kami menyambut positif program magang ini. Dari sisi memberikan pengalaman bekerja bagi fresh graduate, ini sangat penting sekali. Perusahaan juga merasakan manfaatnya karena proses mencari tenaga kerja menjadi lebih mudah," ujar Darwoto.
Sekitar 30% peserta angkatan pertama menunjukkan bahwa mereka memiliki kompetensi, kemampuan beradaptasi, serta etos kerja yang baik selama menjalani magang. “Kenapa perusahaan merekrut? Karena perusahaan sudah merasakan selama 6 bulan, kinerja anak ini menjadi baik, meski belum bisa dikatakan sempurna," katanya.
Karena itu, pemerintah mendorong penguasaan bahasa asing seperti Jepang, Korea, dan Mandarin agar lulusan Indonesia memiliki daya saing lebih tinggi.
Program Magang Nasional juga mendapat apresiasi dari kalangan dunia usaha. Wakil Ketua Bidang Ketenagakerjaan Apindo Darwoto menilai program tersebut berhasil menjawab kebutuhan industri yang selama ini kesulitan memperoleh tenaga kerja siap pakai.
Menurut dia, perusahaan memperoleh kesempatan mengenali kualitas peserta selama masa magang sehingga proses rekrutmen menjadi lebih efektif. "Kami menyambut positif program magang ini. Dari sisi memberikan pengalaman bekerja bagi fresh graduate, ini sangat penting sekali. Perusahaan juga merasakan manfaatnya karena proses mencari tenaga kerja menjadi lebih mudah," ujar Darwoto.
Sekitar 30% peserta angkatan pertama menunjukkan bahwa mereka memiliki kompetensi, kemampuan beradaptasi, serta etos kerja yang baik selama menjalani magang. “Kenapa perusahaan merekrut? Karena perusahaan sudah merasakan selama 6 bulan, kinerja anak ini menjadi baik, meski belum bisa dikatakan sempurna," katanya.
(jon)
Lihat Juga :