Perang Iran: Dari Bertahan Hidup Menjadi Pengatur Kawasan?

Senin, 15 Juni 2026 - 12:51 WIB
loading...
A A A
Ketika energi dunia mengalir melalui perairan sempit itu, Iran tidak hanya memiliki rudal. Ia memiliki leverage (keuntungan). Inilah yang tampaknya gagal dibaca oleh sebagian perencana strategi Amerika. Mereka memperkirakan negara-negara Teluk akan secara otomatis bergabung dalam koalisi militer anti-Iran.

Mereka berharap tekanan ekonomi akan memecah elite politik Teheran. Mereka juga mengandaikan bahwa China akan membantu menekan Iran demi stabilitas pasar global.

Yang terjadi justru sebaliknya. Negara-negara Teluk lebih memilih stabilitas daripada petualangan militer. China tetap berhitung berdasarkan kepentingan ekonominya sendiri. Sementara Iran membangun semacam "payung diplomatik" yang membuat perang tidak pernah berkembang menjadi konfrontasi regional penuh. Hasilnya bisa ditebak adalah kebuntuan strategis bagi Washington.

Tetapi, kemenangan Iran tidak boleh dibaca secara berlebihan. Jalan menuju status sebagai kekuatan regional masih panjang dan penuh jebakan. Masalah terbesar justru berada di dalam negeri Iran sendiri. Kesepakatan apa pun dengan Amerika Serikat akan memicu perdebatan keras di kalangan elite politik Iran.

Kelompok garis keras, terutama Garda Revolusi, masih menganggap Washington sebagai musuh yang tidak dapat dipercaya. Pengalaman keluarnya Amerika dari perjanjian nuklir tahun 2018 masih meninggalkan luka yang mendalam. Bagi mereka, mengapa Iran harus memberikan konsesi jika kesepakatan berikutnya bisa kembali dibatalkan oleh presiden Amerika yang berbeda?

Di sisi lain, masyarakat Iran menginginkan sesuatu yang lebih konkret daripada slogan perlawanan. Mereka menginginkan pekerjaan, investasi, inflasi yang terkendali, dan kehidupan yang lebih layak.

Di sinilah makna sebenarnya dari isu nuklir. Bagi banyak orang di luar Iran, program nuklir adalah soal sentrifugal, pengayaan uranium, dan inspeksi internasional. Namun bagi elite Iran, program nuklir sesungguhnya adalah alat tawar untuk mengakhiri isolasi ekonomi. Tujuan akhirnya bukan bom, melainkan normalisasi. Bukan perang, melainkan pembangunan.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Birokrasi dan Paradoks...
Birokrasi dan Paradoks Belanja Negara
Mengapa ‘Ekonomi Solid’,...
Mengapa ‘Ekonomi Solid’, Namun Sosial-Politik Mulai Gelisah?
Islam: Agama yang Paling...
Islam: Agama yang Paling Disalahpahami
Asta Cita dan Reposisi...
Asta Cita dan Reposisi Peran Negara versus Pasar
Kasus dr Tifa dan Roy...
Kasus dr Tifa dan Roy Suryo P-21, Akankah Polemik Ijazah Berakhir di Pengadilan?
BI Rate Naik dan Rupiah...
BI Rate Naik dan Rupiah (tetap) Melemah
Bagaimana Perdamaian...
Bagaimana Perdamaian Iran dan AS Membentuk Arsitektur Timur Tengah yang Baru?
Dunia Sambut Positif...
Dunia Sambut Positif Perdamaian AS dan Iran, Hanya Israel yang Marah
Perdamaian Segera Terwujud,...
Perdamaian Segera Terwujud, Militer Iran: Keinginan Rakyat Sudah Dipaksakan kepada Musuh
Rekomendasi
Sinopsis Sinetron Terikat...
Sinopsis Sinetron 'Terikat Janji' Eps 72: Ketegangan Memuncak! Sena Nekat Terjun ke Operasi Penyergapan di Tengah Demam Tinggi!
Ketum KBPP Polri: Demokrasi...
Ketum KBPP Polri: Demokrasi Harus Bermartabat, Stabilitas Nasional Harus Dijaga
Mahasiswa BEM SI Kerakyatan...
Mahasiswa BEM SI Kerakyatan Bubarkan Diri, Polisi Bersihkan Sampah di Depan Gedung DPR
Berita Terkini
BGN Pastikan Anggaran...
BGN Pastikan Anggaran MBG Dikurangi, Ini Alasannya
Temui Gibran, Mahasiswa...
Temui Gibran, Mahasiswa Beri Tenggat Waktu 5 Hari ke Pemerintah untuk Realisasikan Tuntutan
Prabowo Bertemu Menlu...
Prabowo Bertemu Menlu Qatar di Istana Merdeka, Ini Tiga Poin yang Dibahas
Sekjen GMNI Serukan...
Sekjen GMNI Serukan Gotong Royong dan Persatuan Nasional
BGN Stop Penyaluran...
BGN Stop Penyaluran MBG selama Libur Sekolah
Agustina Arumsari Ditunjuk...
Agustina Arumsari Ditunjuk Jadi Juru Bicara BGN
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved