Menambah Utang Dampaknya Kecil terhadap Pertumbuhan Ekonomi
Senin, 21 September 2020 - 15:19 WIB
loading...
A
A
A
“Sejak dilantik Oktober 2014 hingga Juli 2020, Presiden Jokowi menambah utang pemerintah sebesar Rp2.833,14 triliun. Jumlah utang hingga akhir Juli 2020 Rp5.434,86 triliun,” paparnya.
Sukamta menuturkan jumlah itu meningkat drastis dan melampaui utang-utang periode presiden sebelumnya, yakni masa Soeharto dan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Totalnya utang keduanya Rp2.601,72 triliun.
Masalahnya, penambahan utang yang sangat besar itu hanya berdampak minimalis terhadap pertumbuhan ekonomi. Rata-rata pertumbuhan ekonomi 5 persen setiap tahun. Itu artinya stagnan.
Politikus dapil D.I.Yogyakarta itu merinci utang pemerintahan Jokowi yakni Rp557 triliun (2015), Rp301 triliun (2016), Rp472 triliun (2017), Rp480 triliun (2018), dan Rp152 triliun (2019). Dia mengungkapkan jika dibandingkan antara akhir Juni 2020 dengan Juni 2019, ada penambahan utang Rp694 triliun.
(Baca: PKS Nilai Sudah Saatnya Pemerintah Revisi UU Migas)
Sukamta menuturkan jumlah itu meningkat drastis dan melampaui utang-utang periode presiden sebelumnya, yakni masa Soeharto dan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Totalnya utang keduanya Rp2.601,72 triliun.
Masalahnya, penambahan utang yang sangat besar itu hanya berdampak minimalis terhadap pertumbuhan ekonomi. Rata-rata pertumbuhan ekonomi 5 persen setiap tahun. Itu artinya stagnan.
Politikus dapil D.I.Yogyakarta itu merinci utang pemerintahan Jokowi yakni Rp557 triliun (2015), Rp301 triliun (2016), Rp472 triliun (2017), Rp480 triliun (2018), dan Rp152 triliun (2019). Dia mengungkapkan jika dibandingkan antara akhir Juni 2020 dengan Juni 2019, ada penambahan utang Rp694 triliun.
(Baca: PKS Nilai Sudah Saatnya Pemerintah Revisi UU Migas)
Lihat Juga :