Badan Hukum: Sistem Imun yang Sering Terlupakan

Rabu, 20 Mei 2026 - 15:56 WIB
loading...
Badan Hukum: Sistem...
Dosen Manajemen Pendidikan Islam, Universitas Darunnajah (UDN) Jakarta, Muhammad Irfanudin Kurniawan. Foto/UDN Jakarta.
A A A
Dosen Manajemen Pendidikan Islam, Universitas Darunnajah (UDN) Jakarta, Muhammad Irfanudin Kurniawan

Sering kali kita mendengar cerita tentang pesantren besar yang tiba-tiba goyah. Bukan karena kualitas pendidikan menurun, bukan karena jumlah santri merosot, tapi karena masalah tanah.

Keluarga pendiri yang berselisih. Ahli waris yang mengklaim aset. Tidak ada dokumen yang jelas.

Pesantren itu berdarah-darah. Organismenya sakit. Padahal dari luar tampak sehat.

Seketika kita bisa ingat falsafah pohon pisang KH Mahrus Amin. Induk pohon mati, tunas terus tumbuh. Tapi tunas tidak akan tumbuh subur jika akarnya tidak jelas di tanah siapa. Tanah adalah fondasi. Tanpa kepastian hukum atas tanah, apalah arti gedung megah, kurikulum modern, dan ribuan santri.

Badan Hukum: Kerangka Organisasi


Dalam organisme pesantren, badan hukum yayasan berfungsi seperti tulang punggung. Ia tidak terlihat dari luar, tapi ia menopang seluruh tubuh. Tanpanya, pesantren akan ambruk ketika diterpa tekanan.

Sayangnya, banyak pesantren mengabaikan hal ini. Mereka sibuk membangun asrama, memperbanyak santri, dan meningkatkan akreditasi. Tapi lupa mengurus legalitas yayasan, sertifikasi tanah, dan pembagian aset yang jelas. Akibatnya, ketika pendiri wafat, masalah muncul. Anak dan cucu berebut. Pesantren yang dulu ramai menjadi sunyi.

Inilah yang saya sebut sistem imun yang sering terlupakan. Ia adalah mekanisme pertahanan yang melindungi pesantren dari ancaman dari dalam. Jika sistem imun ini lemah, maka penyakit mudah masuk.

Pemerintah sebenarnya sudah bergerak. Presiden Prabowo Subianto baru-baru ini meneken Peraturan Presiden Nomor 18 Tahun 2026 sebagai dasar hukum pembentukan Direktorat Jenderal (Ditjen) Pesantren di Kementerian Agama. Statusnya naik menjadi eselon satu, mencerminkan komitmen kuat pemerintah untuk memastikan pesantren mendapatkan dukungan yang lebih baik.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pesantren dan AI, Cucun...
Pesantren dan AI, Cucun Tekankan Pentingnya Etika serta Nilai Keagamaan dalam Teknologi
Darunnajah Gelar 4th...
Darunnajah Gelar 4th ICOP Bersama Menteri ATR/BPN, Siap Optimalisasi Wakaf Nasional
PBNU: Segelintir Kasus...
PBNU: Segelintir Kasus Kekerasan Seksual Tak Mewakili Wajah Pesantren
Mengenal Gareth Morgan:...
Mengenal Gareth Morgan: di Balik Metafora Organisme Pesantren
PBNU: Iduladha 2026...
PBNU: Iduladha 2026 Jadi Pengingat Kemanusiaan di Tengah Dunia yang Terluka
Rakernas Inkopotren...
Rakernas Inkopotren 2026 Fokus Dorong UMKM Pesantren Go Internasional
Bertemu PWNU dan PCNU...
Bertemu PWNU dan PCNU se-Bengkulu, Gus Salam: Soliditasnya Bisa Jadi Teladan PBNU
Teladani KH. Wahab Hasbullah,...
Teladani KH. Wahab Hasbullah, Menag Dorong Pesantren Cetak Generasi Unggul
Workshop Pengasuh Bahas...
Workshop Pengasuh Bahas Strategi Pesantren Tetap Berkembang di Era Disrupsi
Rekomendasi
Kasus Penipuan Hanania...
Kasus Penipuan Hanania Travel, Polda Metro Periksa 70 Saksi
Kader PPP Segera Laporkan...
Kader PPP Segera Laporkan Taj Yasin, Agus Suparmanto, dan Thobahul Aftoni ke Polda Metro
PMGO 2026 Cetak Rekor...
PMGO 2026 Cetak Rekor Guinness, Lebih dari 1,2 Juta Pendaftar Turnamen
Berita Terkini
Luhut: Bansos ke Depan...
Luhut: Bansos ke Depan Tak Lagi Barang, Diberi Cash Transfer Rp5,4 Juta per Orang
Konstruksi Perkara Suap...
Konstruksi Perkara Suap Bupati Muara Enim, KPK: Ada Uang Rp500 Juta untuk Jaga Hubungan Baik
RDP di Komisi II, Dirjen...
RDP di Komisi II, Dirjen Bina Adwil Kemendagri Ungkap 5 Kunci Penataan Lahan Pasuruan
Polemik Voters Munas...
Polemik Voters Munas HIPMI Mengemuka: BPD DOB Pertanyakan Dasar Pengurangan Hak Suara
Geledah Kantor Wika,...
Geledah Kantor Wika, Kortas Tipikor Polri Sita Dokumen hingga Barbuk Elektronik
Ajukan JC di Kasus Korupsi...
Ajukan JC di Kasus Korupsi MBG, Eks Waka BGN Sony Sonjaya Sebut 26 Nama di BAP
Infografis
Sejarah Panjang Persia...
Sejarah Panjang Persia Menjadi Iran yang Mengubah Timur Tengah
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved